Entah (49/366)
Kok bisa ya semesta mengatur perasaan satu manusia dengan yang lainnya. Apa jadinya jika kita tak sengaja berjumpa. Entah di depan kampus…
Entah (49/366)
[embed]
Kok bisa ya semesta mengatur perasaan satu manusia dengan yang lainnya. Apa jadinya jika kita tak sengaja berjumpa. Entah di depan kampus kita, entah di Surabaya, entah di sekitaran Tugu Jogja, atau di jalanan Ibu Kota Nusantara. Tapi, di depan toko buku dengan aroma kertas lama juga tak apa.
Dan, seperti biasa, mungkin aku hanya diam tak bicara. Hanya mampu pandangi, raut wajahmu yang sama indahnya dengan sinar senja. Wajah teduhmu, senyummu dan segala yang ada padamu, entah bagaimana terasa mempesona.
Sejujurnya, kau serupa langit. Tidak hanya saat senja saja. Senyummu candu seperti birunya angkasa. Ketika mendungpun aku tetap suka. Gemuruh pun aku terima. Tapi kau pasti tidak percaya.
Intinya, aku tak sanggup berjanji, tapi ku katakan padamu bahwa aku cinta kau saat ini, esok hari, lusa nanti, dan akan tetap seperti itu setiap hari.
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini Entah esok hari entah lusa nanti Entah oh entah
23.03 | 18.2.24
메타데이터
- post_id
- 2b0e3bd6c9ef
- slug
- entah-49-366-2b0e3bd6c9ef
- url
- https://medium.com/@ajeournal/entah-49-366-2b0e3bd6c9ef
- canonical_url
- https://medium.com/@ajeournal/entah-49-366-2b0e3bd6c9ef
- author_url
- https://medium.com/@ajeournal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-28 04:42:08