← Back to list

Temuan Fosil Manusia Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Manusia Purba Sangiran

Penemuan fosil manusia purba di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi jendela baru tentang migrasi Homo erectus di Pulau…

Fika Amalia · 2023-09-14 01:51 · 0 claps · 1.8 min read
#fosil #manusia-purba #bumiayu
Open on Medium ↗

Temuan Fosil Manusia Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Manusia Purba Sangiran

Koleksi Fosil di Situs Bumiayu

Koleksi Fosil di Situs Bumiayu

Penemuan fosil manusia purba di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi jendela baru tentang migrasi Homo erectus di Pulau Jawa. Umur fosil manusia purba tersebut diperkirakan lebih tua 300 tahun dari manusia purba yang berasal dari Sangiran.

Pada 2019 pelestari fosil purbakala situs Bumiayu, Karsono, menemukan dua bonggol (caput femoralis hominid) atau ujung tulang paha yang membundar dan satu pecahan tulang paha bagian tengah (diaphysis) di Kali Bodas, Bumiayu, Brebes. Kali Bodas terletak di dukuh Bodas, Desa Bumiayu, Kecama-tan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Penemuan tersebut menarik perhatian para peneliti. Harry Widianto selaku Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan penelitian sejak beberapa tahun terakhir. Harry menyimpulkan bahwa kedua bonggol dan pecahan tulang paha merupakan fosil manusia purba, bukan hewan. Sebab, berdasarkan aspek morfologi fosil tersebut memiliki matriks yang identik dengan manusia modern.

Harry menduga kuat fosil tersebut berumur 1,8 juta tahun yang lalu. Penarikan usia fosil berdasarkan analisis stratigrafi dan adanya napal. Napal merupakan litologi yang terdapat pada formasi Kaliglagah. Berdasarkan pertanggalan yang telah dilakukan, usia napal tersebut adalah 1,8 juta tahun yang lalu. Usia tersebut merupakan usia relatif. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui umur secara absolut.

“Saat ini sedang dilakukan pertanggalan secara absolut yang akan dimulai bulan Juli di China.” Ungkap Harry pada webinar “1 Abad Penelitian Fosil Situs Bumiayu — Penelitian Terbaru dan Konservasi Situs Bumiayu” pada Juni lalu.

Bumiayu, Pantai Timur Jawa Barat pada Masa Lampau

Pada sekitar 2,4 juta tahun yang lalu Pulau Jawa belum muncul secara keseluruhan. Jawa Barat terangkat terlebih dahulu karena bagian barat jawa lebih tinggi daripada bagian timur. Bumiayu berada di pantai timur Jawa Barat saat Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berada di bawah permukaan laut.

Jejak keberadaan fauna tertua yang ditemukan di Bumiayu menjadi argumen penguat teori tersebut. Fosil yang ditemukan antara lain fosil gajah purba Archidoskodon yang diperkirakan berusia 2 juta tahun yang lalu serta gajah purba Mastodon sp dan Tetralophodon bumiayuensis yang berusia sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.

Selain itu terdapat fosil-fosil lain yang berumur lebih muda seperti fosil kuda laut, kura-kura raksasa, rusa, badak, dan lainnya. Fosil-fosil situs bumiayu tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Bumiayu, Tonjong, dan Bantarkawung.

Terdapat beberapa komunitas yang melestarikan jejak peninggalan purbakala di Bumiayu, salah satu yang aktif adalah Situs Bumiayu dan pendirinya adalah Rafli Rizal. Situs Bumiayu berlokasi di Bumi Sari Ayu, menyimpan berbagai temuan fosil dan artefak di Bumiayu sejak 2013 yang berkembang secara swadaya.


메타데이터
post_id
2398da26fdbe
slug
temuan-fosil-manusia-purba-di-bumiayu-diduga-lebih-tua-dari-manusia-purba-sangiran-2398da26fdbe
url
https://medium.com/@fikaamalia/temuan-fosil-manusia-purba-di-bumiayu-diduga-lebih-tua-dari-manusia-purba-sangiran-2398da26fdbe
canonical_url
https://medium.com/@fikaamalia/temuan-fosil-manusia-purba-di-bumiayu-diduga-lebih-tua-dari-manusia-purba-sangiran-2398da26fdbe
author_url
https://medium.com/@fikaamalia
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39