← Back to list

Pedang sang Saksi Pertempuran

Berita Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 telah membawa angin segar dan menumbuhkan semangat bagi rakyat Indonesia. Proklamasi…

R Pramoedya · 2025-01-19 03:12 · 0 claps · 1.2 min read
#pedang #pertempuran #sejarah #sejarah-indonesia #yogyakarta
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🖊️ · Illustration & Drawing

Pedang sang Saksi Pertempuran

Pedang Siswo Pawiro Koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Pedang Siswo Pawiro Koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Berita Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 telah membawa angin segar dan menumbuhkan semangat bagi rakyat Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disebarkan dari Jakarta melalui radio dan telegram kemudian dengan cepat tersebar ke berbagai penjuru wilayah Indonesia melalui berbagai cara. Media radio, surat kabar, pamflet, mulut ke mulut, dan segala cara yang dapat digunakan untuk menyebarkan kabar menggembirakan ini.

Di Yogyakarta, berita proklamasi Kemerdekaan Indonesia diterima oleh Kantor Berita Domei cabang Yogyakarta sekitar pukul 12.00 siang. Namun sayangnya, pihak Jepang melarang penyebaran berita tersebut. Dengan semangat yang tidak bisa dibendung lagi, juga karena bertepatan dengan hari Jumat, maka lewat khutbah-khutbah di masjid digaungkanlah berita kemerdekaan itu.

Sumarmadi, pemimpin gerakan pemuda Yogyakarta kemudian mengambil alih radio Hoso Kyoku untuk menyiarkan berita kemerdekaan Indonesia. Setelah kabar tersebut tersiar ke rakyat Yogyakarta, para pemuda lantas melakukan nasionalisasi atau mengambil alih gedung dan kantor yang dikuasai oleh Jepang. Samawi dan Sumarmadi berhasil mengambil alih gedung Harian Sinar Matahari

Pada 6 Oktober 1945 terjadi perundingan antara pihak Yogyakarta dengan Jepang agar Jepang menyerahkan alat-alatnya, tetapi Jepang menolak. Akibat dari hal itu, pada 7 Oktober 1945 terjadi pertempuran di Kotabaru untuk melucuti senjata Jepang.

Salah satu yang turut aktif dalam Pertempuran Kotabaru tersebut adalah Bapak Siswo Pawiro yang tergabung dalam BKR. Museum Benteng Vredeburg memiliki koleksi pedang yang merupakan realia (benda asli) dari pedang milik Siswo Pawiro. Pedang ini bernomor regristrasi 525 dan nomor inventarisasi 07.48.(01–02). Pedang ini diperoleh Bapak Siswo Pawiro ketika ikut melucuti senjata Jepang di Yogyakarta. Koleksi Museum Benteng Vredeburg ini dapat menjadi pengingat semangat juang rakyat mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dan mengusir para penjajah dari negeri tercinta ini.

Referensi:

Buku Panduan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. (2020)


메타데이터
post_id
1ce29f5a6483
slug
pedang-sang-saksi-pertempuran-kotabaru-1ce29f5a6483
url
https://medium.com/@errrpram/pedang-sang-saksi-pertempuran-kotabaru-1ce29f5a6483
canonical_url
https://medium.com/@errrpram/pedang-sang-saksi-pertempuran-kotabaru-1ce29f5a6483
author_url
https://medium.com/@errrpram
status
ok
fetched_at
2026-06-28 10:39:35