← Back to list

Notes in My Thirties

Halo, pembaca.

Luthfi Rahmad Susanto · 2025-05-18 11:52 · 0 claps · 3.5 min read
#contemplating #self-reflection
Open on Medium ↗

Notes in My Thirty

Photo by Tj Holowaychuk on Unsplash

Photo by Tj Holowaychuk on Unsplash

Halo, pembaca.

Akhirnya saya menulis lagi. Sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa saya harus menulis, hanya ingin mengeluarkan apa yang ada di kepala, haha.

Tulisan ini dibuat ketika saya mencapai umur 31 tahun, menurut saya tulisan ini seharusnya dibuat ketika saya menginjak umur 30. Well, apa daya keinginan untuk menulis baru muncul sekarang.

Thirty is new twenty

Seseorang berkata semakin bertambah umur maka akan semakin bijak orang tersebut. Untuk beberapa aspek saya mengamini hal tersebut, tapi menurut saya lebih tepatnya menginjak umur 30 akan membuat seseorang melihat sesuatu dengan perspektif yang lebih luas.

Lebih sering berkontemplasi

Meminjam istilah Oza Rangkuti, kalau gen Z itu sekarang lebih suka menggunakan istilah istilah yang rumit. Contohnya bengong, mereka lebih suka mengatakan berkontemplasi. Padahal intinya sama saja, ya bengong atau melamun.

Pernahkah kamu susah tidur di malam hari karena banyak yang dipikirkan olehmu? Semakin bertambahnya umur, saya sering sekali mengalami hal ini. Setelah cuci muka dan sikat gigi, begitu sudah siap untuk tidur tidak jarang saya malah melamun sambil melihat langit-langit kamar.

Dalam lamunan saya, banyak sekali yang saya pikirkan. Mulai dari;

  • Apakah pekerjaan saya akan terus ada?
  • Melihat kondisi negeri ini, bagaimana jika saya dipecat tiba-tiba?
  • Jika saya (amit-amit) meninggal besok, bagaimana keluarga yang saya tinggali nanti? Apakah saya selamat dari siksa kubur? Bagaimana kalau saya harus mampir ke neraka dulu?

Dan banyak lainnya, saya ingin mengambil contoh yang cukup absurd. Belum lama ini, saya membaca sebuah manga yang berjudul Inkya Datta Ore No Seishun Revenge Tenshi Sugiru Ano Ko To Ayumu Re Life (The Revenge of My Youth: My Re Life with a Girl Who Was Too Much of an Angel), dimana pemeran utama kembali ke masa lalu demi menyatakan cintanya ke teman sekolahnya.

Jika saya bisa melakukan hal itu, mungkin saya akan lebih punya persiapan di masa yang tidak jelas ini. Mungkin saya akan lebih memilih jurusan yang masa depannya lebih stabil, atau mungkin saya akan lebih aktif di organisasi sekolah atau kampus agar bisa memperbanyak koneksi, atau mungkin saya ingin langsung mengambil S2/bekerja di luar negeri, bisa jadi saya akan melakukan investasi yang menguntungkan untuk di masa depan, banyak kemungkinan yang saya pikirkan. Tapi saya dihantam oleh kata yang cukup membuat saya berhenti berandai-andai:

Itu semua hanya kemungkinan

Ditambah ada kemungkinan saya tidak bersama pasangan saya saat ini. That’s impossible, mate.

Melihat Perspektif Lain dari Hidup

Tahun ini merupakan tahun yang cukup berat bagi keluarga saya, ayah mertua saya telah berpulang di bulan puasa kemarin.

Saya masih mengingat bagaimana kesedihan ditunjukkan oleh keluarga istri, mulai dari sesi pengajian hingga saat penguburan. Saya sendiri pun tidak kuasa menahan tangis ketika saya membantu dalam penguburan ayah mertua saya.

(Bagian ini ditulis sambil mendengarkan lagu Efek Rumah Kaca dengan judul Putih. You should listen, it was good!)

https://open.spotify.com/track/7HW7C1NSXomYmZRVYv7m0a?si=c5fac468e1b5433d

Melihat secara langsung kedua hal tersebut, membuat saya memikirkan kembali arti hidup. Bertambahnya umur, merupakan sebuah pisau bermata dua; satu sisi kita bersyukur masih diberikan umur panjang, satu sisi lainnya kita semakin dekat menuju Tuhan. Saya masih bersyukur kedua orang tua saya masih ada hingga saat ini, namun kadang saya selalu berpikir, apakah saya akan kuat ketika mereka meninggalkan dunia ini?

Hal-hal tersebut selalu saya pikirkan ketika malam menjelang tidur. Namun, semakin dipikirkan, saya semakin sedih membayangkan apa yang terjadi nanti. Hal yang saya bisa lakukan saat ini adalah cherish every moment with them sebaik yang saya mampu.

Lebih sering Menahan Diri

Ini lebih ke lanjutan dari poin pertama, ketidakpastian akan negara ini membuat saya lebih hati-hati dalam bertindak. Ini membuat saya harus switching mode untuk bisa melihat hal-hal lebih luas.

Jika dulu, saya dengan tanpa pikir panjang bisa membeli apapun yang saya inginkan, sekarang saya tidak bisa sesembarangan itu lagi. Butuh banyak pertimbangan jika ingin memuaskan keinginan saya sendiri, apakah tidak apa jika saya membeli barang ini? Bagaimana jika ada kebutuhan rumah tangga yang ternyata membutuhkan uang ini? Yang ujung-ujungnya membuat saya menahan keinginan untuk membeli barang tersebut.

Mungkin di antara pembaca ada yang berpikir, “Makanya nabung dong biar kalau ada BM bisa kebeli!”. Well, tidak semua orang mempunyai previlege seperti itu. Ada yang memang gaji pas-pasan sehingga untuk menabung pun adalah suatu kemewahan, atau memang orang tersebut mempunyai banyak tanggungan sehingga uangnya habis tak bersisa di setiap bulannya.

Beberapa hal saya lakukan agar saya selalu bisa mendapatkan kesempatan lebih baik di masa depan. Saat ini, saya kembali menjadi anak sekolahan. Setiap minggunya saya belajar bahasa asing agar menjadi sebuah modal untuk mencari kesempatan yang lebih baik. Atau mencari freelance job untuk sekedar bisa menambah tabungan/dana darurat.

Karena menurut saya, di zaman sekarang kita tidak bisa hanya mengandalkan satu income untuk bertahan hidup. Kecuali memang ada anomali seperti income yang kalian dapat sangat tinggi sehingga kalian tidak khawatir kekurangan uang.

Berat memang, tapi it is what it is. Semangat pejuang rupiah!

Mungkin di antara kalian ada yang mengharapkan solusi-solusi (jika ada) dari topik-topik di atas. Namun, kembali lagi, saya ingin menumpahkan isi kepala saja, bukan memberikan solusi kepada pembaca. Jadi, mohon dimaafkan.

Sebenarnya masih ada banyak hal-hal yang ingin saya tulis, namun karena saya sudah malas dan mungkin terlalu panjang jika dituliskan di sini, saya ingin menunjukkan tiga poin saja. Mungkin kalau tidak malas ke depannya saya akan menulis kelanjutannya, mungkin….


메타데이터
post_id
261ec85c4f28
slug
notes-in-my-thirties-261ec85c4f28
url
https://medium.com/@luthfirahmad/notes-in-my-thirties-261ec85c4f28
canonical_url
https://medium.com/@luthfirahmad/notes-in-my-thirties-261ec85c4f28
author_url
https://medium.com/@luthfirahmad
status
ok
fetched_at
2026-07-31 13:21:17