aku butuh jeda dari semua orang
Akhir-akhir ini rasanya mulai nyaman menjauh pelan-pelan dari banyak hal. Jarang membalas pesan, tidak terlalu aktif di media sosial, dan…
aku butuh jeda dari semua orang
Akhir-akhir ini rasanya mulai nyaman menjauh pelan-pelan dari banyak hal. Jarang membalas pesan, tidak terlalu aktif di media sosial, dan lebih sering memilih sendiri dibanding berkumpul seperti biasanya. Bukan karena membenci orang-orang di sekitarku, bukan juga karena ada masalah besar yang terjadi. Aku cuma merasa lelah. Lelah dengan isi kepala sendiri yang terlalu penuh sampai rasanya energi untuk sekadar berbicara dengan orang lain pun perlahan habis. Kadang semuanya terasa terlalu ramai, sementara aku sendiri sudah terlalu berisik di dalam kepala.
Photo by Vasily Koloda on Unsplash
“Kadang, kita tidak benar-benar ingin pergi dari orang lain. Kita hanya ingin beristirahat dari isi kepala sendiri.”
Aku memang merasa bersalah karena berubah jadi lebih diam dan sulit dihubungi. Takut dianggap cuek, sombong, atau sudah tidak peduli lagi. Padahal sebenarnya aku hanya sedang tidak punya tenaga untuk menjadi versi diriku yang biasanya. Ada saat di mana aku ingin menghilang sebentar dari keramaian, bukan untuk lari dari siapa-siapa, tetapi untuk menenangkan diriku sendiri. Karena semakin aku memaksakan diri untuk tetap terlihat baik-baik saja, semakin aku merasa kosong.
“Tidak semua rasa lelah terlihat. Ada yang hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri.”
Aku mulai sadar kalau tidak semua rasa lelah datang dari aktivitas yang berat. Ada lelah yang muncul karena terlalu banyak memikirkan hal sendiri, terlalu lama memendam perasaan, dan terlalu sering memaksa diri agar tetap kuat di depan orang lain. Sampai akhirnya aku merasa butuh jeda. Butuh ruang untuk bernapas lebih pelan tanpa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Kadang diam adalah satu-satunya cara agar diri ini tidak semakin berisik.
Sekarang aku sedang belajar bahwa mengambil jarak sementara bukan berarti aku tidak peduli. Aku hanya sedang mencoba memulihkan diriku sendiri sedikit demi sedikit. Dan mungkin setelah semuanya terasa lebih tenang, aku akan kembali seperti biasa. Kembali hadir, kembali berbicara, dan kembali menjadi diriku yang dulu. Tapi untuk sekarang, aku hanya ingin beristirahat sebentar dari banyak hal, karena ternyata menjadi kuat setiap waktu juga melelahkan.
“Aku tidak menghilang. Aku hanya sedang belajar menenangkan diri sebelum kembali menjadi diriku sendiri.”
메타데이터
- post_id
- 21662f897f3f
- slug
- aku-butuh-jeda-dari-semua-orang-21662f897f3f
- url
- https://medium.com/@el.azel/aku-butuh-jeda-dari-semua-orang-21662f897f3f
- canonical_url
- https://medium.com/@el.azel/aku-butuh-jeda-dari-semua-orang-21662f897f3f
- author_url
- https://medium.com/@el.azel
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 04:09:36