Setelah Besar, Siapa yang Akan menjaga Mereka?
Setelah lebih dewasa, banyak sekali ketakutan yang aku rasakan. Salah satu hal yang selalu aku takutkan adalah melihat bapak dan mama yang…
Setelah Besar, Siapa yang Akan menjaga Mereka?

Pict form film “Keluarga Cemara”
Setelah lebih dewasa, banyak sekali ketakutan yang aku rasakan. Salah satu hal yang selalu aku takutkan adalah melihat bapak dan mama yang menua. Aku tidak tahu sejak kapan itu terjadi. Mungkin saat aku menyadari bahwa uban di kepala mereka semakin banyak daripada yang bisa mereka sembunyikan. Atau ketika garis-garis halus di sekitar matanya mulai menetap dan tidak lagi hilang setelah tersenyum.
Waktu yang dulu terasa berjalan begitu lambat, ternyata diam-diam sedang mengambil masa muda mereka sedikit demi sedikit. Hubunganku dengan mereka memang tidak selalu baik, beberapa perdebatan seringkali mengisi keseharian kami.
Namun semakin bertambanya usiaku, aku memahami satu hal bahwa cinta tidak selalu hadir dalam bentuk yang sempurna. Kadang ia hadir dalam teguran yang membuat kesal, dalam nasihat yang berulang-ulang, atau dalam pertanyaan yang terus ditanyakan setiap hari: “udah makan belum?” “kuliah ngga besok?” “jangan main HP kalo di cas”.
Aku ingat bagaimana aku dibesarkan. Mama seringkali melarangku untuk berpergian dengan teman-teman. Sementara bapak, seringkali menyerahkan kepada mama. Aku berpikir bahwa mama tidak peduli dengan aku yang nantinya tidak memiliki teman. Tetapi ketika aku bertanya kenapa, mama selalu menjawab “takut”.
Mungkin di mata mereka, aku terlihat seperti anak kecil yang tidak tahu cara menjaga diri. Mereka selalu menganggapku anak-anak. Terkadang, aku ingin berkata bahwa aku sudah besar.
Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, mungkin bukan mereka yang lupa bahwa aku sudah dewasa, tapi aku yang lupa bahwa sebagian hidup mereka isinya untuk membesarkanku.
Aku tumbuh dengan pemikiran bahwa mereka akan selalu ada. Aku tidak terpikirkan siapa yang menjaga mereka ketika lelah. Tidak pernah bertanya siapa yang menenangkan mereka ketika mereka menangis. Mungkin mereka hanya bisa mengandalkan satu sama lain.
Sampai suatu hari aku menyadari bahwa tubuh mereka sudah mulai tidak selalu sehat, bapak dan mama sudah sering merasakan sakit pada kakinya, matanya sudah tidak bisa membaca tulisan kecil dengan jelas, dan sudah sering lupa.
mereka sudah semakin menua, umurku semakin bertambah, tapi rasanya aku tetap menjadi anak yang masih harus dijaga. Sampai aku bertanya-tanya, ketika besar nanti, siapa yang akan menjaga mereka?
Aku juga ingin menjadi tempat pulang untuk bapak dan mama. Aku ingin menjalani hidup bersama seseorang yang selalu mengingatkanku kepada mereka.
Hidup lebih lama lagi, ya.
메타데이터
- post_id
- 266aaf03e91c
- slug
- setelah-besar-siapa-yang-akan-menjaga-mereka-266aaf03e91c
- url
- https://medium.com/@monicastext./setelah-besar-siapa-yang-akan-menjaga-mereka-266aaf03e91c
- canonical_url
- https://medium.com/@monicastext./setelah-besar-siapa-yang-akan-menjaga-mereka-266aaf03e91c
- author_url
- https://medium.com/@monicastext.
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01