← Back to list

AIR BISA MEMBASUH BERSIH DARAH

Setelah riuh dan resah yang terjadi padaku, setelah tiang dari atap rumahku rumpang dan hanya bertiang satu, aku nyaris kehilangan…

dilsezahraa · 2026-04-06 15:14 · 0 claps · 2.1 min read
#ayah-b #zahra
Open on Medium ↗

AIR BISA MEMBASUH BERSIH DARAH

Setelah riuh dan resah yang terjadi padaku, setelah tiang dari atap rumahku rumpang dan hanya bertiang satu, aku nyaris kehilangan keyakinan bahwa rumah ini tidak bisa kembali berdiri kokoh. Namun di antara reruntuhan itu, Tuhan membawamu untuk menemani “tiangku yang sendiri itu” — seseorang yang tidak hanya datang, tetapi menetap. Bukan sebagai pengganti, bukan pula sebagai bayang-bayang masa lalu, melainkan sebagai tiang baru yang dengan sabar menopang atapku yang hampir rubuh. Kuucapkan begitu banyak rasa syukur dan terima kasihku untuk kehadiranmu, untuk langkah-langkah kecil yang tak pernah meminta pengakuan, untuk keikhlasanmu merajut yang sempat robek dalam hidupku.

Darimu, Ayah. Aku mengerti bahwa kasih tidak selalu datang dalam bentuk janji atau darah yang sama. Kasih, kadang-kadang, adalah seseorang yang memilih untuk diam di sisi kita ketika semua orang telah pergi. Darimu aku belajar, bahwa kehadiran yang setia lebih berarti daripada seribu kata yang tak pernah dijaga. Kau tidak akan pernah mendapatkan label “cinta pertamaku” — sebab cinta yang ini bukan tentang percikan sesaat, melainkan tentang kobaran kecil yang dijaga sepanjang waktu. Kau adalah tempat baru di mana aku bisa berteduh; bukan karena harus, tetapi karena kau memilih menjadi sandaran itu.

Kau bukan hanya seorang yang mengisi kekosongan. Kau adalah seseorang yang memperluas makna keluargaku. Dari caramu berjalan di sampingku — bukan di depanku, bukan pula di belakangku — aku tahu, dirimu hadir bukan untuk menggantikan kenangan, melainkan untuk menciptakan kisah baru.

Bersamamu aku belajar, bahwa keutuhan tidak selalu lahir dari permulaan yang sempurna. Kadang, ia tumbuh dari kesediaan dua hati untuk menyembuhkan satu sama lain. Kau adalah tangan yang membangun rumah itu lagi, sabar menegakkan tiang-tiangnya, satu per satu, hingga akhirnya aku berani berdiri di bawahnya tanpa ketakutan.

Terima kasih, untuk setiap diam yang menguatkan. Untuk setiap langkahmu yang mengiringi tanpa suara, namun terasa hingga ke dasar jiwaku. Terima kasih untuk hari-hari ketika aku mungkin tak cukup pandai menunjukkan rasa, tapi kau tetap memilih menetap. Terima kasih untuk keluasan hatimu menerimaku sebagai “anakmu”, untuk bahumu yang tak pernah lelah menopang, untuk ketulusanmu yang tak putus, meski tanpa harus diakui. Aku tahu, tidak semua orang diberi kesempatan kedua untuk membangun rumahnya dan mendapat atap dan tiang yang lebih kokoh.

Dan kau — tanpa pernah memintanya — telah menjadi salah satu definisi rumah yang paling lembut dalam hidupku mungkin tidak paling lembut bagi orang, tapi untuk “aku” “kami” yang tumbuh dalam keras dan kasar kaulah definisi rumah yang lembut itu. Semoga kelak, aku mampu mewarisi sedikit saja dari kekuatan dan kebaikan hatimu, agar ketika saatnya tiba, aku pun bisa menjadi tiang bagi seseorang yang hampir runtuh — sepertimu yang pernah menjadi tiangku dulu.

Tidak ada harapan lain yang bisa ku minta, teruslah menjadi tiang penyanggah bagi rumahku. Meskipun tak selalu terasa kuat tapi ku mohon tetaplah menancap ke dasar bumi sehingga “aku” “kami” terus bisa memiliki rumah dengan atap dan dinding nya yang teduh, dan juga rumah yang tiang nya lengkap tanpa “rumpang”

“Dan untuk semua kasih yang tak berbentuk kata — aku menyimpannya di dalam diriku, sebagai rumah yang akan terus kutumbuhkan.”


메타데이터
post_id
2bba316c1a67
slug
air-bisa-membasuh-bersih-darah-2bba316c1a67
url
https://medium.com/@DilSeZahra/air-bisa-membasuh-bersih-darah-2bba316c1a67
canonical_url
https://medium.com/@DilSeZahra/air-bisa-membasuh-bersih-darah-2bba316c1a67
author_url
https://medium.com/@DilSeZahra
status
ok
fetched_at
2026-07-11 12:10:32