Menggambar seperti Menulis
#166: Membiasakan Diri Membuat Kesalahan
Garis Kanvas #2
Menggambar seperti Menulis
#166: Membiasakan Diri Membuat Kesalahan
Photo by Kaizen Nguyễn on Unsplash
Saya menerapkan prinsip membiasakan diri menulis pada latihan menggambar kali ini. Sejak memutuskan untuk memprioritaskan menggambar, saya memilih mulai dari membiasakan diri dengan menggambar hal-hal sederhana lebih dulu. Saya sempat berpikir ingin melanjutkan modul dari Drawabox, tapi urung karena terasa berat untuk memulai dari sana.
Saat memulai kebiasaan menulis setahun lalu, saya tidak memperhatikan struktur penulisan, pemilihan kata, atau pun durasi (jumlah kata) tulisan. Semua mengalir dan berantakan. Saya bahkan tidak memikirkan target audiens atau tujuan tulisan, yang penting saat itu adalah terus menulis, melakukan kesalahan, dan mengevaluasi setiap tulisan. Tentu diiringi oleh teori yang dibaca dari berbagai referensi.
Maka dari itu, prinsip yang sama saya terapkan untuk melatih kebiasaan menggambar kali ini. Saya membawa mindset melakukan kesalahan sebanyak mungkin dan menghasilkan karya-karya buruk sedari awal. Bukan itu saja, target dan ekspektasi juga dibuat serendah mungkin, sebagai pemikiran hal itu bisa dicapai secara realistis. Anggap saja saya mengambil tujuan dengan menerapkan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant/Realistic, Time-Bound).
Tahap pertama tentu saja menemukan tujuan tersebut. Cara terbaik bagi saya adalah mencari kelas yang cocok di Skillshare. Dengan menggunakan kata kunci “Drawing” saya menemukan tujuan yang paling sesuai untuk memulai, yaitu kelas dari Mike Lowery. Ada empat kelasnya yang saya ikut:*Always Drawing: How to Start and Keep a Daily Sketchbook; Always Drawing: 7 Creative Exercises to Jumpstart Your Sketchbook; Sketchbook Illustration: Draw a Personal, Colorful Travel Map; serta Live Encore: Fun Prompts to Develop Your Sketchbook Practice.*
Sejujurnya, kelas ini tidak begitu banyak membahas tentang teori maupun teknis menggambar. Fokus utamanya ada pada material menggambar dan tantangan menggambar untuk dua kelas pertama — kelas Always Drawing. Hanya saja, bentuk gambar yang dilakukan terlihat cukup mudah untuk diikuti, tidak ada bentuk dan warna kompleks dan tidak mementingkan proporsi atau anatomi yang realis.
Pada kelas ini, tantangan yang harus kita lakukan adalah menggambar minimal 30 menit selama tujuh hari. Tema yang ingin digambar bisa bebas, tapi saya memilih mengikuti apa yang disediakan oleh Mike, yaitu monster lendir/blob (blob monsters), tato (your tattoos) , icon (group of icons) , sesuatu yang terbang (something flying) , rumah pohon (imaginary treehouse) , hewan aneh (weird animals), dan sesuatu yang berbulu atau pesta serangga (something hairy/bug party).
Latihan ini saya kerjakan pada media tradisional dan digital. Enam hari tradisional dan satu hari digital — yang terakhir iseng sebenarnya. Saya belum terbiasa menggambar pada layar besar, biasanya di layar kecil di ponsel saya, posisi tangan masih belum terbiasa melayang karena tablet tidak memiliki fitur palm rejection, belum lagi kondisinya yang lebih licin dibanding kertas.
Saat menggambar pada media tradisional, saya menggunakan kertas HVS yang sudah dilipat seperti zine dan satu ballpoin agar mudah kemana-mana — ya, meski hanya dilakukan di rumah, sih. Menggambar di kertas lebih mudah untuk pemula karena terasa lebih natural.
Ada satu syarat yang diberikan oleh Mike, selama latihan, fokus utama harus pada proses menggambar, bukan pencarian referensi. Jadi, setiap tantangan yang diberikan, saya langsung menggunakan kata kunci sesuai tantangannya dan memilih gambar apa saja yang muncul lebih dulu di layar.
Selama proses latihan, baik digital maupun tradisional, semua waktunya tercatat dalam aplikasi Clockify. Aplikasi yang dikenalkan oleh Uda Ivan dalam komentarnya pada tulisan saya: *2 Aplikasi Pengatur Waktu. Mirip seperti Toggl yang pernah saya gunakan, tapi versi gratisnya lebih baik dari Toggl. Dalam Clockify, saya membuat proyek khusus untuk mencatat semua waktu latihan menggambar bernama 10.000 Hours Drawing*. Saya pikir akan lebih menarik jika waktu ini menjadi tujuan karena angka tersebut kerap dikaitkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli.
Tantangan tersebut berhasil saya selesaikan dan saya putuskan untuk mempelajari setiap gambar Mike Lowery yang lainnya. Saya putuskan untuk belajar dengan menirukan gayanya terlebih dulu, menganalisis dan mencoba menggambar ulang setiap karyanya yang ada di aku Instagram-nya. Tujuannya, agar dapat memahami gaya menggambarnya dengan lebih baik dan agar bisa memodifikasi sesuai keinginan pribadi, termasuk menjadi referensi di kemudian hari ketika ingin menemukan style pribadi.
Siapa sangka kebiasaan menulis saya sejak setahun lalu ternyata memberikan satu pola pikir baru di alam bawah sadar saya. Mengabaikan hasil akhir dan fokus pada prosesnya, sehingga kita jadi lebih berani dalam membuat kesalahan. Hasil akhir ditempatkan sebagai bonus dari sebuah tujuan, mungkin itu paling terasa saat saya menuliskan perjalanan saya mendaki Gunung Rinjani September tahun lalu.
Sebagai penutup, berikut ini hasil latihan saya selama seminggu di bulan Agustus kemarin.
Blob Monsters

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi
Your Tattoos

Dok. Pribadi
Group of Icons

Something Flying

Dok. Pribadi
Imaginary Treehouse

Dok. Pribadi
Weird Animals

Dok. Pribadi
Something Hairy / Bug Party

Dok. Pribadi
메타데이터
- post_id
- 22cb04353d84
- slug
- menggambar-seperti-menulis-22cb04353d84
- url
- https://medium.com/12n-interests/menggambar-seperti-menulis-22cb04353d84
- canonical_url
- https://medium.com/12n-interests/menggambar-seperti-menulis-22cb04353d84
- author_url
- https://medium.com/@frdi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-12 07:40:50