Islam sebagai Worldview
Berdasarkan survei kehidupan beragama 2025 yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama…
Photo by Caleb Woods on Unsplash
Islam sebagai Worldview
Berdasarkan survei kehidupan beragama 2025 yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Alvara Strategic Research, kelompok Generasi Z (Gen Z) menempati posisi tertinggi dalam tingkat toleransi beragama dan kemampuan membaca Al-Qur’an (Liputan6.com, 2025). Meskipun secara sekilas terlihat baik, namun survei tersebut menimbulkan pertanyaan lanjutan: “Apakah survei tersebut dapat menggambarkan Gen Z memahami agama Islam secara mendalam dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari?”
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Dalam tiga tahun terakhir, positivity rate HIV cenderung stagnan, namun kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) terus meningkat. Kemenkes mencatat sebanyak 23.347 kasus sifilis pada tahun 2024, mayoritas adalah sifilis dini sebanyak 19.904 kasus, dan 77 di antaranya adalah sifilis kongenital, yang menular dari ibu ke bayi. Menurut dr. Ina Agustina, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, kasus IMS banyak terjadi di usia produktif 25–49 tahun, bahkan kini mulai meningkat pada usia remaja 15–19 tahun (Biro Komunikasi dan Informasi Publik, 2025).
Contoh kasus di atas menjadi gambaran bahwa meskipun Gen Z merupakan kelompok dengan tingkat toleransi beragama dan kemampuan membaca Al-Qur’an tertinggi, namun hal itu masih terbatas pada ranah formalitas belaka, belum sampai pada tingkat pengamalan secara mendalam. Kemudian timbul pertanyaan: “Bagaimana pendidikan Indonesia saat ini? Sudahkah pendidikan kita membentuk manusia yang beradab?”
Perilaku jauhnya masyarakat dari agama atau mereka yang menjalankan agama sebatas pada ritual belaka merupakan dampak dari pemisahan agama dengan pendidikan sehari-hari. Sekularisme merupakan akar dari permasalah umat Islam hari ini. Padahal, Islam merupakan agama yang memberikan pedoman kepada manusia dalam menjalani kehidupan. Hal inilah yang kemudian mendorong Syed Muhammad Naquib al-Attas, seorang pemikir Islam asal Malaysia, untuk menawarkan sebuah pandangan hidup umat Islam, yakni worldview Islam.
Secara bahasa, worldview berarti pandangan hidup. Menurut Prof. Alparslan, worldview adalah asas bagi setiap perilaku manusia, termasuk aktivitas-aktivitas ilmiah dan teknologi. Setiap aktivitas manusia akhirnya dapat dilacak pada pandangan hidupnya, dan dalam pengertian itu, maka aktivitas manusia dapat direduksi menjadi pandangan hidup (Acikgence, 1996). Worldview memiliki berbagai banyak turunan di setiap kelompok masyarakat, sebagaimana mereka dibentuk oleh budaya dan aturannya. Setidaknya, ada tiga poin yang perlu dipenuhi agar suatu pemikiran dapat dijadikan sebagai worldview, yaitu bahwa worldview adalah motor bagi perubahan sosial, asas bagi pemahaman realitas, dan asas bagi aktivitas ilmiah (Zarkasyi, 2013).
Islam, sebagai agama yang komprehensif, juga memiliki suatu pandangan hidup tersendiri. Worldview Islam menurut Syed Naquib al-Attas adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati kita dan yang menjelaskan hakikat wujud; oleh karena apa yang dipancarkan Islam adalah wujud yang total, maka worldview Islam berarti pandangan Islam tentang wujud (al-Attas, 1995). Karena itu, al-Attas dan Sayyid Qutb mengganti istilah worldview Islam dengan ru’yah al-Islam li al-wujud.
