← Back to list

Kampung Seni Jelekong dan Identitas Budaya Masyarakat

Kampung Jelekong dikenal sebagai salah satu pusat budaya yang tumbuh dari masyarakatnya sendiri. Beberapa seniman terkenal, termasuk…

Astutiamelia · 2025-12-16 23:51 · 1 claps · 2.7 min read
#identitas-budaya #seniman #masyarakat #baleendah
Open on Medium ↗

Kampung Seni Jelekong dan Identitas Budaya Masyarakat

(Sumber: www.nubandung.id)

(Sumber: www.nubandung.id)

Kampung Jelekong dikenal sebagai salah satu pusat budaya yang tumbuh dari masyarakatnya sendiri. Beberapa seniman terkenal, termasuk maestro wayang golek Asep Sunandar, ditampilkan dalam foto-foto di sepanjang jalan, yang menunjukkan bahwa Jelekong memiliki sejarah panjang dalam seni, khususnya kesenian tradisional Sunda yang diwariskan secara turun-temurun.

Keberadaan wayang golek sebagai seni pertunjukan yang mengakar kemudian membuka ruang bagi berkembangnya bentuk kesenian lain di Jelekong. Salah satu wujud dari sejarah panjang tersebut terlihat pada perkembangan tradisi lukis. Menurut bandungmu.com, perkembangan tradisi seni lukis di Kampung Jelekong mulai tumbuh sejak diperkenalkan oleh seniman Odin Rohidin pada tahun 1970 hingga Jelekong menjadi salah satu pusat lukis utama di Kabupaten Bandung berkat kemampuannya mendidik masyarakat sekitar.

Kreativitas masyarakat di sini terus berkembang sehingga membentuk identitas yang kuat. Karya mereka tidak hanya dinikmati di Bandung, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, hingga Bali. Menurut RRI.co.id, para seniman Jelekong memiliki keragaman teknik dan gaya lukisan dengan ciri khas masing-masing, mulai dari karya bertema budaya lokal hingga lukisan kontemporer yang mereflesikan isu-isu sosial masyarakat. Bahkan, tidak sedikit lukisan yang dipajang di kawasan Braga berasal dari tangan-tangan seniman Jelekong

Selain berkembang sebagai sentra seni rupa, Jelekong turut mempertahankan tradisi seni pertunjukan Sunda melalui Sanggar Giriharja, sebuah sanggar besar yang masih beroperasi hingga saat ini. Sanggar ini merupakan pusat aktivitas seni pertunjukan Sunda, mulai dari pertunjukan wayang, latihan dalang, hingga pertunjukan yang kerap digelar di berbagai daerah. Kehadiran Giriharja turut memperkuat identitas Jelekong sebagai kampung seni yang hidup dan berkembang

Dalam beberapa tahun terakhir, Jelekong tumbuh menjadi destinasi wisata budaya. Pengunjung dapat melihat proses melukis secara langsung, mengikuti kelas seni, menikmati mural yang ditata sebagai spot foto, hingga belajar tentang pembuatan proses wayang golek. Banyak dari inisiatif ini lahir dari masyarakat Jelekong yang ingin mempertahankan kampung mereka sebagai ruang ekspresi kreatif.

Tidak hanya melalui kegiatan seni, masyarakat Jelekong juga menunjukkan kekentalan budaya, atau dalam istilah Sunda disebut “ngamumule” yaitu sikap memelihara dan melestarikan budaya leluhur. Semangat ini tercermin dari bagaimana masyarakat menjaga tradisi, meneruskan nilai-nilai lokal kepada generasi muda, dan menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itulah Jelekong sering disebut sebagai desa penghasil para seniman andal dalam berbagai bidang, mulai dari wayang golek, pencak silat, hingga seni lukis dan musik tradisional.

Salah satu tradisi penting di Jelekong adalah peringatan Hari Wayang Nasional pada 7 November. Pada momen ini, pertunjukan wayang golek digelar dan selalu mendapat sambutan hangat dari warga maupun pengunjung luar daerah. Pagelaran ini juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk menampilkan karya kreatif mereka, mulai dari lukisan, kerajinan tangan, hingga makanan khas yang dijajakan di sekitar area acara.

Bagi masyarakat Jelekong, seni dan budaya bukan sekadar kegiatan upacara ataupun hiburan, tetapi mereka merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan seni berkembang sejalan dengan kehidupan sosial masyarakatnya, sehingga budaya tetap hidup dan tidak terlepas dari konteks keseharian.

Kegiatan seni di Jelekong juga turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari karya seni, baik melalui lukisan, kerajinan ataupun keterlibatan dalam seni pertunjukan. Aktivitas ekonomi masyarakat meningkat seiring dengan kedatangan pengunjung dari luar daerah yang tertarik dengan budaya Jelekong.

Meski demikian, Kampung Jelekong tetap menghadapi tantangan dalam menjaga eksistensi budayanya. Mulai dari perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, serta minat generasi muda terhadap budaya populer menjadi tantangan tersendiri. Namun masyarakat Jelekong berupaya menyeimbangkan dengan mempertahankan tradisi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar budaya lokal tetap relevan tanpa kehilangan jati dirinya.

Kampung Seni Jelekong menjadi contoh nyata bagaimana budaya lokal dapat dilestarikan melalui partisipasi aktif masyarakat. Budaya yang tumbuh dari aspirasi masyarakat ini bukan hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir sebagai bagian penting dari kehidupan masa kini dan masa depan Jelekong sebagai kampung seni yang hidup dan berkelanjutan.

Sumber:

“Kampung Jelekong, Pusat Para Pelukis Terkenal di Kabupaten Bandung — bandungmu.com” https://bandungmu.com/kampung-jelekong-pusat-para-pelukis-terkenal-di-kabupaten-bandung/

https://rri.co.id/daerah/878922/industri-seni-lukis-kampung-seni-jelekong-berkembang-pesat


메타데이터
post_id
20f6ef8b7252
slug
kampung-seni-jelekong-dan-identitas-budaya-masyarakat-20f6ef8b7252
url
https://medium.com/@astutiamelia06/kampung-seni-jelekong-dan-identitas-budaya-masyarakat-20f6ef8b7252
canonical_url
https://medium.com/@astutiamelia06/kampung-seni-jelekong-dan-identitas-budaya-masyarakat-20f6ef8b7252
author_url
https://medium.com/@astutiamelia06
status
ok
fetched_at
2026-07-07 15:26:23