Riuh Gemuruh Kehilangan
Riuh Gemuruh Kehilangan

Ruangan sempit dengan ukuran 5x6 ini (mungkin karena kau tak tahu pasti, dengan sudut ruangan yang miring tak rata), dengan empat insan yang terlelap dengan kepala saling menempel satu dengan yang lain.
Tiga puan yang saling berbagi selimut itu adalah ibu, aku dan adikku.
Dua puluh tahun lebih tak ada sekat untuk tidur, tak ada ruang pribadi menjadikan rasa kami terkadang timpang tinddih.
Tidak ada yang salah tentang ini, karena kami masih memiliki atap yang dapat melindungi dari panas dan hujan.
Hidup berdampingan membuatku takut untuk merasa kehilangan.
Selepas membaca Alternatif Universe yang seharusnya menghibur, aku malah menangis di tengah malam dengan rasa yang selalu mengahntuiku selalu.
Apa boleh puan-puan yang hidup bersamaku didalam ruang-ruang sempit penuh barang-barang ini ada untuk selamanya?
Apa boleh puan tersebut menemaniku sampai aku bisa melihat senyumnya, membayar apa yang sudah ia beri?
Perihal kehilangan ini bergemuruh riuh, memporak-poranda akal dan pikiran.
bolehkan puan itu (ibuku) hadir disetiap perjalananku yang tidak selalu mulus?
Hiduplah lebih lama, ibu.
Peluk hangat dengan kasih, kaa.
메타데이터
- post_id
- 1f3a1bfdad4d
- slug
- riuh-gemuruh-kehilangan-1f3a1bfdad4d
- url
- https://medium.com/@khafein/riuh-gemuruh-kehilangan-1f3a1bfdad4d
- canonical_url
- https://medium.com/@khafein/riuh-gemuruh-kehilangan-1f3a1bfdad4d
- author_url
- https://medium.com/@khafein
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 17:31:34