← Back to list

Saat Kecantikan Menjadi Kutukan

#Refleksi Cantik itu Luka by Eka Kurniawan

Anelia Kartika · 2026-03-21 02:42 · 23 claps · 1.5 min read
#review-buku #cantik-itu-luka
Open on Medium ↗

Saat Kecantikan Menjadi Kutukan

#Refleksi Cantik itu Luka by Eka Kurniawan

Ketika saya membuka lembar demi lembar novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, saya dibuat terkejut dengan kesadisan dan kevulgaran dari tiap kata yang tertera disana. Dimana kata demi kata dirangkai menjadi sebuah cerita yang merupakan topik utama buku ini. Buku ini bukan sekadar fiksi sejarah, bagi saya, ini adalah tamparan keras yang membuyarkan romantisasi sejarah yang biasa saya percaya. Melalui narasi yang provokatif itu, saya justru melihat sisi kelam yang ditelanjangi oleh sang penulis.

Sebagai seorang perempuan, membaca kisah Dewi Ayu dan keturunannya di kota fiktif bernama Halimunda adalah pengalaman yang menyayat hati. Ada duka mendalam yang saya rasakan sebagai sesama perempuan atas nasib yang menimpa Dewi Ayu, dimana dia harus bertahan melewati peperangan dan berakhir menjadi seorang pelacur demi bertahan hidup.

Seperti judul bukunya, penulis menggambarkan bagaimana “luka” itu dikemas dalam “kecantikan”, karakter-karakter perempuan dari buku ini dikenal dengan kecantikan luar biasa, tapi pada akhirnya kecantikan itu menarik berbagai hal buruk, seperti kekerasan seksual. Novel ini seolah menyadarkan bahwa tubuh perempuan seringkali menjadi medan tempur pertama dalam setiap konflik politik, baik dari masa Belanda, Jepang, revolusi kemerdekaan, hingga tragedi 1965.

Namun, di tengah segala penderitaan itu, saya mendapatkan pengetahuan berharga dari sosok Dewi Ayu. Dia menolak menjadi korban yang pasif. Dia menerima takdirnya sebagai pelacur dengan kepala tegak, mengubah penderitaan menjadi alat untuk bertahan hidup dan melindungi anak-anaknya. Definisi menjadi seorang pelacur yang elegan, menolak dikendalikan oleh lelaki yang membayarnya, dan justru memgang kendali atas dirinya sendiri.

Saya yang lahir dizaman modern ini, dibuat berpikir dua kali tentang sejauh mana dunia ini benar-benar berubah? Meskipun kita tidak lagi di hidup zaman penjajahan, tekanan terhadap standar kecantikan perempuan dan objektivitasasi terhadap tubuh perempuan semakin tinggi, tidak jarang ada yang terang-terangan mengubah bentuk asli tubuhnya agar bisa diterima oleh standar sosial di kehidupan nyata.

Cantik itu Luka adalah pengingat bahwa perjuangan perempuan untuk berdaulat atas tubuhnya sendiri adalah perang yang belum benar-benar usai.

Semua perempuan itu pelacur, sebab seorang istri baik-baik pun menjual kemaluannya demi mas kawin dan uang belanja, atau cinta jika itu ada. — Dewi Ayu

Cantik itu Luka

Cantik itu Luka


메타데이터
post_id
187d72f77e17
slug
saat-kecantikan-menjadi-kutukan-sejarah-187d72f77e17
url
https://medium.com/@aneliakartika/saat-kecantikan-menjadi-kutukan-sejarah-187d72f77e17
canonical_url
https://medium.com/@aneliakartika/saat-kecantikan-menjadi-kutukan-sejarah-187d72f77e17
author_url
https://medium.com/@aneliakartika
status
ok
fetched_at
2026-07-09 03:40:04