← Back to list

Muda dan Berbahaya

Merayakan Kekacauan : Seni Bertumbuh di Masa Muda.

Andhikaabhiprayas · 2025-04-28 19:33 · 1 claps · 1.8 min read
#muda #berbahaya #hidup
Open on Medium ↗

Muda dan Berbahaya

Merayakan Kekacauan : Seni Bertumbuh di Masa Muda.

Balada Budak Ngora.

Balada Budak Ngora.

Semester 2 nampaknya akan menjadi salah satu semester paling brengsek dalam perjalanan karir akademik saya. Bagaimana tidak? Tuhan memberi saya penyakit tipes selama 2 kali berturut-turut. Malangnya lagi, sakit tersebut hinggap ketika minggu-minggu kuis sedang berlangsung. Alhasil, saya mendapat nilai belasan pada satu matkul dan sisanya saya serahkan pada Tuhan.

Brengseknya lagi, saya beberapa kali tertolak event yang diadakan oleh kampus, melewatkan interview AIESEC, hingga melewati kelas investasi yang disediakan oleh sebuah lembaga. Semuanya kacau, benar-benar kacau.

Kekacauan ini cukup berlarut-larut. Saya kehilangan arah dan kehilangan gairah untuk menyusun semuanya kembali. Sialan, semua rencana yang saya susun di awal semester benar-benar berantakan. Saya rasa, lebih baik semuanya disusun kembali ketika semester ini berakhir.

Namun di tengah keputusasaan itu, perlahan saya memahami sesuatu yang lebih besar tentang masa muda. Masa muda bukan soal rapi, teratur, atau sempurna. Ia adalah soal malam-malam panjang tanpa arah, ide-ide aneh yang lahir dari kegelisahan, kegagalan yang dirayakan dengan tawa keras.

Di tengah kekacauan itulah, sesuatu tumbuh: keberanian, kreativitas, mimpi-mimpi besar yang tak takut kelihatan bodoh.

Kekacauan masa muda bukan kecelakaan. Ia adalah panggung. Tempat kita berteriak, berlari, jatuh, bangun lagi, sambil tertawa atau kadang menangis diam-diam. Setiap langkah impulsif yang kita ambil — dari keputusan pindah jurusan, membangun proyek asal-asalan, jatuh cinta terlalu cepat — semua itu bukan sia-sia. Itu eksperimen. Itu upaya liar menemukan jalan yang terasa paling hidup.

Kita semua pernah gagal: mendapat nilai belasan saat kuis, ditolak wanita yang kita impikan, tugas besar yang selesai semalaman penuh kafein dan panik. Tapi justru dari retakan-retakan kecil itu, kita belajar. Bahwa dunia tidak runtuh hanya karena kita salah langkah. Bahwa kecewa itu bukan akhir, tapi pintu lain yang terbuka — pintu menuju ketangguhan, intuisi, dan keberanian untuk mencoba lagi lebih gila.

Karena stabilitas terlalu dini adalah jebakan. Karena kalau terlalu takut salah, kita cuma akan jadi bayangan orang lain.

Karena masa muda bukan waktunya jadi sempurna, tapi waktunya berantakan sepuas-puasnya — agar kelak, saat badai sungguhan datang, kita sudah kenal dengan rasa takut, rasa gagal, rasa ragu. Kita tidak akan panik lagi. Kita sudah pernah bertarung dengan kekacauan, dan tahu caranya tetap menari di tengahnya.

Biar saja hidupmu berantakan hari ini. Lebih baik rusuh karena berjuang daripada diam karena takut.

Jadi, kalau hari ini hidupmu terasa kacau, proyekmu terbengkalai, hatimu remuk, mimpimu seperti asap yang buyar — tenanglah. Itu tandanya kamu masih hidup. Itu tandanya kamu sedang membangun sesuatu yang nyata, bukan hanya pencitraan manis untuk dunia luar.


메타데이터
post_id
1bdccc6c0ea4
slug
muda-dan-berbahaya-1bdccc6c0ea4
url
https://medium.com/@andhikaabhiprayas/muda-dan-berbahaya-1bdccc6c0ea4
canonical_url
https://medium.com/@andhikaabhiprayas/muda-dan-berbahaya-1bdccc6c0ea4
author_url
https://medium.com/@andhikaabhiprayas
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01