← Back to list

Lagi di Toilet Terus ada Kecoak

Seketika saya sedang di toilet, kemudian saya dikejutkan oleh rahmat Tuhan, yakni ada kecoa jerman yang somehow ada di kubikel saya. Tentu…

Mario Aron Jeremy · 2026-06-05 11:07 · 2 claps · 1.0 min read
#contemplation #quiet #theology #christianity #cockroach
Open on Medium ↗
Wiki topics: HUM · Humanities · General 📊 · Economic Policy 🕊️ · Religion 💭 · Philosophy of Spirit

Lagi di Toilet Terus ada Kecoak

Seketika saya sedang di toilet, kemudian saya dikejutkan oleh rahmat Tuhan, yakni ada kecoa jerman yang somehow ada di kubikel saya. Tentu saya berespon sebagaimana manusia pada umumnya: Hendak menginjak kecoak tersebut. Tetapi saya hanya menakut-nakuti dia supaya pergi keluar. Namun, seketika kecoak tersebut berkata kepada saya:

“Jika engkau, manusia, melihat langit Tuhan, buatan jari Tuhan, bulan dan bintang-bintang yang Dia tempatkan

Apakah engkau, sehingga Tuhan mengingatmu? Apakah engkau, sehingga Tuhan mengindahkanmu?

Tapi Dia telah membuatmu hampir sama seperti Dia, dan telah memahkotaimu dengan kemuliaan dan hormat.

Dia membuat mu berkuasa atas buatan tangan-Nya;

segala-galanya telah Dia letakkan di bawah kakimu:

kambing domba dan lembu sapi sekalian,

juga kecoak, dan binatang-binatang di padang;

burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut,

dan apa yang melintasi arus lautan.”

Seketika saya terkejut karena kecoak tersebut mereferensikan Mazmur 8 kepada saya. Saya terdiam dan kecoak itu melanjutkan:

“Namun, wahai keturunan Adam, dengan kesia-siaan yang engkau kerjakan, dengan segala kenajisan yang kau tunjukkan di hadapan Sang Pengukir Langit,Adakah engkau melihat dirimu lebih dekat menyerupai Dia? Atau adakah engkau lebih menyerupai aku? Adakah engkau, lebih baik daripadaku? Jikalau kuperhatikan, wahai anak Adam, lebih dekat antara kau dan aku sebagaimana kita sama-sama dicipta oleh Nya. Pun demikian dalam segala kenajisanku, engkau hendak menghancurkanku. Adakah Tuhan, dengan segala kekudusan-Nya, menghancurkanmu ketika melihatmu najis di hadapan-Nya?”

Saya terdiam.

“Akankah kematian, yang menjemput Tuhanmu di salib, menyambut aku lebih ramah daripada engkau, manusia, yang Dia mahkotai?

Pun demikian, dengan kasih sayang-Nya kepadamu, Dia menyapa kematian itu.”

Seketika kecoak tersebut meninggalkan saya di dalam kubikel. Di dalam kekekalan.

5 Juni 2026


메타데이터
post_id
28f3d2bb00e5
slug
lagi-di-toilet-terus-ada-kecoak-28f3d2bb00e5
url
https://medium.com/@marioaronsir/lagi-di-toilet-terus-ada-kecoak-28f3d2bb00e5
canonical_url
https://medium.com/@marioaronsir/lagi-di-toilet-terus-ada-kecoak-28f3d2bb00e5
author_url
https://medium.com/@marioaronsir
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30