Pada Suatu Hari: Samastha
26 April 2019
Pada Suatu Hari: Samastha
26 April 2019
Samastha. Nama yang unik. Aku tidak tahu arti nama itu untuk tempat ngopi ini. Yang jelas, jika dalam bahasa Sansekerta, Samasta — bukan samastha, sih — artinya adalah disatukan. Entah bagaimana penggunaan pada perempuan dan laki-laki — ada semacam julukan untuk membedakannya, aku tidak begitu paham pelajaran bahasa Sansekerta yang kudapat kelak karena kegiatan pembelajaran kala itu sebatas virtual.
Malam itu, aku, Fikoh, Mbak Warda, dan Mbak Yuniar ikut Mbak Rosy bertemu teman-teman persma dan aktivis lainnya. Menanggapi berita yang telah terbit, kami bersama tujuh mahasiswa dari tiga fakultas lain, mengobrol tentang tindakan apa yang harus dilakukan untuk kampus agar membuat regulasi atau aturan mengenai penghapusan kekerasan seksual. Fikoh duduk di paling tepi, sebelah kiriku. Notebook barunya menyala. Kami menyimak obrolan sambil berniat menyelesaikan materi untuk Sekolah Jurnalistik besok pagi.
Pada dasarnya, aku tipikal orang yang tidak bisa pecah fokus. Saat bilang ingin mengerjakan tugas sambil ngopi, itu adalah sebuah kesalahan. Seperti saat itu, telingaku tidak bisa lepas dari perbincangan mbak-mbak dan mas-mas di sana mengenai rencana sabotase, sounding, sebar form online, hingga pengadaan konsolidasi terbuka. Ya, konsolidasi kecil ini — pada akhirnya nanti akan menjadi besar.
Pesanan kami datang diantar mas-mas berperawakan tinggi. Mbak Rosy memesan teh hijau sedangkan aku es susu. Aku lupa Fikoh pesan apa. Beberapa anak di lingkar kami yang baru bergabung memesan kepada mas-mas yang belum beranjak itu. Ah, mas itu kan anak mapala. Senior Rika di organisasinya. Oh, jadi tempat yang pernah disebut-sebut Rika tempat kerja seniornya Samastha ini.
Setahuku, memang Samastha ini dikelola oleh anak-anak FIB. Mungkin, Mas Rio, senior organisasi kesenian fakultas. Sering juga senior-senior HMJ-ku terlihat berkumpul di sana dari story Instagram mereka. Samastha, disatukan.
Waktu itu, adalah kali kedua aku ke sana. Sebelumnya, adalah saat aku menyusul Mbak Cece dan Anisa yang mampir di sana selepas membeli keperluan sekret. Saat itu aku masih jadi anak magang. Menaiki motor yang dipinjami mbak-mbak kos, aku berangkat ke warkop yang tidak begitu jauh itu. Mereka berdua sudah lama di sana, jadi aku tidak memesan apa-apa. Paling sebentar lagi juga pulang, pikirku. Apalagi di siang yang terik itu, kantongku bolong.
Anisa bercerita banyak dengan Mbak Cece. Aku yang hanya kebagian sekelumit curhatannya sedikit berdecak. Hm, sebagian ceritanya aku pernah dengar. Tapi, beberapa yang lain terasa asing dan mengejutkan. Ada rasa kasihan mengetahui kekangan yang diperoleh Anisa dari keluarganya. Tepat, tak lama kemudian kami bubar. Anisa sudah dicari ibunya.
Kesempatan lain berada di Samastha akan aku ceritakan di kisah-kisah selanjutnya.
“Kurang apa sih, Fik?” tanyaku pada Fikoh.
Fikoh tidak menjawab. Dia hanya mendesah sambil memainkan sedotannya. Minuman Fikoh masih penuh saja.
“Udah deh kayaknya. Kita aja yang memperdalam materi penulisan berita ini di otak. Jadi kalo ada kurang apa-apa tetep bisa menyampaikan ke adik-adiknya.” Pelan, aku berkata. Tak ingin mengganggu obrolan di antara teman-teman yang mulai serius. Dari tadi, kami tidak benar-benar serius memang. Maksudnya, ada saja celetuk guyonan yang muncul. Apalagi kedatangan Mas Fahmi. Ah, apa ya dulu panggilannya? Aku lupa. Dia dari fakultas teknologi pertanian. Bukan anak persma atau organisasi ekstra juga. Setahuku, dia mengelola perpustakaan jalanan peninggalan alumniku dulu. Mas Fahmi kocak. Banyolannya bisa masuk ke aku yang awalnya tidak tahu apa-apa.
Ngopi malam itu, berakhir tidak begitu larut. Jam sebelas? Ah, lupa juga. Fikoh yang sudah memberi kode untuk mengajak berpamitan lebih dahulu karena agenda Sekolah Jurnalistik besok, tidak sempat mengutarakan niatnya. Kami bubar bersamaan. Seperti yang sudah-sudah, setelah saling antar, boti berlangsung di atas Supri. Ah, kelak kami harus berpisah dengan dia.
메타데이터
- post_id
- 26b3c3ee6c64
- slug
- pada-suatu-hari-samastha-26b3c3ee6c64
- url
- https://medium.com/@alithyuni69/pada-suatu-hari-samastha-26b3c3ee6c64
- canonical_url
- https://medium.com/@alithyuni69/pada-suatu-hari-samastha-26b3c3ee6c64
- author_url
- https://medium.com/@alithyuni69
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-16 06:05:14