← Back to list

Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan dan Pembayaran Digital Berbasis QR Code pada Kulino

Ernita Chabita, Nanda Amalia, Rena Septiani

Rena Septiani · 2026-06-05 06:22 · 0 claps · 5.0 min read
#business #qr-code #pembayaran-online #sistem-informasi #pemesanan-digital
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🚀 · Self Improvement

Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan dan Pembayaran Digital Berbasis QR Code pada Kulino

Kulino, Granada Square BSD, Jl. Kencana Raya №20, Rw. Buntu, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318

Kulino, Granada Square BSD, Jl. Kencana Raya №20, Rw. Buntu, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15318

Ernita Chabita, Nanda Amalia, Rena Septiani

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang Tangerang Selatan, 2026

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dalam industri kuliner mendorong kebutuhan akan efisiensi pemesanan dan pembayaran. Kulino, sebagai usaha kuliner, masih menghadapi permasalahan sistem manual seperti waktu tunggu pelanggan yang panjang (15–30 menit), pemesanan berbasis verbal yang rawan kesalahan, pembayaran konvensional tanpa integrasi QRIS, dan tidak adanya laporan keuangan otomatis. Penelitian ini merancang dan membangun sistem informasi pemesanan dan pembayaran digital berbasis QR Code menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem dibangun dengan teknologi PHP, MySQL, HTML, CSS, JavaScript, dan library QR Code (phpqrcode), dengan fitur utama berupa pemesanan via QR Code, pembayaran QRIS, manajemen menu oleh admin, serta laporan transaksi harian otomatis. Pengujian dilakukan menggunakan black-box testing. Hasilnya, sistem berhasil mengurangi waktu tunggu pelanggan dari 15–30 menit menjadi kurang dari 5 menit, mempercepat proses pembayaran, mengurangi kesalahan pemesanan, dan menyediakan dashboard laporan real-time untuk pemilik usaha.

Kata kunci: Sistem Informasi, Pemesanan Digital, Pembayaran QRIS, QR Code, Rapid Application Development (RAD), Kuliner, PHP, MySQL

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan bertransaksi, termasuk dalam industri kuliner. Di era digital, konsumen semakin mengharapkan kemudahan dalam memesan makanan dan minuman tanpa harus mengantri lama. Usaha kuliner perlu beradaptasi dengan tren ini guna meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Kulino, sebagai usaha kuliner, menghadapi tantangan nyata dalam proses pemesanan dan pembayaran yang masih bersifat manual. Pelanggan harus mengantri di kasir hanya untuk memesan, mengakibatkan waktu tunggu antara 15 hingga 30 menit — terutama pada jam sibuk.

Proses pembayaran pun masih dilakukan secara konvensional tanpa integrasi QRIS, sehingga memperparah antrian dan memperbesar risiko kesalahan pencatatan transaksi.

Penelitian oleh Kaban & Nasution (2020) membuktikan bahwa penerapan QR Code pada sistem pemesanan menu makanan secara signifikan memudahkan pelanggan tanpa harus mengantri panjang di kasir. Dengan memindai QR Code di meja, pelanggan dapat mengakses menu digital, memesan, dan membayar secara mandiri melalui smartphone.

Metode Rapid Application Development (RAD) dipilih sebagai pendekatan pengembangan karena mampu menghasilkan perangkat lunak berkualitas dalam waktu relatifsingkat (7–12 minggu), fleksibel terhadap perubahan kebutuhan, dan melibatkan pengguna secara aktifdi setiap tahapan.

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan observasi dan wawancara dengan pihak Kulino, berikut permasalahan utama yang ditemukan:

Pemesanan Masih Manual Pelanggan harus mengantri di kasir untuk memesan. Proses pemesanan dilakukan secara verbal antara pelanggan dan kasir/waiter, tanpa menu digital yang dapat diakses mandiri.

