← Back to list

Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Digitalisasi Pariwisata Melalui Website Siparjo (Sistem Informasi…

Ditulis oleh Mochammad Ay Rahman dan Andra Aprino Gunawan untuk mengikuti “Govercy Essay Competition” yang diselenggarakan oleh Universitas…

Mochammad Ay Rahman · 2025-07-23 06:17 · 0 claps · 9.6 min read
#digitalization #tourism #peran #pemuda
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✍️ · Writing & Creative 🥊 · Combat Sports ✈️ · Travel

Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Digitalisasi Pariwisata Melalui Website Siparjo (Sistem Informasi Pariwisata Jogja) Untuk Mendukung Pemerintahan Digital Di Daerah Istimewa Yogyakarta

Ditulis oleh Mochammad Ay Rahman dan Andra Aprino Gunawan untuk mengikuti “Govercy Essay Competition” yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya

Pendahuluan

Keberagaman kekayaan alam dan budaya yang tersebar di setiap daerah menjadikan aktivitas sektor pariwisata berpotensi tinggi untuk terus dikembangkan. D.I.Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang mengalami perkembangan pesat di sektor pariwisata selama satu dekade terakhir ini, telah membuat sektor pariwisata menjadi salah satu kontributor utama bagi perekonomian masyarakat (Fardatun, 2022). Hal ini mendorong munculnya berbagai destinasi wisata lokal yang secara organic dikelola oleh masyarakat maupun organisasi swadaya lokal.

Pada tahun 2022, PAD Sub Sektor Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai Rp2.115.289.613.348 (Dinas Pariwisata DIY, 2023). Sayangnya, sebagian besar pendapatan yang diperoleh, masih terpaku pada destinasi wisata unggulan yang telah lama populer. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan diantara destinasi wisata lokal yang belum banyak dikenal, dengan destinasi wisata unggulan yang sudah populer pada kalangan masyarakat luas (Gianie, 2023).

Seiring dengan berkembangnya era Society 5.0 perkembangan digitalisasi dapat membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan sektor pariwisata, terutama dalam hal pemerataan destinasi wisata lokal yang selama ini kurang populer. Pemerintah perlu melakukan langkah konkret dalam mendorong digitalisasi sektor pariwisata, untuk memastikan bahwa potensi-potensi wisata yang tersembunyi dapat populer. Di sinilah peran strategis pemuda menjadi sangat penting. Pemuda, sebagai pilar dan aset kemajuan bangsa, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pemerintahan digital, dengan promosi destinasi wisata lokal melalui digitalisasi. Dengan demikian, kesenjangan tersebut memiliki potensi untuk diatasi melalui integrasi teknologi.

Saat ini banyak platform digital seperti website yang menawarkan informasi destinasi wisata, namun seringkali informasi yang diberikan terbatas dan kurang mendetail. Sebagian besar website tersebut cenderung hanya menampilkan destinasi wisata yang sudah populer, sehingga potensi pariwisata lokal yang kurang populer sering kali terabaikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemuda untuk melakukan penyempurnaan website-website yang telah ada, dan berusaha untuk mengimplementasikan website baru dengan informasi yang lebih detail. Salah satu implementasinya adalah dengan Sistem Informasi Pariwisata Jogja (SIPARJO). Melalui SIPARJO, pemuda dapat membantu wisatawan lokal, nasional, dan internasional untuk memperoleh akses yang mudah terhadap informasi detail seputar destinasi wisata lokal, kuliner, dan bahkan event di Jogja. Digitalisasi pariwisata yang digerakkan oleh pemuda ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mengangkat destinasi wisata yang kurang populer.

Menggunakan D.I.Yogyakarta sebagai studi kasus, tulisan ini berargumen bahwa digitalisasi sektor pariwisata yang digerakkan oleh pemuda melalui website SIPARJO dapat mengurangi kesenjangan antara destinasi wisata unggulan dengan destinasi wisata lokal yang kurang populer. SIPARJO menyediakan informasi yang lebih detail dan terkini. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung pemerintahan digital D.I.Yogyakarta, yang pada akhirnya memperkuat citranya sebagai provinsi inovatif di sektor pariwisata.

Tulisan ini pertama-tama akan menguraikan landasan konseptual yang menjadi kerangka penulisan. Bagian berikutnya akan membahas tentang peran dan fitur inovatif website SIPARJO dalam mendukung digitalisasi pemerintahan. Kemudian, pada bagian ketiga akan membahas peran pemuda dalam pengembangan dan pengelolaan website SIPARJO untuk mendukung pemerintahan digital serta digitalisasi pariwisata berkelanjutan di era Society 5.0. Di bagian terakhir, tulisan akan berfokus pada manfaat jangka panjang website SIPARJO dalam mendukung digitalisasi pariwisata di D.I.Yogyakarta.

