← Back to list

Melodi Syukur: Di Balik 160 Aksara Kemenangan

syifadyani · 2026-05-09 18:55 · 1 claps · 2.6 min read
#birthday #narasi #aksara #metáforas #support-system
Open on Medium ↗

Melodi Syukur: Di Balik 160 Aksara Kemenangan

Sastra bagi banyak orang mungkin hanyalah barisan kata, namun bagiku, ia adalah saksi bisu sebuah perjalanan panjang. Hari ini, saat usiaku bertambah satu tahun, aku menatap deretan 160 sertifikat yang berhasil kuraih. Ini bukan sekadar angka; ini adalah kado yang ingin kupersembahkan kepada mereka, pilar-pilar kokoh di balik setiap kalimat yang kutulis.

Keberhasilan meraih juara ketiga di bidang buku ini tak lepas dari doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus. Ada sosok yang selalu berdiri di garda terdepan untukku.

Sosok di bangsal ini adalah kompas hidupku. Dia adalah orang pertama yang selalu bangga atas apa pun yang aku capai. Meskipun aku tahu, sebagai anak pertama, ada beribu-ribu ekspektasi tak terucap yang ia simpan di dalam hatinya, ia tidak pernah menuntutku untuk menjadi ini atau itu.

Ayah tidak pernah memaksa, tapi aku tahu jauh di lubuk hatinya, ada rasa ingin yang sangat kuat agar aku bisa menjadi sosok yang jauh lebih baik darinya. Doanya tak kasat mata, namun kekuatannya nyata di setiap helai napasku. Terima kasih, Ayah, telah menjadi bukti bahwa kebanggaan tidak selalu membutuhkan kata-kata mewah, melainkan ketulusan hati.

Selain Ayah, di balik tirai prosesku yang pertama, ada tangan-tangan lain yang Tuhan kirimkan untuk menopangku.

Di balik setiap bait puisi dan narasi yang kususun, ada tangan-tangan yang menjagaku agar tidak jatuh. Salah satunya adalah Tante Arumi. Beliau adalah sosok yang keras namun penyayang, figur yang tegas dalam prinsip namun memiliki kelembutan hati yang luar biasa dalam mendukung setiap langkahku. Tante Arumi hadir sebagai sosok yang tak pernah lelah menjadi pengganti sekaligus pelindung, memastikan api semangatku tetap menyala di saat duniaku terasa redup.

Setelah sosok Ayah dan Tante Arumi, ada detak pendukung lain yang tak kalah hebatnya. Ada Bunda yang terus mendukungku ditempat yang indah juga ada Om Ajib, adik dari Ayahku. Mereka adalah orang-orang yang berdiri paling tegak untukku; memberikan dukungan dan support yang begitu nyata, bahkan melampaui apa yang bisa kubayangkan. Di saat yang lain mungkin hanya melihat hasilnya, mereka adalah orang-orang yang memahami setiap tetes keringat dalam prosesku. Kehadiran mereka adalah bukti bahwa keluarga bukan hanya soal pertalian darah, tapi tentang siapa yang tetap menggenggam tanganmu saat kamu sedang berjuang.

Tak hanya mereka, perjalananku ini pun selalu memiliki satu titik cahaya yang menjadi inspirasi. Sosok yang namanya cukup kusimpan dalam doa, namun keberadaannya adalah motivasi terbesarku. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Di tahun ini, saat ia bersiap untuk wisuda, aku pun ingin mempersembahkan kado kecil ini – 160 sertifikat dan prestasi juara ketiga ini – sebagai bentuk balasan atas semangat yang secara tidak langsung ia tularkan padaku. Melihat kegigihannya dalam pendidikan, membuatku tidak ingin kalah hebatnya dalam menorehkan tinta di dunia sastra.

160 lembar sertifikat ini bukanlah tentang pembuktian diri kepada dunia, melainkan surat cinta yang ingin kukirimkan kepada kalian semua. Di hari ulang tahunku yang ke-[isi umurmu] ini, aku menyadari bahwa aku tidak pernah berjalan sendirian.

Ada Ayah yang tetap bangga meski dalam lelahnya di rumah sakit, ada Tante Arumi dengan ketegasan sayangnya, ada Bunda dan Om yang selalu menjadi pendukung terdepan melebihi siapapun, serta sosok-sosok inspirasi yang langkahnya selalu ingin kukejar.

Kalian adalah alasan mengapa “Syifa si penulis amatir” ini berani bermimpi menjadi profesional. Jika sastra adalah sebuah melodi, maka kalian adalah irama yang membuatnya terdengar indah. Terima kasih telah membiarkanku tumbuh dengan caraku sendiri, tanpa tuntutan, namun dengan dukungan yang melangit.

Hari ini, aku merayakan kelahiran, sekaligus merayakan kasih sayang kalian yang tak terhingga.

Selamat ulang tahun untuk diriku, dan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk kalian, rumah terbaikku.


메타데이터
post_id
2b4512fa45bd
slug
melodi-syukur-di-balik-160-aksara-kemenangan-2b4512fa45bd
url
https://medium.com/@syifadyani/melodi-syukur-di-balik-160-aksara-kemenangan-2b4512fa45bd
canonical_url
https://medium.com/@syifadyani/melodi-syukur-di-balik-160-aksara-kemenangan-2b4512fa45bd
author_url
https://medium.com/@syifadyani
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39