Waktu Tunggu yang Panjang Antrean panjang terjadi terutama pada malam hari dan akhir pekan. Pelanggan rata-rata menunggu 15–30 menit hanya untuk memesan, yang berisiko kehilangan pelanggan ke kompetitor.

Rawan Kesalahan Pemesanan Kasir atau waiter mencatat pesanan secara manual di kertas, rentan terhadap salah catat dan salah dengar. Tidak ada rekap otomatis pesanan yang sedang berjalan, sehingga kesalahan sulit ditelusuri.

Tidak Ada Laporan Keuangan Otomatis Pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual menyulitkan pemilik usaha dalam memantau pendapatan harian secara akurat dan efisien.

3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Merancang dan membangun sistem informasi pemesanan dan pembayaran digital berbasis QR Code pada Kulino sebagai pengganti sistem manual.

  2. Mengimplementasikan metode RAD agar pengembangan berlangsung cepat dan sesuai kebutuhan pengguna.

  3. Meningkatkan efisiensi proses pemesanan dan pembayaran dengan mengurangi waktu antrean.

  4. Memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memesan menu secara mandiri melalui QR Code di meja.

4. Landasan Teori

4.1 Sistem Informasi Pemesanan Makanan

Sistem informasi pemesanan makanan merupakan sistem yang dirancang untuk memudahkan proses pemesanan di usaha kuliner. Menurut Inayati dkk (2015), sistem ini memungkinkan pelanggan memilih menu tanpa harus hadir ke tempat usaha secara langsung dan menggantikan proses pemesanan verbal yang rawan kesalahan.

4.2 QR Code dalam Industri Kuliner

QR Code (Quick Response Code) adalah kode batang dua dimensi yang mampu menyimpan hingga 7.089 karakter dan dapat dibaca dari segala arah menggunakan smartphone.

Dibandingkan barcode konvensional, QR Code jauh lebih kapabel: mendukung data alfanumerik, biner, dan Kanji, serta memiliki kemampuan koreksi kesalahan hingga 30%. Dalam industri kuliner, QR Code digunakan untuk menu digital, pemesanan mandiri, pembayaran, dan pelacakan pesanan.

4.3 QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)

QRIS adalah standar nasional Indonesia untuk pembayaran menggunakan QR Code yang dikeluarkan Bank Indonesia pada tahun 2019. QRIS menyatukan berbagai aplikasi pembayaran

— GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, LinkAja, dan lainnya — dalam satu QR Code. Keunggulannya meliputi biaya transaksi rendah (maks. 0,7%), transaksi real-time, keamanan terenkripsi, dan kemudahan tanpa mesin EDC.

4.4 Metode RAD

Rapid Application Development (RAD), dikembangkan James Martin pada 1991, adalah metodologi pengembangan perangkat lunak iteratifyang melibatkan pengguna secara aktif. RAD memiliki empat tahapan:

RAD unggul dibanding Waterfall dalam hal fleksibilitas, keterlibatan pengguna, dan risiko yang lebih rendah karena pengguna sudah menguji prototipe sebelum sistem final dibangun.

RAD unggul dibanding Waterfall dalam hal fleksibilitas, keterlibatan pengguna, dan risiko yang lebih rendah karena pengguna sudah menguji prototipe sebelum sistem final dibangun.

5. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode RAD dengan pengembangan sistem berbasis web responsif. Teknologi yang digunakan meliputi:

Backend: PHP (server-side), MySQL (database)

Frontend: HTML, CSS, JavaScript

QR Code: Library phpqrcode

Pembayaran: Integrasi QRIS

Fitur utama sistem yang dibangun:

Pemesanan menu makanan dan minuman melalui scan QR Code di meja

Pembayaran digital terintegrasi QRIS

Manajemen menu dan harga oleh admin

Laporan transaksi harian otomatis

Dashboard monitoring real-time untuk pemilik usaha

Pengujian dilakukan menggunakan black-box testing untuk memvalidasi fungsionalitas setiap fitur tanpa melihat kode internal. Metode ini memastikan setiap input menghasilkan output yang sesuai dengan yang diharapkan.

6. Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian relevan yang menjadi acuan:

Keunikan penelitian ini dibanding penelitian terdahulu terletak pada integrasi pembayaran digital QRIS yang belum banyak diterapkan dalam studi kasus serupa.

Keunikan penelitian ini dibanding penelitian terdahulu terletak pada integrasi pembayaran digital QRIS yang belum banyak diterapkan dalam studi kasus serupa.

7. Hasil dan Pembahasan

Sistem informasi yang dibangun berhasil mengatasi permasalahan utama yang dihadapi Kulino. Hasil pengujian black-box testing menunjukkan seluruh fitur berfungsi dengan baik, mulai dari login, scan QR Code, pemesanan menu, hingga pembayaran QRIS.

Dampak yang dicapai:

Waktu tunggu: Berkurang dari 15–30 menit menjadi kurang dari 5 menit

Kesalahan pemesanan: Berkurang signifikan karena pesanan dilakukan langsung oleh pelanggan melalui antarmuka digital

Proses pembayaran: Lebih cepat dengan integrasi QRIS tanpa perlu kembalian tunai

Laporan transaksi: Tersedia secara otomatis dan real-time untuk pemilik usaha

Pengalaman pelanggan: Meningkat karena kemudahan memesan secara mandiri melalui smartphone

Sistem ini juga memberikan kesan modern yang selaras dengan tren industri kuliner digital 2024–2025, meningkatkan daya saing Kulino terhadap kompetitor yang telah mengadopsi teknologi serupa.

8. Kesimpulan

Penelitian ini berhasil merancang dan membangun sistem informasi pemesanan dan pembayaran digital berbasis QR Code pada Kulino menggunakan metode RAD. Sistem terbukti meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan — mengurangi waktu tunggu pelanggan, menghilangkan kesalahan pencatatan manual, mengintegrasikan pembayaran digital QRIS, dan menyediakan laporan keuangan otomatis bagi pemilik usaha.

Metode RAD terbukti tepat untuk pengembangan sistem ini karena menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan dalam waktu singkat dengan keterlibatan aktifpengguna di setiap tahapan.

Daftar Pustaka

Inayati, dkk. (2015). Sistem Informasi Pemesanan Makanan. Jurnal Sistem Informasi.

Kaban, R., & Nasution, M. (2020). Implementasi Metode RAD pada Sistem Pemesanan Makanan dan Minuman Berbasis Web dengan QR Code. Journal STMIKI.

Bank Indonesia. (2019). QRIS: Quick Response Code Indonesian Standard. Jakarta: Bank Indonesia.

Martin, J. (1991). Rapid Application Development. New York: Macmillan.

Jurnal Inotera. (2024). Application ofthe RAD Method in Designing a Menu Ordering System Using QR Codes. Inotera, Poltas.

Jurnal INTECOMS. (2024). Sistem Informasi Pemesanan Makanan Dan Minuman Berbasis QR Code pada Brotherhood Coffee Co Pati. Journal IPM2KPE.


메타데이터
post_id
24d00aa3bc4e
slug
rancang-bangun-sistem-informasi-pemesanan-dan-pembayaran-digital-berbasis-qr-code-pada-kulino-24d00aa3bc4e
url
https://medium.com/@renaseptiani/rancang-bangun-sistem-informasi-pemesanan-dan-pembayaran-digital-berbasis-qr-code-pada-kulino-24d00aa3bc4e
canonical_url
https://medium.com/@renaseptiani/rancang-bangun-sistem-informasi-pemesanan-dan-pembayaran-digital-berbasis-qr-code-pada-kulino-24d00aa3bc4e
author_url
https://medium.com/@renaseptiani
status
ok
fetched_at
2026-07-10 15:36:45