← Back to list

Turis Brazil Meninggal Setelah 4 Hari Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani

Tragedi di Gunung Rinjani: Pendaki Asal Brazil Ditemukan Tak Bernyawa Usai Terpeleset

ADMT INSIDER · 2025-06-25 12:52 · 0 claps · 2.4 min read
#gunung-rinjani #berita-gunung-rinjani #pendakigunung #berita-terkini
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval

Turis Brazil Meninggal Setelah 4 Hari Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani

Tragedi di Gunung Rinjani: Pendaki Asal Brazil Ditemukan Tak Bernyawa Usai Terpeleset

Lombok Timur, 25 Juni 2025 — Juliana Marins, seorang wisatawan berkebangsaan Brazil berusia 26 tahun, ditemukan meninggal dunia di dasar jurang sedalam hampir 500 meter di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Selasa pagi (24/6/2025), menandai akhir dari pencarian intensif selama empat hari sejak ia dinyatakan hilang.

Insiden tragis ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu, Juliana bersama lima rekannya tengah melakukan pendakian melalui jalur pendakian Cemara Tunggal. Menurut keterangan resmi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan tim SAR, korban diduga terpeleset akibat kombinasi faktor kelelahan dan kondisi medan yang licin serta curam.

Kepala Kantor SAR Mataram menjelaskan, “Korban diperkirakan jatuh sekitar 150–200 meter dari lokasi awal terpeleset. Namun, karena karakteristik lereng yang berpasir dan labil, tubuh korban kemudian tergelincir lebih jauh hingga mencapai kedalaman sekitar 500 meter dari bibir jurang.”

Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian tak lama setelah menerima laporan kehilangan. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala serius, mulai dari cuaca buruk yang tak menentu, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, hingga topografi daerah pencarian yang sangat ekstrem dan sulit diakses. Berbagai teknologi modern seperti drone thermal serta peralatan panjat tebing canggih dikerahkan untuk menyisir area yang diidentifikasi sebagai titik jatuhnya korban.

Harapan sempat muncul ketika sebuah rekaman video drone yang sempat tersebar memperdengarkan suara teriakan minta tolong yang diduga kuat berasal dari Juliana. Hal ini menguatkan keyakinan bahwa korban mungkin masih bertahan hidup pada saat itu. Namun, kondisi alam dan waktu yang terus berjalan membuktikan kenyataan yang berbeda.

Setelah tiga hari melakukan pencarian yang melelahkan, tim SAR akhirnya menemukan Juliana pada Senin sore (23/6/2025) dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Posisinya ditemukan tersangkut di dinding batu yang sangat curam, sekitar 500 meter di bawah titik ia dilaporkan terpeleset. Proses evakuasi jenazah dilakukan keesokan harinya, Rabu (25/6/2025), menggunakan teknik pengangkatan vertikal yang memerlukan keahlian tinggi dan memiliki risiko besar.

Keluarga korban di Brazil telah menerima konfirmasi mengenai kematian Juliana. Mereka menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim penyelamat atas kerja kerasnya, meskipun di sisi lain juga menyuarakan kritik terkait apa yang mereka anggap sebagai lambannya proses evakuasi setelah penemuan jenazah. Pemerintah Brazil juga menunjukkan perhatian serius terhadap kasus ini dengan mengirimkan perwakilan diplomatik ke Indonesia untuk memantau penanganan lebih lanjut.

Juliana Marins dikenal oleh orang-orang terdekatnya sebagai seorang petualang yang sangat mencintai alam. Sebelum tiba di Indonesia, ia telah menjelajahi berbagai destinasi di Asia Tenggara sejak awal tahun 2025, termasuk Filipina, Thailand, dan Vietnam, menunjukkan semangat eksplorasi yang tinggi.

Tragedi ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya aspek keselamatan dan pengawasan yang ketat dalam setiap kegiatan wisata yang melibatkan risiko tinggi, khususnya pendakian di jalur-jalur ekstrem seperti Gunung Rinjani. Data menunjukkan bahwa aktivitas pendakian di gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini kerap diwarnai insiden. Menurut catatan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, dalam tiga tahun terakhir (2022–2024), rata-rata terjadi 8–12 kejadian darurat per tahun yang memerlukan operasi SAR, mulai dari cedera ringan, hipotermia, hingga kasus kehilangan dan fatality seperti yang menimpa Juliana. Angka ini menggarisbawahi perlunya kesiapan fisik, mental, peralatan memadai, pemandu berpengalaman, serta kewaspadaan ekstra bagi para pendaki di gunung yang terkenal akan keindahan namun juga medannya yang menantang ini.

Sumber: SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, media Brazil, laporan lapangan, dan data internal Balai TNGR.

Kunjungi juga : Link alternatif admintoto Terbaru Link daftar admintoto 2025


메타데이터
post_id
276c48205fa3
slug
turis-brazil-meninggal-setelah-4-hari-terjatuh-di-jurang-gunung-rinjani-276c48205fa3
url
https://medium.com/@admintototerpercaya/turis-brazil-meninggal-setelah-4-hari-terjatuh-di-jurang-gunung-rinjani-276c48205fa3
canonical_url
https://medium.com/@admintototerpercaya/turis-brazil-meninggal-setelah-4-hari-terjatuh-di-jurang-gunung-rinjani-276c48205fa3
author_url
https://medium.com/@admintototerpercaya
status
ok
fetched_at
2026-07-19 06:43:54