Belajar Jerman bikin gue sadar: kebanyakan “ah, kenapa ya..?” bikin susah maju
Coba tebak, berapa kali gue bilang “ah, kenapa ya..?” setiap nemu gramatik pas awal-awal belajar Deutsch aka bahasa Jerman? Yap! ngga…
Belajar Jerman bikin gue sadar: kebanyakan “ah, kenapa ya..?” bikin susah maju
Coba tebak, berapa kali gue bilang “ah, kenapa ya..?” setiap nemu gramatik baru pas awal-awal belajar Deutsch aka bahasa Jerman? Yap! ngga kehitung! Kalian yang pernah belajar Jerman juga gitu ga sih? Buat yang baru mau belajar, baca deh tulisan ini, barangkali bisa sedikit memudahkan perjalanan kalian dalam belajar bahasa Jerman.
Photo by Quilia on Unsplash
Selama beberapa hari belajar bahasa Jerman, gue selalu membandingkan bahasa Jerman dengan bahasa yang lain, khususnya bahasa Indonesia, meine Muttersprache. Menurut gue, itu bukan langkah yang tepat buat belajar suatu bahasa baru. Dengan membandingkan kedua bahasa tersebut, artinya gue masih berharap bahwa bahasa asing apapun itulah yang harusnya beradaptasi di diri dan pikiran gue. Padahal harusnya sebaliknya, gue yang harusnya bisa beradaptasi dengan apapun yang ada di suatu bahasa asing.
Gue kasih contoh dikit deh gramatik yang ada di bahasa Jerman. Dalam bahasa Jerman, dikenal adanya artikel yang mengikuti kata benda. Beberapa fungsi yang gue tau dari keberadaan artikel itu yaitu untuk menunjukkan gender dan menunjukkan kasus dari suatu kata benda. Jadi kalo lo mau bisa berbahasa Jerman, lo harus hafal deh semua artikel dari kata benda yang ada. Coba bandingkan dengan bahasa Indonesia, ada ga yang kaya gitu? Ngga ada kan? Muncul deh pertanyaan, “ah, kenapa ya harus ada artikel?”

Bestimmter Artikel in Deutsch
Tabel di atas itu cuman sebagian kecil dari sekian banyaknya pondasi, yang kalo lo mau lancar bahasa Jerman, lo harus kuasai itu semua. Bukan hanya artikelnya yang harus lo pahami, tapi lo juga harus paham kasusnya jadi apa. Muncul lagi deh pertanyaan, “ah kenapa ya orang jerman mempersulit diri banget?!”
Makin naik level bahasa Jerman yang gue pelajari, pertanyaan-pertanyaan “ah, kenapa ya..?” itu udah tidak pernah terdengar lagi. Pikiran dan diri gue udah siap untuk beradaptasi dengan gramatik apapun yang ada ataupun gramatik yang akan datang nanti. Pertanyaan-pertanyaan kecil seperti yang gue contohin di atas itu mulai terjawab dan mulai terdengar logis dipikiran gue. Gue kasih contoh kecil deh.
Der Lehrer hat den Hund. = guru laki laki itu punya anjing itu.
Disclaimer dulu nih, dalam bahasa Jerman, posisi kata kerja (verben) harus selalu berada di posisi ke dua (Induk Kalimat atau Hauptsatz). Sehingga kalimat di atas itu bisa kita otak-atik posisinya, jadi seperti ini:
Den Hund hat der Lehrer. = guru laki-laki itu punya anjing.
Coba bayangin, kalo mereka ga punya sistem artikel. Apakah kita ga akan kalang kabut, kebingungan menentukan subjek dan objeknya yang mana? Nih deh gue kasih contoh kalo misal Jerman gapunya artikel.
Lehrer hat Hund. Hund hat Lehrer.
Bingung kan? Siapa yang jadi subjek? Siapa yang jadi objek? Hund atau Lehrer bisa sama-sama berkesempatan menjadi subjek atau objek. Walaupun dalam segi arti masih lebih logis kalo ‘Guru laki-laki’ yang jadi subjeknya, tapi coba dibayangkan saja kalo ada contoh-contoh lain. Dari situlah gue mulai menerima, ternyata keberadaan artikel ini sangat membantu ya dalam memahami konteks yang ada dalam suatu kalimat. Contoh di atas baru contoh kasus subjek dan objek saja, gue ga kasih contoh yang terlalu riweuh karena nanti akan panjang analisisnya.
Gue bisa kasih sedikit tips yang mungkin bisa membantu kalian yang mau atau sedang belajar bahasa Jerman. Dalam belajar bahasa Jerman, pastikan pikiran kalian itu terbuka dengan sesuatu yang baru dan pastikan pikiran dan otak kalian itu seperti gelas kosong yang emang siap untuk diisi oleh apapun itu. Jujur dengan menerapkan hal-hal ini, materi bahasa Jerman yang ada jauh lebih mudah gue serap.
Das war alles von mir! Ich danke euch für eure Zeit. Bleibt gesund und bleibt motiviert alle! Tschüs!
메타데이터
- post_id
- 2bbda095577e
- slug
- belajar-jerman-bikin-gue-sadar-kebanyakan-ah-kenapa-ya-bikin-susah-maju-2bbda095577e
- url
- https://medium.com/@cinnamoanroll/belajar-jerman-bikin-gue-sadar-kebanyakan-ah-kenapa-ya-bikin-susah-maju-2bbda095577e
- canonical_url
- https://medium.com/@cinnamoanroll/belajar-jerman-bikin-gue-sadar-kebanyakan-ah-kenapa-ya-bikin-susah-maju-2bbda095577e
- author_url
- https://medium.com/@cinnamoanroll
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 06:12:03