Perasaan Berbeda Ketika Kembali Naik Ojek Online
#47 Sepenting Itukah Ojol Bagi Saya!
Perasaan Berbeda Ketika Kembali Naik Ojek Online
#47 Sepenting Itukah Ojol Bagi Saya!

Diambil dari: https://projectmultatuli.org/pembunuhan-affan-kurniawan-sebuah-kegilaan-di-jalan-penjernihan/
Baca versi gratis klik di sini
Sepekan ini, sejak tanggal 28 Agustus 2025, kita semua bersedih. Saya, sangat sedih teramat sakit melihat pemuda berusia 21 tahun tewas dilindas aparat. Dia sedang mencari nafkah. Namanya Affan Kurniawan. Terlebih bagi keluarganya yang amat kehilangan, Affan adalah tulang punggung keluarga. Tolong diingat, bahwa 28 Agustus 2025 terjadi peristiwa pembunuhan. Kita, sebagai masyarakat adalah penjaga memori kolektif. Jangan dilupakan dan harus diungkit terus!
Saya tahu, banyak yang menjadi korban pada gejolak politik saat ini. Saya turut berduka dan menyayangkan kondisi ini. Kami, masyarakat menuntut pertanggung jawaban atas kelambanan pemerintah hingga jatuhnya banyak korban.
Aksi demo kami, tidak makar, Pak!
Cepat tuntaskan tuntutan rakyat 17+8!
Jangan kami diabaikan, tolong!
Kawan mahasiswa, ojol, buruh, masyarakat, sudah berjuang menyuarakan hak kami, tolong didengar, dilakoni!

