← Back to list

Smart Citizen VS Sikap Berwarganegara ?

Kekuatan sebuah negara terletak pada kekuatan masyarakatnya. Kalimat ini merupakan salah satu kutipan dari Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam…

Putri Cahya Rosyani · 2021-04-23 11:11 · 0 claps · 2.9 min read
#smart-cities #smart-citizens #berwarganegara
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🧘 · Spirituality

Smart Citizen VS Sikap Berwarganegara ?

Konsep Smart City unttuk Smart Citizen

Konsep Smart City unttuk Smart Citizen

Kekuatan sebuah negara terletak pada kekuatan masyarakatnya. Kalimat ini merupakan salah satu kutipan dari Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya “Ummatuna Baina Qarnain”. Percuma saja jika ada wilayah, ada pemerintah, ada hukum, tetapi jika tidak ada masyarakat di dalamnya, maka negara tersebut tidak akan tumbuh. Negara yang maju adalah negara yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Dari pernyataan tersebut, dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwasanya masyarakat merupakan aspek penting dalam terbentuknya sebuah negara. Masalahnya adalah bagaimana peran pemerintah dalam membentuk masyarakat sebagai pion penggerak demi memajukan suatu negara ?

Di zaman sekarang kita sudah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana segala kegiatan dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi yang maju, sehingga memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Setiap negara pun berlomba-lomba dalam membuat sistem yang canggih, dimana dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan memiliki resiko yang kecil. Intinya, kunci dari era ini adalah efektif dan efisien. Dengan berkembangnya era revolusi industri 4.0 ini, akan terbentuk konsep Smart City (kota pintar). Smart City merupakan sebuah perkembangan yang modern dan terbaru dimana semua pengerjaannya dilakukan secara digital. Tujuan dari adanya smart city ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup suatu negara.

Nah, teknologi dan peralatan yang canggih tersebut pastinya dibuat oleh manusia. Bukan hanya teknologi saja yang harus pintar, manusia nya pun juga demikian. Maka dari itu, dikenal lah konsep Smart Citizen (warga yang cerdas). Smart Citizen ini memiliki enam dimensi, yaitu :

a. Smart economy (konsep ekonomi cerdas)

b. Smart mobility (mobilitas cerdas)

c. Smart environmental (lingkungan cerdas)

d. Smart government (pemerintah cerdas)

e. Smart living (kehidupan cerdas)

f. Smart infrastruktur (infrastruktur cerdas)

Keenam konsep ini saling berkaitan satu sama lain demi mewujudkan negara yang maju. Konsep ini juga dibuat sebagai “terobosan” baru dalam memahami konsep bernegara. Smart Citizen membuat pola berpikir masyarakatnya menjadi terbuka, tidak seperti zaman dahulu yang hanya terbatas dengan budaya tradisional dan adat istiadat di daerahnya. Di era ini, masyarakat juga lebih banyak untuk menyampaikan pendapat dengan bebas, adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, dll.

Selain itu, dengan konsep ini juga menunjukkan adanya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Meskipun dahulunya perempuan hanya boleh bekerja di dapur, sekarang jika perempuan memiliki skill maka dia juga bisa ikut andil dalam memajukan negara. Begitu juga dengan laki-laki yang dahulunya mengerjakan pekerjaan perempuan itu dianggap hal yang “lemah” tetapi sekarang dianggap hal yang biasa saja. Kemudian, terdapat akulturasi dan asimilasi kebudayaan dimana menciptakan sebuah perkembangan dan trend yang lebih segar lagi dan tidak terkesan kaku.

Namun, dari banyaknya sisi positif yang ditimbulkan dari adanya konsep smart citizen ini, jangan membuat kita lupa akan jati diri kita sebagai warga negara Indonesia. Jati diri Indonesia adalah pancasila yang memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu. Ada juga semboyan yang menyatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita luntur”. Inilah jati diri kita sesungguhnya, yaitu gotong royong saling membantu satu sama lain yang sedang membutuhkan.

Persatuan akan menjadi kita lebih kuat

Persatuan akan menjadi kita lebih kuat

Kita tidak boleh bersikap sewenang-wenangnya, hanya karena kita memiliki kuasa ataupun kemampuan yang lebih daripada orang lain. Ingatlah, selain hak yang kita miliki, ada juga kewajiban yang harus kita jalani. Jangan jadi orang yang individualis, hanya karena sudah terbiasa dengan perkembangan yang ada. Tetap tegakkan sikap berwarganegara yang baik, apalagi di kalangan anak muda. Karena, sejatinya anak muda merupakan tonggak utama yang akan menggantikan orang-orang sebelumnya yang sudah berjuang untuk memajukan negara. Binalah sikap saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Saling kuatkan bahu dan persaudaraan, sehingga para pengganggu yang ingin mengadu domba kita akan mundur, karena melihat kekuatan persatuan kita.

Kita boleh memanfaatkan segala sesuatu yang ada, tapi bijaklah karena sesuatu yang berlebihan dengan niat yang buruk tidak akan baik kedepannya. Dengan adanya konsep ini, akan banyak orang-orang asing yang akan bekerja sama dengan kita, membina hubungan dengan kita, dll. Globalisasi juga akan terjadi, banyak paham-paham yang akan masuk ke negara kita. Tinggal kita saja yang harus pandai mengambil sikap sebagai warga negara. Kenapa hanya menggunakan konsep smart citizen saja, kalau ternyata didampingi dengan sikap berwarganegara yang baik juga akan bagus kedepannya ? Jadilah manusia yang berkualitas, baik dari fisik, intelektual, ataupun sikap.


메타데이터
post_id
190a98eb91fa
slug
smart-citizen-vs-sikap-berwarganegara-190a98eb91fa
url
https://medium.com/@putricahyaaja/smart-citizen-vs-sikap-berwarganegara-190a98eb91fa
canonical_url
https://medium.com/@putricahyaaja/smart-citizen-vs-sikap-berwarganegara-190a98eb91fa
author_url
https://medium.com/@putricahyaaja
status
ok
fetched_at
2026-07-14 21:47:00