Jurnal Seroja: Di Bawah Langit Biru
Tengah hari kala matahari mencambukkan teriknya pada para penghuni bumi di luar sana. Entah sejak kapan angin berhenti berembus. Alunan…
Jurnal Seroja: Di Bawah Langit Biru
Tengah hari kala matahari mencambukkan teriknya pada para penghuni bumi di luar sana. Entah sejak kapan angin berhenti berembus. Alunan musik sendu dari kamar sebelah tak terdengar lagi. Lantas ruang kamar ini hanya dipenuhi isak tangis yang menyesakan.
Aku telah menahan diri untuk tidak bertanya-tanya, tapi air mata ini butuh alasan untuk tumpah. Mengapa kita harus melaluinya kalau hanya menyisakan luka setelah berakhir begitu saja? Aku tahu bahwa jawabannya ada, namun tak lantas hadir hari ini juga. Meksi begitu, penghinaan yang kupendam sendiri selama ini rasanya begitu tak adil. Sungguh, mengapa kita harus melalui ini? Mengapa aku harus melalui ini?
Telah lama aku habis dihantam pertanyaan-pertanyaan keji itu tiap kali rembulan tampak. Lantas lukanya membuka kemerahan di bawah cahaya matahari di esok paginya. Bukankah jahat sekali mulut dan pikiran mereka? Tapi, seandainya bukan karena itu pun apa akhirnya akan berbeda?
Kubayangkan angin menerpa mukaku setelah kulepaskan tangkai itu dari tanganku; kamar ini berubah menjadi padang rumput sejauh mata memandang dan rambut ilalang menyapu tanganku yang menggelantung hampa. Aku yang penuh luka ini kesulitan untuk menatap cahaya matahari, mana mungkin menggenggam bunga matahari turut dalam kesulitan tak bermakna ini. Sungguh aku merasa lega, sementara demikian satu-satunya penyesalan yang kini menerkamku ialah karena dulu aku terlalu berani untuk memetik bunga matahari yang cantik itu.
Benar, aku memendam luka dan penghinaan. Bukan sebab bunga matahari yang kupetik itu, melainkan ilalang yang menyapu tanganku dengan lembut dan menorehkan luka di sana. Menggenggam bunga matahari dengan kedua tanganku yang terluka tampaknya mustahil. Karena itu, aku melepasmu.
Kuharap bunga matahariku selalu dinaungi kebahagiaan di bawah langit biru. Jangan terlalu bersedih! Kamu akan tumbuh menjadi jauh lebih cantik. Selanjutnya, semesta yang akan menyayangi dan mengasihi dia sebesar dan sebanyak kasih sayang yang tak mampu aku sampaikan padanya.
메타데이터
- post_id
- 2be618a2bbcd
- slug
- jurnal-seroja-di-bawah-langit-biru-2be618a2bbcd
- url
- https://medium.com/@ranayaishere/jurnal-seroja-di-bawah-langit-biru-2be618a2bbcd
- canonical_url
- https://medium.com/@ranayaishere/jurnal-seroja-di-bawah-langit-biru-2be618a2bbcd
- author_url
- https://medium.com/@ranayaishere
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 18:29:56