Wibawa
Tiga kejadian yang membuktikan bahwa saya tidak memiliki wibawa
Suatu hari, siswa diminta berkumpul di lapangan sekolah. Hari itu akan diadakan kegiatan literasi. Aku yang menggawangi proses tersebut. Pada prosesnya, siswa berkumpul tidak beraturan; berbaris tidak rapi, mengambil posisi duduk di sembarang tempat.

Dok. Pribadi
Aku berusaha mengatur siswa. Dengan bantuan mikrofon, aku berteriak lantang meminta siswa berbaris yang rapi. “Ayo, baris yang benar. Ayo, laki-laki baris ke depan!” Tidak ada satu pun yang menanggapi; siswa masih asyik sendiri, tidak menghiraukan arahan saya.
Lalu, tiba-tiba datang guru lain. Hanya satu kalimat, “Cepat rapikan!” Siswa langsung tunggang-langgang membariskan diri dengan rapi.
Wibawa.
Di hari lain, saat itu jam terakhir, siswa bersiap pulang sekolah. Sebenarnya belum waktunya pulang, tetapi entah ada koordinasi apa, mungkin efek keramaian. Jadi, siswa tiap kelas berbondong-bondong merapikan kelas, menaikkan bangku, dan menyimpan buku pelajaran ke dalam tas, menggendongnya, dan duduk di selasar kelas.
Saat itu, jadwal saya mengajar. Saya datang ke kelas saya; tidak ada yang menghiraukan. Siswa masih berkumpul di selasar kelas. Tidak sadar dengan jadwal sekolah yang belum usai, tidak sadar akan kehadiran saya.
Lalu, tiba-tiba datang guru lain, berjalan santai menghampiri selasar tempat siswa duduk-duduk. Sudah diduga, siswa lari, buru-buru masuk kelas. Hanya dengan satu kalimat, “Suruh siapa bawa tas dan diam di luar kelas?”
Di hari lain, kejadian yang persis sama. Hari itu ada kegiatan kokurikuler, semacam pembelajaran terpadu. Kegiatan tersebut mengharuskan seluruh siswa kelas VIII berkumpul di aula. Saya dengan kesadaran penuh mencoba memanggil siswa, “Ayo, kumpul di aula!” Hanya ada beberapa siswa yang menanggapi. Tidak sedikit siswa yang masih duduk-duduk di luar kelasnya; ada yang bermain bola, ada yang bermain kucing-kucingan. Pada akhirnya, tidak jadi kumpul di aula karena saya tidak berhasil mengumpulkan siswa.
Di hari yang lain, ada kejadian yang sama persis. Waktu itu ada kegiatan kokurikuler, hal yang sama. Tetapi bukan saya yang mengumpulkan, dan dia berhasil mengumpulkan siswa ke aula. Mungkin karena orang tersebut memiliki...
Wibawa.
메타데이터
- post_id
- 1b89d3922454
- slug
- wibawa-1b89d3922454
- url
- https://medium.com/@akbar-maulana/wibawa-1b89d3922454
- canonical_url
- https://medium.com/@akbar-maulana/wibawa-1b89d3922454
- author_url
- https://medium.com/@akbar-maulana
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 10:54:37