Emang boleh kagum sama Perjuangan Disabilitas ya?
Mungkin kalian merespon positif kepada teman-teman disabilitas, apakah responnya dapat menyelesaikan masalah secara emosional?
Emang boleh kagum sama Perjuangan Disabilitas ya?
Mungkin kalian merespon positif kepada teman-teman disabilitas, apakah responnya dapat menyelesaikan masalah secara emosional?
Responnya sering didengarkan melalui media sosial atau lingkungan umum berupa hal di bawah ini:
“Woww keren banget, jadi Tuli udah bisa kerja nihh” “Salut bangett kakak bisa kerja sambil kuliah padahal Tuli” “Terharu nih anak gak punya tangan tapi bisa belajar sampe dapat nilai bagusss” “Lihat dia jadi disabilitas aja sanggup kerja lho, masa kamu bisa denger aja gak sanggup? Syukur dong”
Bahkan, kebetulan saya sedang buka usaha di bidang Food & Beverages online, pada saat saya promosi produk jualan di live dan sering dapat respon yang sama dari banyak audiens melalui live & konten di media sosial, contohnya:
“Semangatt yaa kak, semoga laris terus jualannya” “Wah kerenn kakk bisa jualan nih, semoga sukses & sehat selalu yaa”
Semua kalimat ini terbentuk memang benar-benar support seakan-akan teman disabilitas dan saya mampu melakukan ini itu untuk menutupi kekurangan sendiri? Padahal asli tidak menjual kesedihan, kederitaan, atau tidak menargetkan emosional terkait, lho. “Kok gitu?” Makanya, mari kita bedah di balik kalimat tersebut, ya.
Emang kenapa kalo kalimat begituan? karena pandangannya mengarah ke identitas disabilitas yang dimiliki bisa menjalani aktivitas sendiri sehingga menjadikan disabilitas sebagai objek yang memotivasi/menginspirasi, ini dinamakan Inspiration Porn.
Inspiration Porn
Why though? Petikkan satu demi satu dari keyword tertera, dan Porn untuk menyaksikan kekurangan objek yang menyenangkan atau memotivasi atau membangun emosional Anda. Sementara ini, sebuah kata Inspiration, artinya inspirasi. Dua kata tersebut digabungkan menjadi dapat didefinisikan bahwa orang non-difabel mengobjektif penyandang disabilitas yang menyenangkan / menginspirasi.
[embed]INSPIRATION PORN (English)
[embed]INSPIRATION PORN (Indonesia)
Contohnya, orang non-difabel ngomong “nonton anak Tuli udah bisa nyanyi tentang lagu merdeka Indonesia bikin kita terharu banget karena pertama kali lihat anak Tuli bisa gituan, gak biasa juga (orang non-difabel gak kayak gitu)”, lalu kemudian anak Tuli merasa sesuatu yang mengganjal padahal menyanyi dan tujuannya lebih ke membangkitkan kemerdekaan Indonesia seperti umum/biasa dan tidak menceritakan sedihnya dirinya punya kekurangan sama sekali, kenapa tidak diperlakukan umum/biasa yaa?
Contoh respon biasa/umum di pertunjukan nyanyi anak Tuli:
- Suaranya udah baguss nanti kamu ikut ke koor upacara kami, yaa.
- Terima kasih sudah effort untuk menyanyi bersama kami selama melaksanakan acara upacara kemerdekaan Indonesia.
- Aku mau kasih masukan boleh menari sembari nyanyi jugaa biar makin menarik audiensnya juga.
- Dan seterusnya.
Di kasus nyata juga persis sama contoh ini, saat promosi produk di live dengan background menunjukkan “aku Tuli”, dan munculnya respon paling banyak seperti “semangat”, “keren”, “sukses”, dan seterusnya sampai kelelahan berterima kasih…….
Mungkin kalian akan jawab “kenapa gitu? bukannya bagus? itu udah termasuk empati/etika, lho.”
Tentu saja, tidak ya, tidak ada perkembangan dan mendapat pujian doang yang mengarah ke identitas disabilitas saya yang sedang menjual lalu kemudian mereka menghilang, padahal saya hanya promosi dan ajak ngobrol tentang produk jualan seperti umum/biasa lah. Seperti kalian udah sering lihat live orang lain dapat respon banyak mengenai kualitas produk yang sedang dijual, berarti audiens memandang produknya seperti umum/biasa. Kenapa saya tidak diperlakukan umum/biasa aja? Ini terdengar tidak adil, kan?
Contoh respon biasa/umum di konten live orang lain:
- Haii kak, ini makanan best seller mana?
- Wow makanan inovatif bgt kayaknya, boleh jelaskan ini itu apaa??
- Kalo aku PO sekarang, bisa dikirimkan kapan yaa??
- Kak, aku udah CO ya, makasih udah jelasin, semoga proses jualannya lancar yaa
- Paketnya sudah sampe, ini ada kendala, mohon proseskan komplain ya, kak Saranku boleh tolong kolaborasi dengan (Ekspedisi tertentu) biar bisa ngirim ke jarak jauh yaa
- Dan seterusnya.
Inilah sangat dibutuhkan agar meningkatkan kualitas bisnis sendiri yang mencakup layanan, produk, operasional, dan banyak hal yang bersangkutan demi memenuhi keinginan audiens dan membangun brand, sehingga menjadi pengusaha yang kompeten.
Oleh karena itu, tolong pandangkan kami seperti umum/biasa tanpa memberikan kekaguman atau belas kasihan pada kekurangannya. Namun, INGAT, kami juga perlu akses yang benar-benar mendukung bukan dikategorikan sebagai penyandang disabilitas, agar kami memiliki ruang yang setara, adil, dan inklusif. Perilaku kalian sangat KRUSIAL bagi kami. Terima kasih untuk membaca story ini, dan Anda diharapkan bisa menerapkan upaya yang disampaikan.
DISCLAIMER: Story ini didasarkan pada perspektif teman-teman disabilitas terhadap orang non-difabel atau bukan sejenis disabilitas.
Referensi: https://www.ted.com/talks/stella_young_i_m_not_your_inspiration_thank_you_very_much https://www.instagram.com/reel/DNkq83OvU1g/?igsh=MTZvbDNrc2t6bDM1Zw==
메타데이터
- post_id
- 1bbc0ea682ce
- slug
- emang-boleh-kagum-sama-perjuangan-disabilitas-ya-1bbc0ea682ce
- url
- https://medium.com/@valentiostanley/emang-boleh-kagum-sama-perjuangan-disabilitas-ya-1bbc0ea682ce
- canonical_url
- https://medium.com/@valentiostanley/emang-boleh-kagum-sama-perjuangan-disabilitas-ya-1bbc0ea682ce
- author_url
- https://medium.com/@valentiostanley
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-13 16:00:06