Efisiensi dan Efektivitas Alur Pelayanan: Sistem Antrian Farmasi RSUD Bengkayang
sumber : https://pin.it/1SMIWOGK8
Efisiensi dan Efektivitas Alur Pelayanan: Sistem Antrian Farmasi RSUD Bengkayang

sumber : https://pin.it/1SMIWOGK8
Keberhasilan sebuah sistem informasi rumah sakit sangat bergantung pada satu kemampuan krusial: bagaimana kita menerjemahkan dinamika alur kerja lapangan menjadi sebuah sistem digital yang efisien bagi petugas sekaligus humanis bagi pasien.
Ini adalah cerita tentang bagaimana saya harus membuang arsitektur desain pertama dari Sistem Antrian Farmasi RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Bengkayang, merombak total alur datanya, dan membangun ulang sebuah sistem yang benar-benar solutif bagi staf farmasi dan pasien.
Membongkar Kegagalan Desain Pertama
Pada awalnya, sistem ini dirancang dengan konsep Panggilan Otomatis Tanpa Nomor Antrian.

Skenario Awal
Dalam desain lama ini, tampilan User Interface pada monitor TV publik didominasi oleh satu panel besar yang hanya menampilkan daftar pasien yang resepnya sedang diproses.

Ekspektasi awal saya, begitu staf farmasi menekan Klik Penyerahan Resep, data nama pasien otomatis terpampang di TV. Sederhana, hemat kertas, dan efisien
Kendala Nyata di Lapangan
Ketika sistem ini diuji coba, kekacauan justru terjadi di area tunggu farmasi akibat beberapa kendala utama:
- Jeda Waktu Verifikasi: Resep dari dokter tidak bisa langsung dikemas. Apoteker butuh waktu untuk memverifikasi dosis, ketersediaan stok, hingga interaksi obat. Waktu verifikasi ini bervariasi dan tetap menjadi kemacetan
- Ketiadaan Bukti Fisik: Karena tidak ada nomor antrian, pasien yang datang dari ruang dokter langsung menggerombol di depan loket farmasi untuk menanyakan apakah resep mereka sudah masuk atau belum. Mereka tidak tahu harus menunggu berapa lama dan berada di urutan ke berapa.
- Beban Psikologis Waktu Tunggu: Di monitor TV desain lama, nama pasien baru muncul jika obat sudah masuk tahap verifikasi dan packaging. Bagi pasien yang status resepnya menunggu nama mereka tidak muncul sama sekali di TV, pasien kebingungan karena mereka tidak memegang tanda bukti urutan fisik sejak awal kedatangan. Hal ini memicu kecemasan dan asumsi bahwa resep mereka terlewat.
Proses Perombakan Desain
Menyadari alur lama justru memicu kemacetan baru, saya melakukan diskusi bersama staf farmasi untuk merancang ulang arsitektur sistem.

Kami sepakat bahwa transparansi sejak detik pertama pasien tiba adalah kunci kenyamanan pelayanan. Untuk memecahkan masalah tersebut, sistem dirombak total dengan memperkenalkan Nomor Antrian Fisik yang dicetak di awal alur datang ke farmasi. Begitu pasien datang dari ruang dokter membawa tiket resep, petugas farmasi menekan tombol cetak nomor antrian pada aplikasi untuk mengeluarkan struk antrian dengan format **F-xxxx (Contoh: F-0059). Di titik ini, status pasien adalah Menunggu (belum diverifikasi). Di layar monitor TV ruang tunggu, data pasien tersebut langsung muncul. Pasien bisa melihat dengan jelas bahwa nomor mereka sudah masuk di sistem dan sedang berada dalam fase Menunggu, Verifikasi atau Packaging obat. Setelah obat diracik, diverifikasi akhir, dan diserahkan ke tangan pasien, petugas farmasi mengubah status di sistem menjadi “Sudah Diambil”**. Secara otomatis, data pasien tersebut akan dihapus (tidak dimunculkan lagi) dari monitor TV ruang tunggu agar layar hanya fokus pada antrian yang aktif.


Proses perombakan total seluruh komponen sistem ini dirancang menggunakan sketsa alur dan wireframe baru hingga tahap akhir pengembangan.
Karcis Antrian Fisik (F-xxxx)
Sistem dirombak dengan mengembalikan fungsi nomor antrian fisik yang dicetak di awal alur. Begitu pasien menyerahkan tiket resep dokter ke farmasi, mereka langsung memegang struk dengan format **F-xxxx** (Contoh: F-0059).

Di titik ini, status mutasi awal pasien terdaftar di database sebagai Menunggu (belum diverifikasi). Langkah ini memberikan kepastian urutan bagi pasien, sekaligus memberikan penanda baris (row) data yang jelas bagi petugas untuk diolah.
Untuk menjaga performa pencarian database harian tetap ringan karena data antrian terakumulasi sangat cepat setiap harinya, saya menerapkan logika reset counters (reset harian). Sistem dikonfigurasi secara otomatis untuk mengembalikan hitungan nomor ke angka 0001 setiap kali mendeteksi pergantian hari tepat pada pukul 00:00.
Perubahan Struktur Grid Monitor
Tampilan TV publik dirombak total dari yang semula hanya fokus pada List Antrian Pasien, menjadi 3-Column Card-Based Layout :

- Kolom Kiri (Panggilan Aktif): Dibuat khusus untuk menampilkan satu nomor antrian yang sedang dipanggil saat itu juga dengan ukuran font cukup besar agar menarik perhatian visual pasien dari jarak jauh.TV secara otomatis akan memanggil nama pasien saat obat selesai menggunakan teknologi Text-to-Speech (TTS) sehingga pasien tidak perlu terus-menerus menatap layar monitor.
- Kolom Tengah (List Antrian Harian Berstatus): Ini adalah perubahan terbesar berdasarkan catatan revisi. Kolom ini diprogram menggunakan pengurutan Ascending (Urutan Menaik) dari nomor anntrian terkecil yang belum dilayani. Di sini, status transisi resep dibuka ke publik: apakah nomor pasien masih berstatus Menunggu, Verifikasi atau sudah beralih ke Packaging.
- Kolom Kanan (Space untuk Video Edukasi): Slot untuk menyisipkan video edukasi kesehatan guna mengalihkan perhatian pasien dari rasa bosan menunggu. Dibagian ini saya mengisolasi komponen penayangan video agar berjalan asynchronous (terpisah) sehingga jika video mengalami buffering, data antrian utama tidak ikut macet.
Kesimpulan
Gagalnya desain pertama membuktikan bahwa sistem yang baik harus adaptif dengan kondisi lapangan. Dengan merombak alur menjadi antrian fisik, kita dapat menciptakan alur pelayanan farmasi yang transparan bagi pasien, ringan bagi server, dan efisien bagi petugas.
메타데이터
- post_id
- 2b95172df63c
- slug
- efisiensi-alur-pelayanan-sistem-antrian-farmasi-rsud-bengkayang-2b95172df63c
- url
- https://medium.com/@pascalispradani/efisiensi-alur-pelayanan-sistem-antrian-farmasi-rsud-bengkayang-2b95172df63c
- canonical_url
- https://medium.com/@pascalispradani/efisiensi-alur-pelayanan-sistem-antrian-farmasi-rsud-bengkayang-2b95172df63c
- author_url
- https://medium.com/@pascalispradani
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01