Gigi yang Tersedia di Atas Tanah
[21] Alasan ayam menelan kerikil kecil
SAINS SEHARI-HARI
Gigi yang Tersedia di Atas Tanah
[21] Alasan ayam menelan kerikil kecil
Foto oleh viswaprem anbarasapandian di Unsplash
Ayam merupakan salah satu hewan ternak yang paling populer. Unggas ini sudah dimanfaatkan manusia sejak dulu, baik dagingnya maupun telurnya. Ia bisa ditemukan di semua tempat di bumi, kecuali di Kutub Utara.
Setelah saya telusuri di mesin pencari, memang tidak ada ayam di Kutub Utara. Suhunya terlalu rendah. Suasana dingin seperti itu tidak mendukung kehidupan hewan bernama latin Gallus gallus domesticus ini.
Bicara soal ayam, saya pernah dibuat heran dengan tingkah lakunya. Ketika mencari makan di pekarangan rumah, ternak berbulu ini sering kali mematuk kerikil-kerikil kecil. Awalnya saya kira itu hanya kebetulan, tetapi itu terjadi berulang kali. Memangnya mereka tidak sakit perut, ya?
Tidak seperti manusia, ayam tidak memiliki gigi
Unggas, termasuk ayam, tidak memiliki gigi dalam sistem pencernaannya. Unggas tak terlalu membutuhkan organ ini. Mereka mengonsumsi cacing tanah, serangga kecil, dan biji-bijian kecil, yang mana bisa langsung ditelan tanpa perlu dikunyah terlebih dahulu.
Kalaupun memangsa hewan dengan ukuran besar, paruh mereka dapat mencabik-cabiknya terlebih dahulu. Sekadar agar bisa muat ke dalam kerongkongannya.
Selain itu, ketiadaan gigi juga meringankan berat tubuh unggas ketika terbang. Keunggulan ini membuat mereka dapat terbang lebih jauh dan lebih cepat.
Sayangnya, ayam tidak memiliki kemampuan untuk terbang jauh. Kepakan sayapnya hanya membantu mereka untuk melompat, bukan terbang layaknya burung.
Terakhir, keberadaan gigi justru dapat memperlama waktu penetasan telur. Hal ini karena proses pembentukan organ tersebut tersebut sangatlah lambat. Bahkan, diperkirakan memakan waktu hingga 60 persen dari masa inkubasi telur. Lama juga, ya.
Ampela menjadi organ pengganti gigi pada ayam
Ketika menelan biji-bijian atau serangga, ayam akan menyimpan sementara makanannya di dalam tembolok (crop). Organ ini terletak di pangkal leher dan terlihat menonjol apabila terisi penuh. Tembolok juga memiliki lendir yang berfungsi melunakkan makanan sebelum dihaluskan.
Selanjutnya, biji-bijian, serangga, atau pelet tersebut akan dikirim menuju ampela. Organ bertekstur kenyal ini akan meremas makanan menjadi partikel yang jauh lebih kecil. Tujuannya agar proses penyerapan nutrisi bisa berjalan lancar dan lebih maksimal.
Dengan kata lain, ampela menggantikan tugas gigi untuk mencerna makanan secara mekanis.
Kerikil menyediakan nutrisi tambahan dan membantu pencernaan makanan
Dalam dunia peternakan, kerikil dibedakan menjadi dua jenis, bisa larut (soluble grit) dan tidak bisa larut (insoluble grit). Masing-masing dari mereka memiliki perannya tersendiri.
Kerikil yang bisa larut terdiri atas kapur (limestone) dan serpihan kulit kerang. Teksturnya yang lunak membuatnya mudah larut oleh cairan asam lambung. Tidak hanya itu, kerikil jenis ini juga mengandung kalsium yang mendukung pertumbuhan tulang dan pembentukan telur.
Ada pula kerikil yang tidak bisa larut, misalnya pecahan granit. Teksturnya yang keras membuatnya sulit terkikis. Sifat inilah yang dimanfaatkan oleh ayam untuk membantunya menghaluskan makanan.
Kerikil keras ini akan menetap lebih lama di dalam ampela. Tujuannya agar ayam dapat menggunakannya berulang kali. Ketika batuan ini sudah terkikis dan terpecah, ia akan keluar bersama dengan kotoran ayam.
Nah, kesimpulannya, ayam sengaja memakan kerikil untuk membantu proses pencernaannya. Mereka tahu kapan harus melakukannya dan kapan harus berhenti. Jadi, tidak perlu khawatir tentang itu.
Terima kasih telah membaca hingga akhir. Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa menekan ikon tepuk tangan, menyorot tulisan, dan meninggalkan komentar sebagai bentuk dukungan.
메타데이터
- post_id
- 24c6d2cda0cc
- slug
- gigi-yang-tersedia-di-atas-tanah-24c6d2cda0cc
- url
- https://medium.com/lentera-literasi/gigi-yang-tersedia-di-atas-tanah-24c6d2cda0cc
- canonical_url
- https://medium.com/lentera-literasi/gigi-yang-tersedia-di-atas-tanah-24c6d2cda0cc
- author_url
- https://medium.com/@aryo.akhmad
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01