Landasan Konseptual

Konsep Smart Tourism Destinatination (STD) merupakan penerapan konsep Smart City di mana teknologi diintegrasikan secara menyeluruh untuk menciptakan informasi destinasi wisata yang lebih responsif, interaktif, dan terpersonalisasi (Buhalis & Amaranggana, 2014). Dengan dukungan teknologi seperti Internet of Things (IoT), pengelola destinasi wisata dapat memanfaatkan teknologi ini untuk memfasilitasi interaksi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, wisatawan, dan masyarakat lokal.

Konsep Smart Tourism Destinatination (STD) dipilih karena 99,9% wilayah D.I. Yogyakarta telah terelektrifikasi oleh listrik PLN (Sudarsono, 2023), sehingga infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk mendukung Smart Tourism Destination (STD) sudah tersedia. Implementasi konsep STD melalui SIPARJO bertujuan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih interaktif, informatif, dan berkelanjutan. Selain itu, dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi terkini mengenai berbagai layanan informasi pariwisata melalui perangkat mobile mereka.

Website SIPARJO sebagai Upaya Mendukung Pemerintahan Digital Melalui Digitalisasi Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta

Sistem Informasi Pariwisata Jogja (SIPARJO) merupakan sebuah rancangan website yang akan dikelola oleh pemerintah D.I.Yogyakarta melalui peran pemuda dan berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) D.I.Yogyakarta. Dalam tata kelolanya, SIPARJO memberdayakan pemuda sebagai pengembang dan pemelihara website.

SIPARJO menyediakan tiga jenis layanan informasi utama yang sangat relevan untuk mendukung perkembangan destinasi wisata lokal. Pertama, SIPARJO berfokus untuk menyediakan informasi mengenai destinasi wisata lokal secara informatif, detail dan terkini (up to date). Kehadiran SIPARJO akan mendorong potensi destinasi wisata lokal yang belum banyak dikenal masyarakat untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih maju dan populer, sekaligus meningkatkan perekonomian setempat. Dengan adanya SIPARJO, destinasi wisata lokal yang selama ini terabaikan akan memperoleh perhatian yang lebih luas.

Selain berfokus menyediakan informasi destinasi wisata lokal, SIPARJO juga menyediakan informasi terkait kuliner khas daerah. Mengingat keberagaman kuliner yang dimiliki oleh D.I.Yogayakarta, SIPARJO berupaya menyajikan informasi kuliner lokal, dan menjembatani wisatawan agar mengenal keberagaman kuliner lokal di D.I.Yogyakarta, tanpa hanya terpaku pada kuliner yang selama ini sudah populer. Hal ini membuka peluang bagi para wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak kuliner yang mungkin belum banyak mereka ketahui sebelumnya.

Informasi ketiga yang juga disediakan oleh SIPARJO adalah event. D.I. Yogyakarta memiliki beragam event, khususnya yang berkaitan dengan budaya. Mulai dari pagelaran yang diselenggarakan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta Royal Orchestra, pop event milik pemerintah, hingga kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat lokal. SIPARJO berperan sebagai agregator dan mengintegrasikan daftar event sesuai dengan bulan penyelenggaraannya.

SIPARJO hadir sebagai website yang menjawab kekurangan dari website pariwisata yang telah lama ada. Sebagai contoh, website seperti VisitingJogja yang berperan sebagai portal informasi pariwisata D.I.Yogyakarta memiliki kelemahan berupa ketidakmudahan akses terhadap informasi yang disediakan. VisitingJogja menyediakan informasi yang sangat beragam, mulai dari destinasi wisata, kuliner, event, berita wisata, akomodasi, hingga info dinas. Keberagaman informasi tersebut mengaburkan fokus utama VisitingJogja untuk menyediakan informasi pariwisata.

SIPARJO menjawab kelemahan ini dengan menghadirkan beberapa fitur unggulan yang berfokus pada kemudahan akses informasi. Pertama, SIPARJO berfokus untuk menyediakan tiga jenis informasi utama, yakni destinasi wisata, kuliner dan event di Jogja. Dengan demikian, pemuda sebagai pengelola dapat lebih fokus mengembangkan dan menyediakan informasi yang lebih informatif, detail dan terkini, tanpa harus membagi fokusnya untuk menyediakan informasi lainnya. (Merujuk pada lampiran di Gambar 3, 4, dan 5).

