Pengembangan Alam Semesta dan Ketidakteraturan (Entropi)
Tulisan 41 dari 365 hari
Pengembangan Alam Semesta dan Ketidakteraturan (Entropi)
Tulisan 41 dari 365 hari
Photo by Jeremy Thomas on Unsplash
Bagi yang tidak mendalami sains dan tidak peduli terhadap sains, kalian perlu tahu bahwa alam semesta kita itu mengembang dari sejak ia lahir. Bagaimana ia lahir? Banyak teori yang berusaha menjelaskan awal dari alam semesta. Dan yang paling terkenal adalah Teori Big Bang, sebuah peristiwa ledakan besar yang menyebabkan pembentukan alam semesta.
Sejak ledakan itu terjadi alam semesta kita mulai mengembang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Sebagai informasi, kecepatan cahaya itu mendekati 3 x 10⁸ m/s. Sangat cepat. Yang mana secanggih apapun manusia dengan teknologinya, amat mustahil untuk membuat alat secepat itu bahkan melebihinya.
Dikutip dari buku A Brief History of Time karya Stephen Hawking: Penemuan bahwa alam semesta mengembang adalah salah satu revolusi intelektual terbesar pada abad kedua puluh.
Tapi mengapa alam semesta kita tidak statis?
Pertanyaan itu cukup wajar untuk ditanyakan. Sebab saat kita memandang ke langit, kita tidak melihat pergerakan bintang yang signifikan mengecil lalu lenyap. Benar, namun kenyataannya lebih kompleks dari sekadar observasi visual.
Jika alam semesta statis, saya tidak mungkin berada di sini untuk menulis, sebab alam semesta akan runtuh serta menyusut karena adanya gravitasi.
Penjelasan simpelnya seperti ini, jika kita ingin menerbangkan sebuah kapal luar angkasa keluar dari bumi, perlu satu hal agar ia bisa benar-benar lepas dari bumi, yaitu kecepatannya melebihi atau setara escape velocity of Earth (11.186 km/s). Bila laju kapal itu tidak lebih dari itu, ia akan berhenti lalu turun kembali ke bumi karena gaya tarik gravitasi. Skenario yang sama berlaku pada pengembangan alam semesta.
Dan pertanyaan selanjutnya, mengapa pengembangan alam semesta ini berbanding lurus dengan entropi (ketidakteraturan)?
Hal ini berhubungan juga dengan penyusutan alam semesta. Namun sebelum itu, kita perlu tahu bahwa semakin cepat alam semesta mengembang, maka semakin besar pula entropinya. Ketidakteraturan alam semesta akan terus membesar. Itu sama halnya kita yang selalu bergerak ke masa depan (tidak mundur ke belakang). Bila terdapat seorang anak kecil bahagia (teratur), bisa saja detik selanjutnya anak itu dilecehkan oleh aparat (tidak teratur). Dan kita tidak bisa membalikkan waktu (membuatnya menjadi teratur kembali) agar anak itu melupakan tragedi yang menimpanya. Sampai kapanpun kita tidak bisa melakukan itu. Dari sana kita tahu bahwa panah waktu berhubungan pula dengan entropi. Jika, kita mencoba untuk telaah lagi, kondisi penyusutan alam semesta akan membawa kita pada keteraturan. Hal itu dapat mengembalikan apa yang telah retak menjadi mulus. Dan pertanyaan, mengapa pengembangan alam semesta ini berbanding lurus dengan entropi tidak akan pernah ada. Itulah alasan kenapa kondisi yang cocok bagi kita di alam semesta ini adalah fase mengembang.
Namun, pertanyaan selanjutnya mungkin cukup sulit untuk saya jawab.
Apa di masa depan nanti alam semesta akan berhenti mengembang dan menyusut menjadi titik kecil?
21 Maret 2025
메타데이터
- post_id
- 2c1aff76a45e
- slug
- pengembangan-alam-semesta-dan-ketidakteraturan-entropi-2c1aff76a45e
- url
- https://medium.com/@ventino96/pengembangan-alam-semesta-dan-ketidakteraturan-entropi-2c1aff76a45e
- canonical_url
- https://medium.com/@ventino96/pengembangan-alam-semesta-dan-ketidakteraturan-entropi-2c1aff76a45e
- author_url
- https://medium.com/@ventino96
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 03:39:16