← Back to list

Ibadah Indah bernama Itikaf | RamadanTalk #5

Bagiku, Itikaf itu ibadah yang indah dan luar biasa. Bagaimana tidak, seorang hamba Allah yang bangun di tengah heningnya malam, melawan…

Dion Fitra Amadea · 2026-03-29 10:24 · 0 claps · 1.8 min read
#itikaf #ramadhan #ibadah
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment BIZ · Business Strategy ⚖️ · Law & Justice

Ibadah Indah bernama Itikaf | RamadanTalk #5

Photo by Masjid MABA on Unsplash

Photo by Masjid MABA on Unsplash

Bagiku, Itikaf itu ibadah yang indah dan luar biasa. Bagaimana tidak, seorang hamba Allah yang bangun di tengah heningnya malam, melawan rasa kantuk yang menyelimuti, Ikhlas untuk beribadah dan berkomunikasi dengan Tuhannya di rumah-Nya. Terlebih, ini dilakukan di bulan penuh rahmat, bulan Ramadan.

Itikaf memang sebenarnya tidak ada ketentuan khusus terkait durasi yang musti dilakukan. Namun, panjangnya waktu malam dinilai sebagai momentum yang tepat untuk banyak beribadah dan merenungi segala dosa segala hidup yang telah diperbuat. Sunyinya malam yang terkadang bikin kita lebih konsentrasi, walaupun terkadang juga bikin kita jadi lebih ngantuk, (yah namanya juga cobaan beribadah).

Itikaf itu bisa dibilang ibadah yang simpel. Caranya “cuma” tinggal berdiam diri di masjid. Tapi, justru dengan simpelnya itulah banyak aktivitas ibadah yang bisa dilakukan. Ini bentuk ibadah yang menurutku tinggi peluang buat bisa berkonsentrasi penuh. Momen tepat buat bisa mengingat Allah, flashback dosa, membersihkan hati, minta ampunan, dan sebagainya.

Malam ke-25 ramadan, 15 Maret, aku coba beritikaf di masjid terbesar se-ASEAN, Istiqlal. Berangkat tengah malam jam 12, melihat macetnya pengendara di sekitaran Istiqlal, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk beritikaf sambil mengejar malam lailatul qadar. Parkiran penuh dan banyak kendaraan yang parkir mengular di tempat yang nggak seharusnya, seperti trotoar dan jalan raya.

Istiqlal saat Malam ke-25

Istiqlal saat Malam ke-25

Masuk masjid, makin ramai. Orang-orang memenuhi segala sudut ruang masjid. Ada yang ikut salat jamaah qiyamul lail, ada yang ngaji, ada yang tidur, makan, dan lain-lain. Di malam itu, masjid yang biasanya cukup buat menampuh jamaah hanya dengan lantai 1, sekarang harus membuka aksesnya hingga lantai paling atas, lantai 5, dan aku pun baru kedapatan di lantai 4.

Takjub ngelihat berbagai background masyarakat mengikuti jamaah dengan saksama dan saling berzikir bahkan sampai masyarakat berbondong-bondong berburu menu sahur di area masjid.

Bagi sebagian orang yang siangnya bekerja berat atau berkuliah atau beraktivitas lain, tentu beberapa merasa itikaf itu berat karena boleh jadi mereka akan menjalani kehidupan siangnya dengan rasa kantuk. Maka, buat orang-orang seperti itulah, ibadah itikaf menjadi indah. Beberapa mungkin terdorong niatnya karena FOMO dan beberapa lainnya ada yang benar-benar tulus. Tapi itu biarlah, siapa yang tahu niat masing-masing orang ya kan? Cukup dipahami saja. Yang pasti, tetap ada kaitannya dengan sarana mendekatkan diri kepada pencipta-Nya.

Itikaf indah, bukan? Semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadan tahun depan!


메타데이터
post_id
1d6d16b217f2
slug
ibadah-indah-bernama-itikaf-1d6d16b217f2
url
https://medium.com/@dion.fitra99/ibadah-indah-bernama-itikaf-1d6d16b217f2
canonical_url
https://medium.com/@dion.fitra99/ibadah-indah-bernama-itikaf-1d6d16b217f2
author_url
https://medium.com/@dion.fitra99
status
ok
fetched_at
2026-07-11 15:47:47