Kedua, SIPARJO memiliki fitur berupa penyediaan maps interaktif yang diintegrasikan dengan GPS atau location pada smartphone pengguna. Melalui penyediaan maps interaktif ini, memungkinkan pengguna mengetahui jarak dan lokasi destinasi wisata atau kuliner, tanpa harus membuka aplikasi mapping lain, sehingga lebih efisien dibandingkan banyak website serupa yang belum memiliki fitur serupa. (Merujuk pada lampiran di Gambar 6).

Ketiga, adalah fitur kalender event yang mengintegrasikan kalender ke dalam operasional website SIPARJO. Kalender event ini berguna untuk membantu pengguna mengetahui jadwal event yang akan diselenggarakan di D.I.Yogyakarta secara terarah, sehingga pengguna dapat mengatur jadwal tanpa kebingungan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Selain itu, melalui SIPARJO pengguna dapat mengatur jadwal dengan lebih terarah, sehingga tidak akan dengan mudah ketinggalan event yang sedang berlangsung ataupun yang akan berlangsung di D.I.Yogyakarta. (Merujuk pada lampiran di Gambar 9).

Keempat, SIPARJO juga memiliki fitur percakapan dua arah yang memungkinkan pengguna berkomunikasi langsung dengan pengelola destinasi wisata. Melalui fitur ini, pengguna dapat menanyakan berbagai hal, seperti kondisi cuaca di destinasi wisata sebelum berkunjung, harga tiket, atau ketersediaan fasilitas di tempat tersebut. Pesan yang dikirim oleh pengguna dapat segera direspons oleh pengelola begitu pesan diterima. Tidak hanya terbatas pada pengelola destinasi wisata, fitur ini juga dapat digunakan untuk melakukan komunikasi kepada pelaku UMKM kuliner, sehingga memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara langsung. (Merujuk pada lampiran di Gambar 7).

Kelima, fitur yang tidak kalah penting adalah sistem ratings, yang berbentuk penilaian bintang 1 hingga 7. Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan penilaian terhadap destinasi wisata, kuliner, atau event yang telah mereka kunjungi. Selain memberikan ratings, pengguna juga dapat menyampaikan kritik, saran, atau masukan yang berguna bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisatawan. (Merujuk pada lampiran di Gambar 8).

Keenam, SIPARJO menghadirkan fitur “Perbarui Data” yang memberikan akses semi-bebas kepada pengguna untuk menyempurnakan atau menambahkan informasi pada destinasi wisata, kuliner, dan event. Fitur ini penting karena meskipun SIPARJO dikelola oleh pemuda yang didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), celah informasi tetap bisa terjadi. Dengan fitur ini, SIPARJO menjadi lebih partisipatif dan terbuka terhadap pembaruan, menjadikannya wujud nyata dari digitalisasi pemerintahan di sektor pariwisata. (Merujuk pada lampiran di Gambar 4 dan 5).

Peran Pemuda dalam Pengembangan dan Pengelolaan Website SIPARJO sebagai Upaya Mendukung Pemerintahan Digital Melalui Digitalisasi Pariwisata di Era Society 5.0

Di era Society 5.0, pemuda sebagai aktor utama dalam mendukung digitalisasi pemerintahan memiliki keunggulan besar dalam beradaptasi dengan teknologi. Sebagai digital native generation yang lahir dan tumbuh bersama kemajuan teknologi, pemuda tidak hanya memiliki keterampilan digital yang tinggi (Pareira, 2020), tetapi juga kemampuan untuk mendorong inovasi yang dapat meningkatkan pelayanan publik. Selain memiliki keterampilan teknis, pemuda juga sangat peka terhadap tren dan kebutuhan masyarakat, seperti keinginan wisatawan untuk mendapatkan informasi destinasi wisata yang mudah diakses, informatif, detail, lengkap, dan selalu terkini (up to date) (Hamdani & Suharnawi, 2018). Kemampuan pemuda dalam memahami kebutuhan pengguna, berinovasi, dan menyediakan solusi berbasis teknologi, menjadi keunggulan dalam pengembangan dan pengelolaan website SIPARJO.

Pemuda memiliki tanggung jawab dalam memastikan pengelolaan teknis dan keamanan website SIPARJO agar berjalan optimal. Dalam konteks Smart Tourism Destination (STD), pemuda berperan penting dalam mengintegrasikan teknologi seperti Internet of Things (IoT), sehingga wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi terkini langsung dari perangkat mobile mereka.

