← Back to list

1.653 mdpl

Tentang luka yang dimaafkan, jejak yang ditinggalkan, dan takdir yang diterima

R · 2025-09-22 17:03 · 0 claps · 2.1 min read
#journal #jejak #self-improvement
Open on Medium ↗
Wiki topics: PSY · Psychology 🚀 · Self Improvement

1.653 mdpl

Tentang luka yang dimaafkan, jejak yang ditinggalkan, dan takdir yang diterima

Puncak Pawitra, Gunung Penanggungan (1.653 mdpl)

Puncak Pawitra, Gunung Penanggungan (1.653 mdpl)

Kali ini saya bercerita tentang perjalanan menuju ketinggan 1.653 mdpl. Bukan sekadar untuk menantang raga, tapi juga menelusuri jejak-jejak yang pernah ditinggalkan, baik oleh manusia lain maupun diri sendiri. Di setiap langkah, saya merasakan bekas luka: kata yang keji, harapan yang pupus, dan pilihan yang tak mudah diterima.

Di tengah perjalanan, saya tersadar akan satu hal unik: 53 merupakan angka selalu muncul dalam sebagian sandi seorang manusia, manusia yang pernah sangat saya kenal. Entah kebetulan atau pertanda, seolah menjadi simbol jejak yang terus hadir, mengingatkan saya bahwa luka dan pengalaman selalu menyertai perjalanan hidup, meski tidak selalu terlihat.

Di puncak, udara tipis dan dingin menjadi saksi. Di sana, saya belajar bahwa memaafkan adalah seni melepas beban, sedang melupakan adalah bagian dari luka yang tak selalu perlu dihapus. Melepas bukan berarti melupakan, dan menerima takdir bukan berarti menyerah.

Berat memang. Namun, saya terlahir bukan sebagai manusia pembenci. Menyimpan dendam saja sudah cukup menua hati, apalagi menumbuhkan kebencian. Yang saya cari hanyalah kedamaian. Bukan dari dunia luar, tapi dari hati yang telah siap menerima segala jejak dan luka dengan ribuan langkah percaya.

Indonesia lahir dari segudang keajaiban. Sebagian peneliti percaya bahwa nusantara adalah Atlantis yang tenggelam. Terlepas benar atau tidak, terlampau rugi bagi seorang anak negeri jika tak pernah menyentuh megah ciptaan-Nya.

Di bawah sana, manusia bersorak merayakan dunia dengan film terbaru, pusat perbelanjaan besar, dan kafe yang viral. Di petualangan ini, semua terasa jauh, nyaris hampa. Tak ada sinyal, tak ada kabar. Yang ada hanya aku, rekanku, langkah yang bergema, jejak trekking pole beradu dengan tanah, riuh pikiran yang bersahutan, penjual es tebu di pos dua, dan madu sachet di sakuku.

Sebagai manusia biasa, tak ada yang lebih menenangkan selain menyaksikan pohon besar bergeming dengan ranting yang bergoyang pelan, bunga liar menebar warna, dan jalur sempit tempat berjumpa seluruh insan. Sapaan sederhana terucap, “Monggo, mas, mba.” “Semangat, mas, mba!.” Semua akrab disini. Tidak ada jarak, apalagi benci. Berbagi minuman hangat, bahan makan, serta tawa dan bincang, sudah cukup menjadi definisi kemesraan antarmanusia.

Gunung mengajarkan saya banyak hal. Bahwa langkah mesti terus ke depan, meski rintangan terasa mengikat. Bahwa selalu ada indah yang menunggu, sejauh apa pun harus ditempuh. Bahwa jangan terlena oleh kanan dan kiri, karena yang utama berada di depan. Di pos satu, barangkali kamu punya segalanya. Namun semakin jauh kaki melangkah, satu per satu akan meninggalkan maupun ditinggalkan. Hingga yang tersisa hanya kokoh diri sendiri dengan pegangan terakhir yang kamu jaga.

Tidak ada yang perlu saya kejar hari ini. Jalan setapak hanya dalih untuk menemukan ruang kosong dalam diri. Di sanalah saya duduk, mendengar dedaunan berbisik lebih fasih daripada manusia. Bila ada yang mencari, tolong kabarkan saja saya sedang sibuk. Sibuk merangkai kata. Sibuk mendengar suara yang tak terucap.

Hari ini saya bahagia. Menyaksikan ilalang menari dibelai angin, kupu-kupu kuning hinggap di pangkuan carrier, kumandang azan pagi hari menyapu kabut, riuh tenda tetangga sebagai musik latar, dan kilau bintang berjatuhan seolah menuliskan doa-doa.

Saya mengucap syukur atas kemegahan alam yang terbentang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.


메타데이터
post_id
2b186bf66252
slug
1-653-mdpl-2b186bf66252
url
https://medium.com/@adzhani/1-653-mdpl-2b186bf66252
canonical_url
https://medium.com/@adzhani/1-653-mdpl-2b186bf66252
author_url
https://medium.com/@adzhani
status
ok
fetched_at
2026-06-24 13:29:15