← Back to list

Seni meredupkan diri ala freiren

tanaman putri malu

Enter Wind · 2026-05-21 16:57 · 0 claps · 4.7 min read
#frieren #anime #seinen #eksistensialisme #humans
Open on Medium ↗

Seni meredupkan diri ala freiren

tanaman putri malu

tanaman putri malu

Ketika menulis ini saya sedang dalam perjalanan pulang usai menunggu selama empat jam untuk klaim JHT di kantor BPJS Ketenagakerjaan (yang tidak langsung cair juga). Apa yang saya sesalkan hari itu, perasaan kesal hingga berdamai bahwa pekerja keamanan hanya menjalankan perintah sistem birokrasi yang semrawut itu. Kemudian saya teringat bagaimana sebuah animasi Freiren melampaui perjalanan yang diadaptasi dari komik jepang itu menjadi sebuah perenungan kenapa saya sampai di kesadaran dan keputusan-keputusan hidup saat ini.

Dikisahkan Freiren adalah ras elf yang telah hidup jutaan tahun bahkan sebelum peradaban ras manusia berkembang. Dalam perjalanan hidupnya ia diselamatkan oleh guru sihirnya Flamme dari serangan iblis di desa elf tempat ia dibesarkan. Flamme banyak mengajarkan Freiren betapa penting untuk mempersenjatai diri bukan hanya dari rapalan mantra sihir hebat namun mulai dari pengendalian diri melalui kendali atas mana.

Mana untuk sebagian penyuka genre sihir bukanlah hal baru yang butuh penjelasan, namun untukmu yang bukan penyuka genre fantasi biar saya jelaskan apa itu mana. Mana adalah ukuran energi seperti poin kesehatan fisik, namun mana menjelaskan secara spesifik seberapa hebat kekuatan sihir pengguna sihir.

Dalam serial Freiren selain klan elf, kurcaci dan manusia ada klan iblis yang di dalam serial ini digambarkan mengganggu dan bisa dibilang klan antagonis yang menjadi musuh Freiren dan kawan-kawan. Membicarakan iblis, kaum yang tinggi hati dan juga culas ras iblis begitu memuja sihir-sihir dahsyat dan pengguna sihir dengan jumlah mana yang besar. Mana menjadi sebuah deteksi seberapa hebat seorang pengguna sihir di dunia yang Freiren tinggali.

Dikisahkan setelah Flamme menyelamatkan Freiren dari serangan iblis di desanya, Flamme sempat kesulitan karena mana Freiren mudah dideteksi. Singkat cerita Flamme mengajari Freiren bagaimana mengendalikan mana dan beberapa sihir.

Namun setelah mampu mengendalikan mana ada satu pertanyaan yang terus mengganjal di benak Freiren, mengapa ras manusia menjalani hidup dengan cara yang sangat berbeda seperti klan elf? Pertanyaan itu seiring berjalannya waktu mulai terjawab saat Freiren bersama sekutunya Himmel cs mengajaknya dalam misi menyelamatkan perdamaian dunia melalui perjalanan menuju ke Utara demi membunuh raja iblis.

Dalam misi itu Freiren belajar dari kedua teman seperjalanannya yang ras manusia bersama dengan satu ras kurcaci. Masa hidup yang singkat dimana berbeda jauh dengan masa hidup ras elf diamati Freiren membuat manusia hidup dengan penuh sungguh-sungguh untuk bertahan hidup dan problematika eksisten yang sangat timpang dengan ras elf dan ras kurcaci yang memiliki masa hidup lebih lama.

Himmel dengan karakter yang punya kepercayaan diri dengan empati tinggi beberapa kali membuat Freiren tertegun memaknai apa itu manusia. Bagi Freiren yang hanya punya pengalaman dengan satu manusia saja yaitu gurunya Flamme hal itu membukakan matanya tentang ketidaksempurnaan, emosi dan rapuhnya manusia itu sendiri. Siklus hidup manusia yang singkat membuat Freiren berulang kali kebingungan dengan ketergesaan yang ingin manusia raih di dalam hidupnya, bisa dibilang perasaan tidak terhubung itu terus mengusik Freiren memahami manusia itu sendiri.

Kembali ke topik mengapa Flamme mengajari Freiren untuk mengendalikan mana. Selain untuk pertahanan demi keselamatan Freiren yang kemudian di dalam serial ini diajarkan Freiren ke Fern anak didiknya, pengendalian mana menjadi sebuah jalan hidup yang tak hanya melampaui nilai moral namun juga dalam perenungan reflektif ada filosofis yang hendak disampaikan dalam kisah Freiren.

Tadinya saya pikir alasan dibalik Flamme mengajarkan pengendalian mana semata-mata hanya untuk kepentingan keamanan Freiren saja, namun semakin saya mengulang menonton khususnya saat Freiren tertohok melihat betapa singkat hidup manusia sepeninggal Flamme dan Himmel hingga Heather ada kesan menohok yang didapat menyaksikan kematian itu sendiri. Kefanaan hidup itu sendiri lah yang pada akhirnya menjawab betapa rapuhnya manusia itu sendiri. Harapan manusia yang ingin hidup melampaui masa hidupnya juga dijawab bagaimana ras elf menjalani kehidupan sekian tahun seperti sepersekian detik bagi ras manusia.