Pemuda berperan sebagai aktor utama yang mendukung digitalisasi pemerintahan, dengan berkolaborasi bersama instansi terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) D.I.Yogyakarta. Kolaborasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang website SIPARJO. Dalam hal ini, Diskominfo dapat memberikan dukungan berupa infrastruktur digital yang memadai, seperti jaringan internet yang andal serta pengelolaan pusat data (Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, 2024). Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi kelancaran operasional website SIPARJO. Selain infrastruktur, integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), membutuhkan regulasi keamanan siber yang dapat dikelola oleh Diskominfo, untuk memastikan perlindungan data wisatawan dan pengelola pariwisata (Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, 2024). Dengan kolaborasi yang baik antara pemuda dan Diskominfo, keberlanjutan serta keberhasilan website SIPARJO dapat terwujud, dan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di era digital.

Selain itu, kolaborasi dengan UMKM lokal, seperti pelaku industri kuliner dan pengelola destinasi wisata lokal, dapat memperkaya konten di dalam website SIPARJO. Dalam hal ini, pemuda dapat berperan sebagai jembatan antara teknologi dan masyarakat, menjadikan SIPARJO sebagai platform yang tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan, tetapi juga mendukung pelaku ekonomi lokal. Dengan berkolaborasi dengan destinasi wisata lokal yang dikelola masyarakat, potensi alam tersembunyi (hidden gem) berbasis kearifan lokal dapat diangkat melalui website SIPARJO, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, sekaligus mendukung pemerintahan digital dalam pengembangan sektor pariwisata digital yang berkelanjutan di D.I.Yogyakarta.

Manfaat Jangka Panjang Website SIPARJO sebagai Upaya Mendukung Pemerintahan Digital Melalui Digitalisasi Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta

Website SIPARJO memiliki manfaat jangka panjang yang signifikan dalam meningkatkan popularitas destinasi wisata lokal, terutama destinasi wisata yang selama ini kurang populer. Dengan menyediakan informasi yang detail dan terkini, SIPARJO dapat menarik minat wisatawan untuk menjelajahi destinasi wisata lokal baru, yang belum pernah diketahui sebelumnya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, terutama pada pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata tersebut, seperti penyedia homestay, kuliner khas daerah, dan oleh-oleh khas daerah (Mellita & Noviardy, 2022). Dengan adanya website SIPARJO ini, secara tidak langsung menjadi wadah promosi bagi destinasi wisata lokal, sehingga destinasidestinasi yang tersembunyi memiliki peluang untuk berkembang sejajar dengan destinasi unggulan di D.I.Yogyakarta.

SIPARJO sebagai wujud dari upaya pemerintah dalam melakukan digitalisasi pariwiata yang mendorong peningkatan perekonomian lokal dan komunikasi antar stakeholders. Integrasi teknologi melalui konsep Smart Tourism Destinatination yang didukung oleh aliran listrik yang memadai pada hampir seluruh wilayah D.I.Yogyakarta akan mendorong terciptanya ekosistem pariwisata digital (Effendi, 2023). Ekosistem pariwisata digital yang kerap memiliki permasalahan dalam pengelolaan website seperti kelengkapan informasi (Hamdani & Suharnawi, 2018), akan terjawab dengan berbagai macam fitur dari SIPARJO yang interaktif. SIPARJO memungkinkan peningkatan komunikasi antar para stakeholder pariwisata, yang selama ini terhalang oleh proses komunikasi maupun birokrasi klasik yang lamban.

Penutup

SIPARJO hadir sebagai solusi untuk mendukung pemerataan sektor pariwisata di D.I.Yogyakarta, khususnya melalui konsep Smart Tourism Destination. Melalui pemanfaatan peran pemuda dan kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, SIPARJO tidak terbatas menyediakan informasi yang detail dan terkini mengenai destinasi wisata lokal, tetapi juga membantu mempromosikan kuliner dan event yang akan diselenggarakan. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara pariwisatan unggulan dengan pariwisata yang kurang populer, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal dan memperkuat citra D.I.Yogyakarta sebagai daerah yang berinovasi di era digital.

Secara teoritis, SIPARJO memperlihatkan pengembangan konsep Smart Tourism Destination dengan menunjukkan bagaimana digitalisasi sektor pariwisata melalui integrasi teknologi dapat memperluas jangkauan destinasi wisata, sekaligus memberdayakan destinasi wisata lokal. SIPARJO juga memberikan contoh konkret bagaimana pemuda sebagai digital native generation, dapat memainkan peran strategis dalam menggerakkan inovasi digital yang sesuai dengan pemerintah dan masyarakat lokal.

