Antara Melipat Jarak dan Bagaimana kalau aku (tidak) baik-baik saja
Ditulis di Majalengka 13 Januari 2022 Sore hari yang hujan dan berkabut, sudah beberapa hari seperti ini. Suasananya sama, yang berbeda…
Antara Melipat Jarak dan Bagaimana kalau aku (tidak) baik-baik saja
Ditulis di Majalengka 13 Januari 2022 Sore hari yang hujan dan berkabut, sudah beberapa hari seperti ini. Suasananya sama, yang berbeda hanyalah keberadaanmu di ketiadaan ku. Saat ini di sisi kanan ku ada buku “Melipat Jarak” karya Sapardi Djoko Damono yang baru sampai di halaman 13. Dan di sebelah kiri ku ada handphone ku yang kulihat sedang memutar lagu yang beberapa hari ini ramai kembali diputarkan di media sosial karena ajang pencarian bakat. Iya, sesuai judul. Lagu itu adalah lagunya Judika “Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja” yang dinyanyikan ulang oleh Yan Josua.
Bagaimana menyelaraskan dua karya seni ini?. Antara “Melipat Jarak” dan “Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja”. Dua-dua nya memiliki nyawa tersendiri yang coba ku tuang dalam ingatanku tentang dirimu. Hasilnya seperti Gandhi yang melawan penjajahan tanpa kekerasan, bagaimana bisa? Sama seperti rindu yang coba ku sederhanakan dalam bentuk tulisan. Mata kita tak saling menatap, tangan kita tak saling menggenggam, tapi perasaannya tersampaikan.
Sudahkah kita berdamai dengan masalalu, dan berani bersama-sama membangun masadepan?
메타데이터
- post_id
- 2437d7dce2e0
- slug
- antara-melipat-jarak-dan-bagaimana-kalau-aku-tidak-baik-baik-saja-2437d7dce2e0
- url
- https://medium.com/@lututkanan/antara-melipat-jarak-dan-bagaimana-kalau-aku-tidak-baik-baik-saja-2437d7dce2e0
- canonical_url
- https://medium.com/@lututkanan/antara-melipat-jarak-dan-bagaimana-kalau-aku-tidak-baik-baik-saja-2437d7dce2e0
- author_url
- https://medium.com/@lututkanan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-30 10:20:46