Worldview Islam memiliki beberapa elemen yang saling menjalin dan tak terpisahkan. Menurut al-Attas, beberapa elemen utama dalam worldview Islam adalah 1) konsep tentang hakikat Tuhan, 2) konsep tentang wahyu, 3) konsep tentang penciptaan, 4) konsep tentang hakikat kejiwaan manusia, 5) konsep tentang ilmu, 6) konsep tentang agama, 7) konsep tentang kebebasan, 8) konsep tentang nilai dan kebajikan, dan 9) konsep tentang kebahagiaan (al-Attas, 1996). Secara sederhana, worldview Islam dapat digambarkan dengan integrasi antara iman, ilmu, dan amal.
Konsep iman, ilmu, dan amal merupakan tiga fondasi penting bagi seorang muslim. Iman merupakan keyakinan yang menjadi dasar dari segala perbuatan, ilmu adalah pengetahuan yang menerangi jalan kehidupan, dan amal adalah tindakan nyata yang mencerminkan iman dan ilmu yang dimiliki. Seorang muslim yang tidak menerapkan salah satu dari ketiga elemen ini, maka belum sempurnalah ia. Iman, ilmu, dan amal merupakan satu-kesatuan yang tak dapat dilepaskan.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl: 97).
Kembali kepada masalah umat hari ini. Ketika tingkat kehidupan beragama umat Islam di Indonesia begitu tinggi, mengapa masih banyak terjadi perzinahan, korupsi, dan dekadensi moral lainnya? Tidakkah selama ini umat Islam hanya beragama secara formalitas belaka, tanpa ada proses internalisasi dalam kehidupan dan kepribadiannya?
Di sinilah konsep iman, ilmu, dan amal menjadi penting untuk diajarkan kepada anak-anak muda Islam yang masih bimbang dalam menentukan tujuan hidupnya. Worldview Islam menjadi satu pandangan hidup yang penting dalam melawan cara pandang Barat yang bebas dan melampaui batas. Ketika banyak terjadi kekacauan di dunia disebabkan oleh aktivitas manusia, marilah kita bertanya, sudah tepatkah kita memandang alam selama ini?
Penulis: Eka Ahmad Rifa’i
Editor: Shaffanadia Alfia Zahwah
Daftar Pustaka
Acikgence, A. (1996). The Framework for A History of Islamic Philosophy. Al-Shajarah: Journal of the International Institute of Islamic Thought and Civilization, 1(1&2), 6.
al-Attas, S. M. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposion of the Fundamental Element of the Worldview of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.
al-Attas, S. M. (1996). The Worldview of Islam, An Outline, Opening Addres. In S. S. al-Attas (Ed.), Islam and the Challenge of Modernity, Proceding of the Inaugral Symposium on Islam and the Challenge of Modernity: Historical and Contemporary Context (p. 29). Kuala Lumpur: ISTAC.
Biro Komunikasi dan Informasi Publik, K. K. (2025, Juni 21). Berani Tes, Berani Lindungi Diri, Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV dan IMS Tahun 2030. Dipetik Desember 31, 2025, dari Kemenkes: kemenkes.go.id/id/berani-tes-berani-lindungi-diri-kemenkes-targetkan-eliminasi-hiv-dan-ims-tahun-2030
Liputan6.com. (2025, Desember 31). Indeks Kehidupan Beragama 2025 Meningkat, Gen Z Tertinggi dalam Toleransi. Dipetik Desember 31, 2025, dari Liputan6: liputan6.com/islami/read/6248488/indeks-kehidupan-beragama-2025-meningkat-gen-z-tertinggi-dalam-toleransi
Zarkasyi, H. F. (2013, April). Worldview Islam dan Kapitalisme Barat. TSAQOFAH, 9(1), 15–38.
메타데이터
- post_id
- 22282007d10a
- slug
- islam-sebagai-worldview-22282007d10a
- url
- https://medium.com/@yim_41719/islam-sebagai-worldview-22282007d10a
- canonical_url
- https://medium.com/@yim_41719/islam-sebagai-worldview-22282007d10a
- author_url
- https://medium.com/@yim_41719
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 05:19:05