SIPARJO menawarkan model website dengan berbagai fitur interaktif seperti maps interaktif, kalender event, percakapan, ratings¸ dan perbarui data yang akan memudahkan wisatawan mendapatkan informasi yang informatif, detail dan terkini, sehingga mendorong mereka untuk mengeksplorasi lebih banyak destinasi wisata lokal. Implementasi SIPARJO ini memperlihatkan pengaruh penggunaan teknologi dalam digitalisasi pemerintahan, meningkatkan komunikasi antar para stakeholder, menciptakan layanan informasi pariwisata yang lebih efisien dan responsif, serta mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.

Daftar Pustaka

Buhalis, D., & Amaranggana, A. (2014). Smart Tourism Destinations. In Information and Communication Technologies in Tourism 2014 (pp. 553–564). Information and Communication Technologies in Tourism. https://doi.org/10.1007/978-3-319-03973-2_40

Dinas Komunikasi dan Informatika DIY. (2024). Visi Misi. [diskominfo.jogjaprov.go.id. https://diskominfo.jogjaprov.go.id/page/visi-misi](http://diskominfo.jogjaprov.go.id. https://diskominfo.jogjaprov.go.id/page/visi-misi)

Dinas Pariwisata DIY. (2023). Statistik Kepariwisataaan DIY Tahun 2022. pg. 69. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/webdinas/download/statistikkepariwisataan-diy-tahun-2022/

Effendi, M., Ambarwati, S., & Pandangwati, S. (2023). Smart Technology Boosts Tourist Satisfaction in Yogyakarta Smart Tourism Destination. Advances in Social Science, Education and Humanities Research/Advances in Social Science, Education and Humanities Research, pp. 495–504. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-048-0_52

Evans. (2022) Taking Control of Their Lives? The Youth, Citizenship and Social Change Project. European Educational Research Journal, vol. 1, no. 3, pp. 497–498, https://doi.org/10.2304/eerj.2002.1.3.7.

Fardatun. (2022). Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010–2021.

Gianie. (2023). Ketimpangan Wisata Domestik Indonesia. kompas.id; Harian Kompas. https://www.kompas.id/baca/riset/2023/07/07/ketimpangan-wisata-domestik-indonesia

Hamdani, W., & Suharnawi. (2018). Pengembangan Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Tegal Berbasis Website. JOINS (Journal of Information System), 3(1), pp. 1–9. [https://doi.org/10.33633/joins.v3i1.1876 https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/44704/19313140.pdf? sequence=1](https://doi.org/10.33633/joins.v3i1.1876 https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/44704/19313140.pdf? sequence=1)

Mellita, D., & Noviardy, A. (2022). Pemanfaatan Platform Ekonomi Secara Digital Terhadap Kinerja UMKM Di Kota Palembang Selama Masa Pandemi Covid-19. Management, Business, and Accounting, 20(3), pp. 265–274. https://doi.org/10.33557/mbia.v20i3.1617

Pereira, A. G., Lima, T. M., & Charrua-Santos, F. (2020). Industry 4.0 and Society 5.0: Opportunities and Threats. International Journal of Recent Technology and Engineering, 8(5), pp. 3305–3308. https://doi.org/10.35940/ijrte.d8764.018520

Sudarsono. (2023). 99,9% Wilayah di Jateng dan DIY Sudah Teraliri Listrik PLN. rri.co.id; Radio Republik Indonesia. https://www.rri.co.id/daerah/127762/99-9-wilayah-di-jateng-dan-diysudah-teraliri-listrik-pln


메타데이터
post_id
26b3f4eaf52f
slug
peran-pemuda-dalam-mewujudkan-digitalisasi-pariwisata-melalui-website-siparjo-sistem-informasi-26b3f4eaf52f
url
https://medium.com/@ayrahman18/peran-pemuda-dalam-mewujudkan-digitalisasi-pariwisata-melalui-website-siparjo-sistem-informasi-26b3f4eaf52f
canonical_url
https://medium.com/@ayrahman18/peran-pemuda-dalam-mewujudkan-digitalisasi-pariwisata-melalui-website-siparjo-sistem-informasi-26b3f4eaf52f
author_url
https://medium.com/@ayrahman18
status
ok
fetched_at
2026-06-28 04:42:08