Kota Jakarta Hingga New York Terancam Tenggelam!
Samuel Pijar Tirtawijaya
Kota Jakarta Hingga New York Terancam Tenggelam!
Samuel Pijar Tirtawijaya

Sumber: kumparan
Daratan kota New York dan DKI Jakarta semakin terancam dengan adanya perubahan iklim yang tak terbendung. Kota-kota pesisir ini menghadapi dua ancaman utama: penurunan permukaan tanah akibat beban bangunan dan kenaikan permukaan laut. Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi penurunan muka tanah yang signifikan di kedua kota ini, mengingatkan kita akan urgensi perlunya tindakan untuk menghadapi dampak perubahan iklim.
Pada akhir abad ke-19, The Tower menjadi ikon pencakar langit pertama di New York. Namun, dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi seperti itu, sebagian daratan New York kini mulai tenggelam. Menurut penelitian United States Geological Survey (USGS), jumlah besar material konstruksi seperti beton, kaca, dan baja dalam jutaan bangunan tersebut memberikan tekanan besar pada tanah yang mendukungnya. Penurunan permukaan tanah ini dipengaruhi oleh beban bangunan dan kenaikan permukaan laut yang terus berlanjut.
Penurunan muka tanah bukan hanya terjadi di New York, tetapi juga di kota-kota pesisir lainnya di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Steven D’Hondt dari University of Rhode Island di Amerika Serikat, beberapa kota di Asia Tenggara, seperti Jakarta, mengalami penurunan muka tanah dengan kecepatan yang lebih cepat daripada kenaikan permukaan laut. Jakarta bahkan tenggelam dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, dan hal ini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kota tersebut.
Salah satu pendekatan yang dapat diambil untuk menyelamatkan kota-kota ini dari tenggelam adalah dengan mengurangi pembangunan baru. Tanah di bawah bangunan umumnya mengalami penurunan dalam waktu singkat setelah pembangunan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan lokasi pembangunan dengan membangun struktur terbesar di atas batuan dasar yang kokoh. Langkah ini dapat membantu mengurangi tekanan pada tanah dan memperlambat penurunan muka tanah.
Pendekatan lainnya adalah memperlambat penarikan air tanah dan ekstraksi sumber daya di bawah tanah. Upaya yang berkelanjutan dalam memasok kebutuhan air kota dan menjaga keseimbangan air tanah dapat membantu mengatasi masalah penurunan muka tanah. Selain itu, pembangunan pertahanan banjir seperti tanggul laut dan sistem peringatan dini juga menjadi langkah penting untuk melindungi kota-kota pesisir dari ancaman banjir dan kenaikan permukaan laut.
Tidak hanya pemerintah yang harus bertindak, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam mengurangi jejak karbon dan dampak perubahan iklim. Mengurangi penggunaan energi fosil, memilih transportasi berkelanjutan, dan mendukung inisiatif ramah lingkungan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencegah perubahan iklim yang semakin parah. Kesadaran kolektif dan tindakan bersama dari masyarakat dapat menjadi kekuatan yang besar dalam mengatasi tantangan ini.
Dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan potensi tenggelamnya kota-kota seperti New York dan Jakarta, waktu menjadi faktor kritis. Tindakan yang cepat, komprehensif, dan berkelanjutan diperlukan untuk melindungi dan membangun kembali kota-kota ini agar tetap berkelanjutan dan aman dari dampak perubahan iklim. Dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas internasional, masih ada harapan untuk menyelamatkan kota-kota ini dari nasib yang tidak diinginkan.
𝑆𝑎𝑣𝑖𝑛𝑔 𝑂𝑢𝑟 𝑇𝑜𝑚𝑜𝑟𝑟𝑜𝑤
[Diolah dari publikasi: BBC]
메타데이터
- post_id
- 28da56a0bfaa
- slug
- kota-jakarta-hingga-new-york-terancam-tenggelam-28da56a0bfaa
- url
- https://medium.com/@roxi.earth/kota-jakarta-hingga-new-york-terancam-tenggelam-28da56a0bfaa
- canonical_url
- https://medium.com/@roxi.earth/kota-jakarta-hingga-new-york-terancam-tenggelam-28da56a0bfaa
- author_url
- https://medium.com/@roxi.earth
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-16 21:31:11