← Back to list

KESEIMBANGAN DUNIA

Sebagai makhluk pengamat banyak sekali sisi yang terlihat seolah menjadi orang ketiga diantara percakapan yang sunyi. menyadari satu fakta…

Siti Nur hayati · 2026-06-30 16:29 · 0 claps · 3.1 min read
#life-learning #religion-and-spirituality
Open on Medium ↗
Wiki topics: EDU · Education & Learning HUM · Humanities · General 🕊️ · Religion 🧘 · Spirituality

KESEIMBANGAN DUNIA

Sebagai makhluk pengamat banyak sekali sisi yang terlihat seolah menjadi orang ketiga diantara percakapan yang sunyi. menyadari satu fakta dan diinsyafi sendiri adalah sebuah kesan yang sifatnya subjektif.

selama ini banyak yang telah dipahami secara sendirinya. seperti cara orang berkomunikasi, label yang menjadikannya angkuh, label yang menjadikannya dermawan dan juga hal yang menjadikannya ramah.

bicara tentang komunikasi, ternyata bukanlah hal yang mudah. tapi bagaimana seseorang bisa menyampaikan inti topik kepada lawan tuturnya tanpa ada rasa canggung ataupun kesan yang membingungkan.

hal ini adalah sesuatu yang dilatih.

belajar bicara dan bicara untuk belajar.

sebagai makhluk yang beriman kita dilatih sejak kecil untuk bicara dengan tuhan ketika kita bersedih, menginginkan sesuatu dan juga ketika dalam kebingungan. tapi tuhan juga memerintah kita untuk bicara kepada makhluk sesamanya yang artinya adalah bersosialisasi. bersosialisasi sama dengan menambah ladang pahala kita untuk menjadi makhluk yang bermanfaat seperti yang dikatakan perawi “khoirunnas anfauhum linnas” sebaik-baiknya manusia adalah seorang yang bermanfaat bagi manusia lainnya. jika kedua hal ini berjalan dengan baik maka keseimbangan diri antara dunia dan akhirat sangatlah baik.

keseimbangan ini saya amati dari berbagai orang yang saya temui di dunia sekeliling.

pertama adalah dosen pengkajian ilmu puisi bernama muhammad fadlil. beliau adalah dosen yang sangat keren karena memadukan seni musik dengan agama yang bahkan membuat musik menjadi hal yang indah, jika mendengar musiknya maka kita akan dibuat bermuhasabah diri. selain seni musik beliau juga bergelut di dunia theater yang identik dengan jiwa. baginya dunia dalah sebuah panggung dan tuhan adalah sutradaranya tetapi kita tidak tahu bagaimana alur itu sehingga membuat tokoh didalamnya berikhtiar menjadi seorang aktor yang kaffah.

kedua adalah dosen ilmu terjemah yaitu prof. akmaliyah, beliau mendedikasikan dirinya sebagai seorang pendidik yang tidak hanya membangun ilmu tetapi juga karakter mahasiswanya. tiap kali belajar dengan beliau rasanya seperti memiliki ibu yang tegas, baik dan juga mengarahkan. beliau adalah role model saya ketika mendidik siswa di sekolah dasar tidak pernah menghakimi, selalu sabar dan membinanya sampai dia menjadi bisa. beliau selalu menceritakan perjalanan hidupnya dan bagaimana dia menyelaraskan antara dunia dan akhirat. dari cerita beliau ada satu benang merah yaitu menjadi wanita tidak ada batas usianya asalkan terus belajar dan beradaptasi tanpa kehilangan nilai diri sebab tuhan menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa.

ketiga adalah dosen ilmu akhlak yaitu prof. yayan. beliau seorang wanita yang sangat bahagia. pada saat itu saya merasa senang sekali karena bisa membantu belau membawakan barangnya dan membelikannya sarapan pagi yaitu dua buah pisang. ketika diuji oleh beliau saya membawakan tema echobrik yang dimana hal ini selaras dengan akhlak kita terhadap lingkungan yang tuhan amanahkan kepada manusia. bahkan disana saya paham bahwa akhlak yang baik tidak cuma kita kepada manusia tetapi juga pada lingkungan sekitar, orang tua, tuhan dan juga akhlak baik terhadap diri sendiri. beliau selalu mencerminkan apa yang beliau katakan dikehidupanya sehari-hari,bahkan rasanya beliau sudah mencapai titik happines di usianya yang sudah tidak muda. Setiap kali beliau mengajar yang selalu terlihat adalah beliau sangat mencintai pekerjaannya sebagai dosen, tidak pernah menyulitkan mahasiswanya tetapi beliau sangat tegas jika mahasiswa tersebut sudah malas.

keempat, beliau adalah stasiun manager di tempat saya magang yaitu Fasa. beliau bukan seorang pengajar seperti ketiga orang hebat diatas tapi beliau mengajarkan secara langsung bagaimana memperlakukan manusia sebagai manusia. entah berapa banyak manusia buruk yang beliau temui tapi dia adalah dia. beliau suka seseorang yang bekerja keras, suka yang punya prinsip dan juga suka seseorang yang ingin terus belajar. jika diibaratkan beliau adalah kamusnya manusia. beliau paham betul bagaimana menghadapi orang-orang disekelilingnya, beliau diam tapi pikiranya tidak. Dunia yang dijalaninya memanglah tidak mudah beliau pernah bercerita ketika diusir oleh ayahnya diusia yang sangat muda serta hidupnya yang jauh dipedalaman datang ke kota dengan tangan kosong, ditatap dengan rendah dan juga seakan tidak bernilai. beliau bilang, bahwa surga adalah milik tuhan dan yang masuk ke dalam surga bukan hanya orang yang rajin beribadah, bahkan seorang pendosa yang memberi minum anjing pun bisa masuk surga, bukankah surga adalah tujuan akhir setiap manusia? beliau menyeimbangkan dunia bukan dari ibadah yang banyak disarankan, tetapi menyeimbangkannya dengan kebermanfaatan diri terhadap orang di sekitarnya.

menyelaraskan dua dunia disatu waktu memanglah sulit, beruntung jika berada dalam lingkungan yang sudah membiasakan hal itu, tapi lingkungan yang dinilai beragama pun terkadang tak mampu menyelaraskan dengan perkembangan dunia, bahkan sangat kaku, segala hal dibilang bid’ah, padahal bid’ah memiliki dua jenis. ada bid’ah yang baik dan bid’ah yang memang tidak dianjuran. asal usul bid’ah pun bukan larangan tetapi adalah hal yang tidak dilakukan oleh rosul. namun hal inilah yang dinilai sulit. tetapi pada dasarnya segala hal yang baik akan baik pula akhirnya.

tuhan mengizinkan kita duniapun atas perjanjian yang tak pernah disadari, Ia tahu nama kita, tanggal lahir, kapan kita mati, rezeki dan hal lainnya yang belum kita lewati. namun tugas kita hanya satu yaitu berikhtiar, terus terbuka terhadap segala kemungkinan dan juga berusaha untuk diri sendiri.

memang lelah menyeimbangkannya, tapi hidup tenang dan tertata adalah jaminannya.

wallahu’alam

next kita bahas apa lagi ya?


메타데이터
post_id
1fc629dbbd29
slug
keseimbangan-dunia-1fc629dbbd29
url
https://medium.com/@bismillahsiyu/keseimbangan-dunia-1fc629dbbd29
canonical_url
https://medium.com/@bismillahsiyu/keseimbangan-dunia-1fc629dbbd29
author_url
https://medium.com/@bismillahsiyu
status
ok
fetched_at
2026-08-18 03:56:49