← Back to list

Lagu Anak ‘Jangan Takut Gelap’ dari Kacamata Manusia Dewasa

Pada akhirnya, tak ada satu pun kesulitan yang datang ke hidup manusia tanpa menggandeng kemudahan setelahnya.

R. Khoirotun · 2024-05-17 02:20 · 131 claps · 2.0 min read
#childhood #journal #adulthoo #quarter-life-crisis #self-improvement
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement

Lagu Anak ‘Jangan Takut Gelap’ dari Kacamata Manusia Dewasa

Pada akhirnya, tak ada satu pun kesulitan yang datang ke hidup manusia tanpa menggandeng kemudahan setelahnya.

Siapa yang tak tahu lagu Jangan Takut Gelap yang dinyanyikan Tasya Kamila waktu kecil dan Duta Sheila On 7? Waktu aku kecil, kakakku menyanyikan lagu itu berulang kali dengan gitarnya yang penuh tempelan stiker itu, lalu aku mulai menghafalnya. Dulu, aku memaknai lagu itu hanya sebagai lagu pengantar tidur bagi anak yang takut gelap. Tapi dewasa kini, lagu itu bermakna lebih besar buatku. Setiap kali aku takut, setiap kali hariku buruk, setiap kali aku khawatir, lagu itu akan selalu kuputar. Liriknya yang sederhana, apabila dimaknai ternyata membawa pengaruh yang besar buatku.

Hai, kawan. Jangan takut, jangan resah. Bila lampu kamar mulai dipadamkan.

Atas setiap gelap, atas setiap hari buruk, atas setiap kesialan yang membebani sampai dada terasa berat bagai ikan yang megap-megap, atas setiap labirin panjang yang harus dilalui untuk belajar jadi manusia dewasa yang seutuhnya, atas segala luluh lantak yang dihadapi sendirian.

Ku ‘kan s’lalu menyanyikan lagu ini. Hingga nanti kau tidur berselimut mimpi.

Segalanya akan reda, selesai, dan kembali ke tempatnya. Tak perlu menyimpan banyak takut karena kita hidup dipayungi doa dari banyak orang. Tak perlu merasa segala kesulitan akan bertahan selamanya karena pada akhirnya semua akan terlewat pula. Hujan deras pun selalu reda, angin kencang selalu berhenti, langit berpetir pun bisa biru lagi.

Jangan lupa esok kita punya janji. Semakin cepat kita tidur, semakin cepat kita bertemu kembali.

Atas setiap malam-malam panjang yang dilewati dengan lolongan di kepala, atas setiap jam tidur yang terlewat karena terlampau terikat pada kesibukan dunia, atas setiap bakti mimpi yang harus dipenuhi, cita-cita yang harus dikejar, doa-doa yang harus diusahakan, sisakan cukup waktu untuk berbuat baik ke diri sendiri.

Berdoalah sebelum kita tidur. Jangan lupa cuci kaki tanganmu. Jangan lupa doakan mama papa kita.

Berapa banyak doa-doa yang tak sempat diucap karena merasa tak punya waktu? Berapa banyak doa-doa yang dianggap remeh tapi justru menyelamatkan? Berapa banyak doa-doa yang dirapal sungguh-sungguh seolah dunia akan berakhir hari ini?

Berapa banyak doa-doa yang sudah mengumpul di langit dan menunggu untuk diwujudkan? Doa-doa itu, tanpa aku sadari jadi penyelamat kiamat-kiamat di hati dan kepalaku. Ibu bilang, satu-satunya kemustahilan jadi kemungkinan adalah dalam doa. Bapak bilang, jangan takut-takut meminta banyak dalam doa karena Dia Maha Luas Kuasa-Nya.

Jangan takut akan gelap. Karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan.

Pada akhirnya, tak ada satu pun kesulitan yang datang ke hidup manusia tanpa menggandeng kemudahan setelahnya. Badai sebesar apa pun akan reda juga. Dan tak ada satu pun hal yang dibebankan Tuhan melampaui kesanggupan hamba-Nya. The light exists because there is a darkness in it. Kita bisa melihat cahaya karena ada kegelapan yang melingkupinya. Bukankah sudah dikatakan seperti itu oleh Tuhan sejak awal penciptaan manusia?

With Love, Oi.


메타데이터
post_id
18a009f81dab
slug
lagu-anak-jangan-takut-gelap-dari-kacamata-manusia-dewasa-18a009f81dab
url
https://medium.com/@thefallpoet/lagu-anak-jangan-takut-gelap-dari-kacamata-manusia-dewasa-18a009f81dab
canonical_url
https://medium.com/@thefallpoet/lagu-anak-jangan-takut-gelap-dari-kacamata-manusia-dewasa-18a009f81dab
author_url
https://medium.com/@thefallpoet
status
ok
fetched_at
2026-08-11 13:01:37