← Back to list

Rasa yang Tak Juga Usai

Sudah hampir 3 tahun sejak rasa itu bersemayam, sejak aku mempertanyakan rasa apa yang membuatku kian berdebar mendengar namamu, kian gugup…

Siti Hawa · 2026-03-01 14:12 · 0 claps · 1.6 min read
#love #sakit #melankolis #cinta #puisi
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

Rasa yang Tak Juga Usai

Sudah hampir 3 tahun sejak rasa itu bersemayam, sejak aku mempertanyakan rasa apa yang membuatku kian berdebar mendengar namamu, kian gugup melihat sosokmu. Senyumanmu berhasil membuatku tak mau membuang muka dari kejauhan, juga berhasil membuatku ogah menatapmu dari dekat. Rasa itu menggila. Masa remajaku dipenuhi semangat menggebu bertemu denganmu.

Namun sekarang berbeda.

Aku sudah 20 tahun. Melewati masa-masaku berkembang menjadi sosok yang tidak mau dibilang lemah. Sosok yang meski banyak berdecak kagum pada keindahan, selalu berusaha menjadi apa adanya. Rasa itu, yang muncul 3 tahun lalu, tak pudar nyatanya. Masih terselip harap kecil, tentang masa depan yang kelabu. Akankah kita bertemu? Dipertemukan?

Aku baik-baik saja, tak pernah menuntut pada Tuhan bahwa aku harus bersamamu. Ditakdirkan atau tidak, aku akan tetap hidup. Hidupku masih terus berjalan. Meski berjalan bersamaan dengan rasa ini — rasa yang kuharap segera usai.

Perasaan ini diketahui banyak orang, mungkin kamu juga. aku tak punya tempat dimengerti ketika kubercerita tentangmu. Satu dari mereka menganggap rasa ini angin lalu. Satu yang lain bilang rasa ini salah. Satu lagi mencemooh.

Bercerita membuat lega, tapi bercerita juga mampu menghadirkan hukum — yang tak pernah kuingin semua itu hadir.

Kamu tahu? Mereka bilang, aku gila. Karena menyukaimu.

Menyukaimu adalah hal paling indah, juga paling sakit di saat bersamaan. Melihatmu merangkulnya, melihatmu tersenyum untuknya, melihat jarak antara kita, membuatku bertanya: tak adakah celah bagiku?

Dan ketika kau sudah selesai bersama wanita itu, apakah juga berarti ini kesempatanku? Apakah ini memang sengaja diskenariokan untukku? Atau ini hanya ekspektasi tinggiku terhadap semesta? Ah, ngawur.

Kita bukan apa-apa. Aku bukan siapa-siapa.

Tentang kabar itu, aku tetap sedih mendengarmu sedih, tersia-siakan, dan hancur. Tapi aku senang apabila kamu bisa belajar dari itu: menjadi lebih pandai mengatur emosimu, tak berlebihan mencintai seseorang, tak seperti aku yang terlalu mencintaimu. adakah kau tersadar setelah itu bahwa akulah yang paling mampu tuk tidak menyakitimu? Ah, tapi sekali lagi, aku ini apa? Aku ini siapa bagimu?

Rasaku padamu tak berarti banyak, semua itu akan tenggelam bersama waktu. Dan ketika hari itu tiba, kau dan aku akan berbahagia. Bukan menjadi kita, tapi menjadi kau dan dia, aku dan dia.

Atau pilihan lainnya, aku hanya dengan diriku.


메타데이터
post_id
1bfadfbb9e29
slug
rasa-yang-tak-juga-usai-1bfadfbb9e29
url
https://medium.com/@sitihawa01724/rasa-yang-tak-juga-usai-1bfadfbb9e29
canonical_url
https://medium.com/@sitihawa01724/rasa-yang-tak-juga-usai-1bfadfbb9e29
author_url
https://medium.com/@sitihawa01724
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13