Perhutani dan Kodim Banyumas Perkuat Barikade Pengamanan Hutan di Musim Kemarau
Purwokerto, 5 Agustus 2026 | Musim kemarau selalu membawa tantangan yang sama bagi kawasan hutan. Risiko kebakaran hutan dan lahan…
Perhutani dan Kodim Banyumas Perkuat Barikade Pengamanan Hutan di Musim Kemarau

Audiensi Wakil Administratur KPH Banyumas Timur dan Dandim Banyumas terkait karhutla (sumber: perhutani.co.id)
Purwokerto, 5 Agustus 2026 | Musim kemarau selalu membawa tantangan yang sama bagi kawasan hutan. Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat. Aktivitas ilegal juga cenderung lebih mudah terjadi karena akses menuju kawasan hutan lebih terbuka. Menjawab kondisi tersebut, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur melakukan audiensi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0701/Banyumas guna memperkuat koordinasi dan sinergi pengamanan kawasan hutan di wilayah Kabupaten Banyumas, Senin (20/07).
Pertemuan itu tidak hanya membahas antisipasi karhutla selama musim kemarau. Lebih dari itu, kedua pihak menyepakati pentingnya membangun pola kerja sama yang berkelanjutan antara aparat TNI dengan Polisi Kehutanan (Polhut) Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen, BKPH Gunung Slamet Barat, dan BKPH Jatilawang.
Langkah ini menjadi penting karena pengamanan hutan bukan sekadar memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Upaya yang lebih utama adalah mencegah munculnya potensi gangguan sejak dini melalui patroli bersama, pertukaran informasi, hingga respons cepat apabila ditemukan aktivitas yang mengancam kelestarian hutan.
Wakil Administratur KPH Banyumas Timur, Sindar Pasaribu, mengatakan bahwa kerja sama lintas sektor merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, luas kawasan hutan membuat Perhutani tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga seluruh wilayah secara optimal.
“Perhutani sangat mengapresiasi dukungan Kodim Banyumas. Kami berharap koordinasi ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengamanan hutan, khususnya menghadapi musim kemarau. Sinergi antara Polhut Perhutani dan jajaran TNI di lapangan diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila terjadi potensi gangguan keamanan maupun kebakaran hutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengamanan hutan tidak hanya berkaitan dengan aset negara, tetapi juga menyangkut keberlangsungan fungsi ekologis hutan sebagai penyimpan air, pengendali erosi, penyerap karbon, dan penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, setiap gangguan yang dapat dicegah sejak awal akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan penanganan setelah kerusakan terjadi.
Komandan Kodim 0701/Banyumas, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Edward Deru Saka Samosir, menyambut baik inisiatif Perhutani tersebut. Menurutnya, menjaga kawasan hutan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kodim Banyumas siap mendukung langkah-langkah pengamanan kawasan hutan melalui koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Perhutani. Pencegahan selalu lebih efektif daripada penanganan setelah terjadi kejadian. Karena itu, kami siap bersinergi dalam patroli, pertukaran informasi, maupun kegiatan lain yang diperlukan sesuai kewenangan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Perwira Pembina (Pabin) Jagawana KPH Banyumas Timur, Aziz Muslim, menekankan bahwa ancaman terhadap hutan saat ini tidak selalu berupa kebakaran. Perambahan, penggarapan tanpa izin, penebangan liar, hingga aktivitas lain yang berpotensi merusak kawasan juga membutuhkan perhatian bersama.
“Keberadaan Polhut di lapangan akan semakin efektif apabila didukung komunikasi yang cepat dengan unsur TNI. Harapannya, setiap informasi mengenai potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” jelas Pabin Jagawana.
Secara umum, kebakaran hutan hampir selalu diawali oleh faktor manusia, baik karena pembukaan lahan dengan api, pembakaran sisa tanaman, puntung rokok yang dibuang sembarangan, maupun kelalaian lainnya. Di musim kemarau, vegetasi yang mengering membuat api lebih cepat menjalar dan sulit dikendalikan. Kondisi inilah yang menjadikan pencegahan sebagai strategi paling efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas.
Melalui audiensi ini, Perhutani menunjukkan bahwa pengelolaan hutan modern tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan internal. Hutan membutuhkan jejaring pengamanan yang melibatkan berbagai pihak dengan peran yang saling melengkapi. Ketika koordinasi berjalan baik, patroli menjadi lebih efektif, informasi lapangan lebih cepat diterima, dan potensi gangguan dapat dicegah sebelum berubah menjadi kerugian yang lebih besar.
Sinergi antara Perhutani dan Kodim Banyumas diharapkan menjadi fondasi pengamanan hutan yang semakin kuat. Sebab, hutan yang aman bukan hanya menjaga pohon tetap berdiri, tetapi juga menjaga keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat hari ini maupun generasi mendatang. (*Mei)
메타데이터
- post_id
- 20310f299c8a
- slug
- perhutani-dan-kodim-banyumas-perkuat-barikade-pengamanan-hutan-di-musim-kemarau-20310f299c8a
- url
- https://medium.com/@hijau_lestari/perhutani-dan-kodim-banyumas-perkuat-barikade-pengamanan-hutan-di-musim-kemarau-20310f299c8a
- canonical_url
- https://medium.com/@hijau_lestari/perhutani-dan-kodim-banyumas-perkuat-barikade-pengamanan-hutan-di-musim-kemarau-20310f299c8a
- author_url
- https://medium.com/@hijau_lestari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-09 23:46:23