Amin kesekian: Sudut-sudut doa menangkap serapah yang kita kemas dalam bentuk harap
“Jangan ragu, ya.”
Amin kesekian: Sudut-sudut doa menangkap serapah yang kita kemas dalam bentuk harap
“Jangan ragu, ya.”
Sebermula kukira sepantasnya doa-doa hanya dituju secukupnya, disimpan sedikit untuk hari ini dan dikirim banyak pada besok dan besok-besoknya. Namun berhari-hari setelahnya, biarkan aku membiarkanmu paham bahwa ribuan amin yang aman dalam dua belah bibirku yang bertabrakan kala mengimaninya adalah caraku mengudarakan cinta dalam bentuk bahasa.
Aku kesal ketika kamu tidak menyentuh makanan sahurmu, tapi aku juga ingin kau sungguh yakin bahwa pada belahan dunia yang entah di mana, ada aku-aku yang lain-lainnya, yang sama kesalnya pada kau-kau yang lain-lainnya karena tidak menyantap sahur sebelum puasa. Maukah kau percaya padaku bahwa ada tempat di bagian dunia yang entah di mana, ada aku-aku yang lain-lainnya yang leluasa untuk memagut kau-kau yang lain-lainnya kapan pun kausuka: HAPUS JARAKNYA. HAPUS SAJA.
Mungkin besok-besok kita bisa ciuman cantik sembari melihat sapi bekerja?
Kasih, masih aku menggemari hadirmu dalam ruang-ruang maya yang penuh canda dan berita (yang kaubenci karena kaya distorsi, yang kusuka karena bebas arti, yang masih kita gunakan bersua demi membuat satu-dua teman iri). Masih aku meletakkanmu pada jajar netraku pada rak-rak buku yang kubiarkan berdebu. Telah aku, masih aku, dan akan aku, akan aku, akan aku … menyimpanmu baik seperti kausimpan baik pula nota-nota belanja yang kaudansakan atasnya kata-kata ketika kausempatkan duduk jenak kala toko sedang sepi.
Nanti, besok, atau kapan-kapan, deh, akan kubiarkan diriku baring di dalam matamu yang lelah. Sekarang kita menangis sendiri dulu, ya, pada suaka masing-masing yang mungkin terasa dingin dan asing. Nanti, besok, atau kapan-kapan, deh, akan kusisir halus rambutmu kala kau lelap. Sekarang kita biar baring sendiri dicabik-cabik sepi di atas kasur masing-masing. Nanti, besok, atau kapan-kapan, deh.
Tapi, kau mau percaya padaku, kan, kalau ada tempat pada belahan dunia yang entah di mana, disisakan atasnya aku dan kau saja?
메타데이터
- post_id
- 1ded76477e2e
- slug
- amin-kesekian-sudut-sudut-doa-menangkap-serapah-yang-kita-kemas-dalam-bentuk-harap-1ded76477e2e
- url
- https://medium.com/@paniterabanal/amin-kesekian-sudut-sudut-doa-menangkap-serapah-yang-kita-kemas-dalam-bentuk-harap-1ded76477e2e
- canonical_url
- https://medium.com/@paniterabanal/amin-kesekian-sudut-sudut-doa-menangkap-serapah-yang-kita-kemas-dalam-bentuk-harap-1ded76477e2e
- author_url
- https://medium.com/@paniterabanal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 22:19:32