Pintu Terkunci
Ya, pintunya terkunci. Kini, mau apa?
Pintu Terkunci
Ya, pintunya terkunci. Kini, mau apa?
Photo by David Clode on Unsplash
Oh, tidak. Pintunya terkunci, Nona Maukah engkau menggapai kunci di ujung ruangan? Atau, sengajakah dirimu memasang gembok baja tahan panas? Tak maukah dikau ditemui siapa jua?
Oh, tidak. Pintunya terkunci, Tuan Maukah engkau menunggu barang semalam? Atau, tak sabarkah dirimu menikmati bunga-bunga indah di halamannya? Tak maukah dikau bertaruh pada takdir?
Oh, tidak. Pintunya terkunci, Bu Maukah engkau menghampiri sang putri yang tertunduk pilu di sudut gelap? Atau, sengajakah dirimu membiarkannya berdamai dengan sendirinya? Tak maukah dikau melempar setitik ketenangan?
Oh, tidak. Pintunya terkunci, Pak Maukah engkau melindungi rapuhnya pintu dari lapuk hujan badai? Atau, tak tahankah dirimu ingin mendobraknya saat ini jua? Tak maukah dikau menjaga apa yang terjaga?
Oh, tidak. Pintunya terkunci, Bung! Maukah engkau melepas gagang pintu yang kini bermandikan keringatmu? Atau, tak ikhlaskah dirimu meninggalkan kisah tuntas berakhir tragis? Tak maukah dikau membuka lembaran baru?
메타데이터
- post_id
- 2c312fce4645
- slug
- pintu-terkunci-2c312fce4645
- url
- https://medium.com/meja-sajak/pintu-terkunci-2c312fce4645
- canonical_url
- https://medium.com/meja-sajak/pintu-terkunci-2c312fce4645
- author_url
- https://medium.com/@enyahresah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-28 04:42:08