Kemudian ada pertanyaan lain, mengapa manusia begitu menginginkan hidup yang melampaui keterbatasannya? saya ga bisa jawab, karena bila kita hidup jauh lebih lama tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang tidak bisa kita bayangkan. Bahkan di era dimana teknologi mampu membantu manusia untuk bertahan sedikit lebih lama seperti sekarang dengan kehadiran vaksin, antibiotik, transplantasi organ, sampai stemcell rasanya tidak banyak yang berubah dari peradaban manusia. Bahkan rasanya manusia tidak belajar banyak atas dampak yang telah mereka buat dalam rentang peradaban yang mengenal usia hingga sekarang.

saya melihat bagaimana mana yang begitu dibanggakan ras iblis dalam serial ini seperti ego. Dalam masyarakat disiplin yang dipaparkan pemikir era setelah modernisme ada lonjakan besar akibat industrialisasi untuk menjinakkan manusia dari elemen sekecil keluarga. Seperti Guattari dan Deleuze menjelaskan bagaimana individu di era globalisasi bukan lagi diartikan sebagai individu namun dividual. Istilah dividual menggambarkan bagaimana manusia hari ini tidak hanya dikungkung oleh sistem namun juga kendali negara memperhitungkan dimana dividual itu sendiri bermuara atas data-data yang terkumpul dari bentuk pengawasan dari rumah ke sekolah hingga jenis karir apa yang dipilih sejak bangku sekolah.

D bawah sistem kapitalisme yang terpusat manusia seolah dibuat menyerah, kalah dan malu atas keputusan-keputusan yang dibuat. Sederhananya begini seperti bagaimana pengawasan di kantor yang dilakukan oleh bos, mengapa teman kerja saya yang ditangkap tangan sedang bekerja sambil mengobrol disebut di dalam grup obrol kerja begitu ketakutan dan langsung memohon maaf atas tindakan yang tidak mengancam langsung. Dan ketika saya merespon dengan tenang dan santai untuk berterima kasih atas pengingat yang diberikan justru dianggap tidak sopan, padahal dalam hubungan ketenagakerjaan pekerja maupun bos pemilik alat produksi saling membutuhkan. Mengapa relasi ketenagakerjaan membuat pekerja harus menekan kecerdasannya hingga dampaknya pada sikap inferior ketika berhadapan langsung dengan pemilik alat produksi? Mengapa sikap inferior menekan ego itu tidak dibarengi dengan kejernihan bahkan kritis?

Pada akhirnya asumsi saya atas menekan mana seperti menekan ego rasanya berbeda adanya. Jadi berbeda karena pengendalian mana yang diwariskan Flamme ke Freiren hingga Fern itu sendiri tidak hanya sebuah jalan hidup ala stoik yang begitu keras gembar-gembornya daripada sikap atau laku yang sungguh-sungguh didasari dengan pondasi insting bertahan hidup kritis dan reflektif.

Serial yang terkenal bikin ngantuk ini karena menggunakan alur maju dan mundur dengan cara bercerita yang lambat menambah nilai tersendiri bagi penontonnya. Selain itu ada lelucon julukan pria satu episode untuk karakter Himmel karena memang hanya diceritakan kisahnya secara utuh di dalam satu episode saja.

Serial Freiren mungkin memang bukan untuk semua orang. Bahkan untuk memaknai perjalanan saja rasanya masih kerap ditemui orang-orang yang latah memaknai kisah seseorang hanya hulu dan muaranya saja. Sebuah cara pandang dualisme atau biner yang sangat erat dengan masyarakat hetero yang begitu hitam putih menilai apapun. Ruang abu-abu dan konsep ‘menjadi’ bahkan dianggap singkat sesingkat kefanaan hidup yang mereka emban. Perjalanan melintas zaman yang dilakukan Freiren sembari mencari beragam kitab-kitab sihir yang dianggap remeh banyak penontonnya menunjukkan bagaimana visual dan alur sarat akan kehebohan sensasi fan service adalah arus utama yang lekat bagi jamak penonton animasi hari ini.

Terbukti bagaimana respon yang didapatkan serial ini yang berkutat hanya pada sosok pahlawan dan sihir-sihir hebat. Padahal ada ruang yang coba dihadirkan dalam perjalanan Freiren yaitu, jalan sunyi yang dipilih Freiren. Tanpa perlu sebuah filosofis ndakik-ndakik seperti amor fati, Freiren yang sibuk membacai beragam kitab-kitab sihir “biasa” mampu mewariskan jalan hidup sederhana tanpa perlu pamer unjuk kemampuan bahkan mana besar yang ia miliki. Mengakhiri racauan ini saya cuma mau bilang betapa hidup membosankan hanya untuk terlihat hebat di depan banyak orang.


메타데이터
post_id
1ff4302920f3
slug
seni-meredupkan-diri-ala-freiren-1ff4302920f3
url
https://medium.com/@EnterWind/seni-meredupkan-diri-ala-freiren-1ff4302920f3
canonical_url
https://medium.com/@EnterWind/seni-meredupkan-diri-ala-freiren-1ff4302920f3
author_url
https://medium.com/@EnterWind
status
ok
fetched_at
2026-07-13 23:28:58