A Chest Full of Unspoken Things
Pernah gak sih kamu ngerasa… tiba-tiba dada sesak tanpa alasan yang jelas? Bukan karena capek, bukan juga karena sakit secara fisik, tapi…
A Chest Full of Unspoken Things
Pernah gak sih kamu ngerasa… tiba-tiba dada sesak tanpa alasan yang jelas? Bukan karena capek, bukan juga karena sakit secara fisik, tapi kayak ada sesuatu yang ngeganjel — sesuatu yang bahkan kamu sendiri gak bisa jelasin. Akhir-akhir ini aku ngerasa itu.
Rasanya berat, sempit, dan anehnya datang setiap kali aku mulai mikirin sesuatu.
There’s something yang bahkan aku pun gak bisa bilang, gak bisa aku ucapin dengan jelas. Tapi setiap kali pikiran itu muncul, rasanya langsung sesak, gak lega, kayak napas pun jadi ikut terbatas.
Aku gak tau ini karena apa. Apa karena aku terlalu banyak mikir, atau mungkin karena ada hal-hal yang selama ini aku tahan sendiri tanpa sadar. Yang jelas, belakangan ini aku juga ngerasa takut.
Takut sama masa depan.
Padahal aku tau, sebagai manusia kita gak boleh terlalu takut. Because we have Allah, dan semua sudah terplanning dengan baik. Semua sudah diatur.
Kuncinya cuma satu: Tawakal.
Tapi jujur aja, ngerti itu semua gak selalu bikin rasa takutnya langsung hilang. Karena tetap aja, jadi manusia tuh gak lepas dari rasa khawatir, apalagi kalau udah ngomongin hal yang belum terjadi.
Kadang aku ngerasa, aku lagi ada di titik yang gak punya pegangan apa-apa. Gak ada yang benar-benar pasti, gak ada yang benar-benar bisa aku genggam. Dan di titik itu, satu-satunya yang bisa aku pegang cuma Allah. Aku percaya bahwa rezeki itu udah diatur, karena Allah itu Ar-Razzaq — Yang Maha Memberi Rezeki.
Tapi di sisi lain, aku juga sadar kalau percaya aja gak cukup kalau gak dibarengin sama usaha. Mungkin di situlah aku lagi belajar sekarang — belajar untuk tetap jalan walaupun belum tau ujungnya ke mana, tetap berusaha walaupun hasilnya belum kelihatan, dan tetap percaya walaupun hati masih sering goyah.
Di tengah semua rasa itu, aku pelan-pelan mulai sadar bahwa punya mimpi itu gak apa-apa. Bahkan mimpi yang kelihatannya gak mungkin buat kita, sebenarnya sangat mungkin di mata Allah. Karena Allah Maha Kaya dan Maha Segalanya. Jadi kenapa kita harus takut untuk bermimpi? Kita boleh banget bermimpi setinggi-tingginya, tapi juga harus siap menerima bahwa gak semua mimpi akan terwujud persis seperti yang kita bayangkan. Karena mungkin, yang gak terwujud itu bukan karena kita gak mampu, tapi karena Allah tau itu bukan yang terbaik untuk kita.
Dan sekarang, aku lagi ada di fase di mana aku belajar melihat hidup dengan cara yang berbeda — lebih santai, tanpa harus selalu punya semua jawaban. Belajar bahwa gak semua hal harus langsung dimengerti, gak semua rasa harus langsung hilang, dan gak semua jalan harus langsung terlihat jelas.
Aku lagi belajar kalau hidup itu bukan tentang seberapa cepat aku sampai, tapi tentang seberapa kuat aku bertahan sambil terus percaya. Percaya bahwa setiap rasa sesak ini bukan tanpa alasan, setiap rasa takut ini bukan untuk menjatuhkan tapi untuk mengarahkan, dan Allah gak pernah salah dalam menempatkan aku di titik ini.
Mungkin hari ini masih terasa berat. Masih banyak “gak tau”-nya, masih sering sesak tanpa alasan yang jelas. Tapi gak apa-apa. Aku akan tetap berjalan, walaupun pelan. Aku akan tetap bermimpi, walaupun terasa jauh. Dan aku akan tetap percaya, walaupun belum bisa melihat semuanya dengan jelas. Karena pada akhirnya, yang aku butuhkan bukan kepastian tentang masa depan, tapi keyakinan bahwa aku gak pernah sendirian menjalaninya.
메타데이터
- post_id
- 2cae12e971f5
- slug
- a-chest-full-of-unspoken-things-2cae12e971f5
- url
- https://medium.com/@vickyriz/a-chest-full-of-unspoken-things-2cae12e971f5
- canonical_url
- https://medium.com/@vickyriz/a-chest-full-of-unspoken-things-2cae12e971f5
- author_url
- https://medium.com/@vickyriz
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 12:20:48