seutas ucapan rasa iba untuk hadirnya kita
“jangan disini, aku takut banyak yang lihat”
seutas ucapan rasa iba untuk hadirnya kita

“jangan disini, aku takut banyak yang lihat”
terkadang aku terus bertanya tentang kita yang tidak sedang mencuri barang berharga atau menghilangkan nyawa seorang manusia, tetapi mengapa kita terus dipandang seperti telah melakukan sebuah kebejatan?
telapak tanganmu yang hangat itu, aku selalu ingin menggenggam nya sepanjang waktu. tapi aku tahu, disini terlalu panas untuk melakukan itu.
“bunda, ayah. maaf kami jatuh cinta”.
“maaf, kami jatuh cinta”.
“maaf”.
malangnya kita yang selalu meminta maaf karena jatuh mencinta.
malangnya kita yang selalu merasa tak aman ditengah tengah mereka.
malangnya kita yang dianggap terlalu kotor untuk hidup disana.
namun diantara ricuhnya mereka, merpati putih terus terbang melayang, sepasang demi sepasang hinggap pada ranting pohon yang menua — mereka tak takut jatuh ke lautan lepas karena sayapnya yang sudah terlatih kuat.
tidak akan pernah ada penyangkalan tentang kita yang juga tetap akan bertumbuh disela sela riuhnya dunia. maka biarlah perihal ketahuan mereka ikut terbang keatas awan melintasi warna putihnya.
semoga (selalu) esok hari kita tak lagi perlu tidur dibawah bayang-bayang bahagia seperti yang selalu kita impikan dibawah gelapnya malam.
메타데이터
- post_id
- 2c3613c44fa4
- slug
- seutas-ucapan-rasa-iba-untuk-hadirnya-kita-2c3613c44fa4
- url
- https://medium.com/@thingsonight/seutas-ucapan-rasa-iba-untuk-hadirnya-kita-2c3613c44fa4
- canonical_url
- https://medium.com/@thingsonight/seutas-ucapan-rasa-iba-untuk-hadirnya-kita-2c3613c44fa4
- author_url
- https://medium.com/@thingsonight
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-12 23:48:45