Masjid Kuno Tamanarum Tahun 1960 Peninggalan Pengawal Pangeran Dipenogoro
Seperti yang kita ketahui, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat penyebaran agama serta aktivitas…
Masjid Kuno Tamanarum Tahun 1960 Peninggalan Pengawal Pangeran Dipenogoro

Bagian dalam Masjid Tamanarum (Sumber: Foto Penulis)
Seperti yang kita ketahui, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat penyebaran agama serta aktivitas sosial masyarakat. Di wilayah Magetan, tepatnya di kawasan Parang yang berada di lereng timur Gunung Lawu, terdapat sebuah masjid tua yang menjadi saksi perkembangan Islam sejak masa lampau.

Makam Imam Nawawi (Sumber: Foto Penulis)
Masjid Parang yang diperkirakan berdiri pada tahun 1860 ini dibangun oleh Imam Nawawi sebagai upaya pengembangan agama Islam di wilayah Magetan, khususnya di kawasan timur Gunung Lawu. Keberadaan masjid ini menjadi bagian penting dalam sejarah penyebaran Islam di daerah tersebut.
Menurut Sholiqin, Imam Masjid, Latar belakang dari pembangunan masjid ini adalah untuk pengembangan agama Islam di wilayah Magetan, wilayah timur gunung lawu
Seiring berjalannya waktu, masjid ini mengalami proses restorasi pada tahun 1997 oleh pihak cagar budaya dari Trowulan. Meskipun telah direnovasi, sebagian bangunan tetap mempertahankan bentuk aslinya, terutama pada bagian interior. Struktur atap genteng yang masih menggunakan kayu jati menjadi salah satu bukti keaslian arsitektur masjid ini.
Upaya pelestarian ini juga mendapat perhatian dari dinas purbakala, yang turut menjaga keberadaan masjid sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis dan religius.

Kitab Kuno (Sumber: Foto Penulis)
Salah satu ciri khas dari Masjid Parang adalah adanya peninggalan kitab-kitab kuno yang masih terjaga keasliannya hingga saat ini. Kitab-kitab tersebut menjadi bukti bahwa masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran agama di masa lalu.
Dalam kehidupan masyarakat saat ini, masjid tetap berfungsi aktif sebagai tempat ibadah. Selain itu, masjid juga digunakan untuk kegiatan spiritual seperti i’tikaf. Pengelolaan masjid dilakukan oleh takmir yang berasal dari masyarakat sekitar, menunjukkan adanya keterlibatan langsung warga dalam menjaga keberlangsungan fungsi masjid.
Salah satu tokoh yang berperan dalam kegiatan keagamaan di masjid ini adalah Pak Solihin, yang menjadi imam dan memimpin berbagai aktivitas ibadah.
Sebagai warisan sejarah dan budaya, keberadaan Masjid Parang menunjukkan bahwa pelestarian bangunan bersejarah tidak hanya terletak pada fisik bangunannya, tetapi juga pada fungsi dan nilai yang terus dijaga oleh masyarakat.
Penulis : Alfan Nur Rahman
Mahasiswa Film dan Televisi
ISI Surakarta
CP : 085855367659 (Alfan Nur Rahman)
Editor : Alfan Nur Rahman
메타데이터
- post_id
- 274802ed75cc
- slug
- masjid-kuno-tamanarum-tahun-1960-peninggalan-pengawal-pangeran-dipenogoro-274802ed75cc
- url
- https://medium.com/@alfannurrahman26/masjid-kuno-tamanarum-tahun-1960-peninggalan-pengawal-pangeran-dipenogoro-274802ed75cc
- canonical_url
- https://medium.com/@alfannurrahman26/masjid-kuno-tamanarum-tahun-1960-peninggalan-pengawal-pangeran-dipenogoro-274802ed75cc
- author_url
- https://medium.com/@alfannurrahman26
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30