Ilustrasi: Diciptakan oleh ChatGPT (2025). OpenAI. Diakses dari https://chat.openai.com
Sudah banyak tulisan berseliweran di Medium membahas busuknya penguasa. Saya di sini, hanya ingin menulis tentang ojol. Ojek online, penyedia jasa kesayangan saya, dan mungkin kesayangan kita semua.
Sebagai salah satu pengguna aplikasi ojek online, saya amat terpukul dengan kejadian yang lagi-lagi memarginalkan status mereka. Padahal juga, bagi saya, lebih penting kehadiran ojol, daripada wakil rakyat!
Dalam tulisan kali ini, izinkan saya bercerita tentang pentingnya ojek online di kehidupan saya.
Awalnya, saya tidak ingin menulis apa-apa terkait gejolak ini, selain puisi yang hanya bisa saya tuliskan dan kampanye media sosial yang ikut saya gaungkan. Saya baru tahu, saya tidak bisa menulis apa-apa jika sedang sangat sedih. Saya hanya bisa menganga menyaksikan para wakil rakyat joget-joget. Saya hanya bisa mengutuk pemimpin yang tidak tegas dari sanubarinya. Saya hanya bisa menangis melihat pemuda baik mati dilindas aparat keparat.
Namun, emosi itu berubah menjadi sakit yang teramat lembut menusuk jari jemari saya, ketika saya akan pergi untuk bekerja pada hari ini, 4 September 2025. Saya membuka aplikasi ojol dan dengan cepat mengetik tujuan saya. Waktu terasa melambat, pikiran saya teringat potongan video yang memperlihatkan kesetanan mobil rantis brimob melindas Affan. Seperti potongan-potongan kecil, semua merambat di kepala saya, dan membuat mata saya perih. Hanya perih sementara ini.
Lalu di depan rumah, sang ojol menyapa saya menyebutkan nama saya dengan sangat sopan, “Kak Ajeng ya?” di balik helm dan maskernya, saya melihat matanya tersenyum, dari dalam masker, ia tersenyum. Beliau lalu menyilahkan saya naik motornya dan memberikan helm. Begitu naik, mata saya terpaku pada punggung jaketnya. Lambang salah satu penyedia jasa ojol: gojek, **mengingatkan saya pada helm Affan. **Affan Kurniawan, ojol berusia 21, dibunuh polisi saat sedang mencari nafkah. Kalimat itu menggaung di hati saya.
Lantas di atas kemudi ojol siang ini, saya menitikan air mata. Lalu keluar suara tangisan kecil. Saya mati-matian menahannya. Biasanya naik ojol ya biasa saja, tidak ada perasaaan khusus, hanya memikirkan apakah jalanan macet atau tidak, apakah saya telat atau tidak. Namun kini, perasaan itu berbada ketika kembali naik ojek online, duka yang tidak terkira.
Perjalanan 15 menit ini menyisakan renungan panjang. Mengapa saya sangat sedih sekali? Mengapa sepekan ini GERD saya yang biasanya tidak pernah kambuh, jadi kambuh lagi? Dan mengapa saya tidak bisa menulis apa-apa? Ternyata hati saya membatu, menahan kebencian yang teramat padat. Saya yakin, setelah peristiwa yang menimpa Affan, esoknya pada 29 Agustus, rakyat Indonesia banyak terbangun dari tidurnya dalam keadaaan sesak.
Saat saya turun dari ojol, dalam keadaan mata memerah, saya menyerahkan helm itu dan mengucapkan terima kasih kepada bapak ojol. Bapak ojol itu melihat saya, lalu bertanya, “Kak, gapapa?” Saya hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Mungkin ojol yang mengantar saya tadi adalah orang-orang yang mengantar Affan ke peristirahatan terakhirnya.
Saya segera berlalu dan menulis ini.
Saya menyadari betapa ojol sangat berarti kehadirannya dalam hidup saya. Lebih dari sekedar pertukaran transaksi, ojol membantu roda kehidupan saya. Sejak kuliah, ojol dengan setia mengantarkan saya bekerja paruh waktu. Kadang-kadang lokasinya jauh dan saat tahu saya seorang mahasiswa yang bekerja, mereka menolak bayaran lebih. Saya yang trauma mengemudikan motor, sangat berterima kasih sejak hadirnya ojol di Indonesia.
Lalu, saat saya menikah dan saya menderita banyak sakit yang dulu tak sembuh-sembuh, ojol menawarkan jasanya untuk membelikan makanan, sampai sekarang. Ya, sampai sekarang setiap hari, saya masih menggunakan jasa ojol untuk membeli makanan. Tentu saja bukan karena saya sakit, tapi karena kesibukan yang tidak memungkinkan masak setiap waktu.
Saat saya memberikan tip yang tidak seberapa, kamu tahu apa respons ojol? Kebanyakan mereka mendoakan kehidupan saya. Doanya sangat panjang diikuti anggukan terima kasih yang dalam dari mereka. Ada lagi, suatu hari saya memesan makanan dan ojol yang mengantarkan makanan itu turut membawa anak dan istrinya. Mereka memberi salam serempak dan hati saya menghangat.
Banyak macam-macam ojol yang saya temui. Dan saya mau bilang, kebanyakan ojol yang saya temui, mereka baik hati.
Akhirnya, saya mengerti mengapa saya sangat sedih melihat peristiwa yang menimpa Affan: karena saya punya relasi dengan ojol. Tanpa mereka, saya kelaparan. Tanpa mereka, saya tidak bisa mengajar. Tanpa mereka, saya tidak bisa pulang. Dan anggotanya kini berpulang.
Duka yang mahapanjang terasa menjalari setiap nadi rakyat Indonesia.
Alfatihah untuk Affan Kurniawan. Dan juga untuk semua yang berpulang.
Luka ini akan terus menganga, jangan biarkan sembuh! Kawal terus pertanggung jawaban penguasa pada tuntutan rakyat! Jangan lengah, kawal terus!

Ilustrasi: Diciptakan oleh ChatGPT (2025). OpenAI. Diakses dari https://chat.openai.com
메타데이터
- post_id
- 1df1c76df69c
- slug
- perasaan-berbada-ketika-kembali-naik-ojek-online-1df1c76df69c
- url
- https://medium.com/berbagi-berdampak/perasaan-berbada-ketika-kembali-naik-ojek-online-1df1c76df69c
- canonical_url
- https://medium.com/berbagi-berdampak/perasaan-berbada-ketika-kembali-naik-ojek-online-1df1c76df69c
- author_url
- https://medium.com/@ajengrestiyani
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 12:15:08