← Back to list

Audiobook Itu Baca atau Enggak?

Mari ambil jeda sejenak untuk mikir hal super penting ini.

S K V Y · 2025-06-19 22:02 · 1 claps · 2.1 min read paywalled
#audiobooks #audible #reading-books #social-phenomenon #social-media
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity 📚 · Books & Reading 🎵 · Music & Audio

Audiobook Itu Baca atau Enggak?

Dibuat dengan AI

Dibuat dengan AI

Belum jadi anggota? Baca kelanjutannya di sini.

Aku nggak tahu siapa yang pertama kali memutuskan hidup ini harus penuh perdebatan, tapi yang jelas: orang tuh suka banget ribut soal hal-hal receh. Mulai dari bubur diaduk vs bubur nggak diaduk, sampai ke perdebatan yang sempat kusaksikan belakangan ini: kalau audiobook itu, termasuk baca buku atau nggak?

Mungkin karena debat receh tuh rasanya aman ya — nggak terlalu dalam, walau aku juga sempat menyaksikan orang debat sampai adu urat. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, kenapa sih kayak gini aja harus dipermasalahin

Soalnya gini, aku sering banget bilang, “aku baru selesai buku ini nih!” Terus langsung ada yang nyaut, “baca atau dengerin audiobook?”

Aku jawab, “dengerin au-dio-book!” Dan si dia langsung lempar ekspresi meragukan, “oh ya, berarti belum baca dong.” Lho, kok aku kayak malah disidang?

“Tapi kan book,” jawabku lagi sambil ngeloyor — males debat!

Yaelah, emangnya kalau nggak menatap langsung kata-kata di halaman, artinya aku nggak paham isi bukunya?

Padahal justru audiobook itu penyelamat buatku yang nggak selalu punya waktu atau tenaga buat duduk manis sambil buka buku fisik. Kadang aku dengerin pas lagi nyetrika, lagi ngelap meja, lagi jalan kaki sore, atau pas lagi pura-pura nggak ikutan drama grup WhatsApp keluarga.

Rasanya sama aja kok — tetep aja aku masuk ke dalam ceritanya. Tetep bisa senyum-senyum sendiri, tegang pas tokohnya kena masalah, atau nangis diem-diem pas adegan sedihnya nonjok banget.

Jujur, aku suka banget format audiobook justru karena bisa nemenin aku pas lagi ngapa-ngapain. Nggak harus megangin terus dengan kedua tangan. Nggak butuh duduk tenang. Tapi tetap bisa dapet isi ceritanya.

Ternyata secara neurologis, otak kita memproses informasi dari buku yang dibaca dengan mata dan dari cerita yang didengerin dengan telinga itu mirip banget. Bagian-bagian otak yang aktif saat kita membaca — seperti area bahasa, memori, dan empati — juga aktif waktu kita dengerin orang baca buku ke kita. Jadi kalau ada yang bilang “audiobook bukan baca” ilmu otaknya bilang, eh iya dong, ini juga proses membaca.

Buat aku pribadi, audiobook bahkan kadang bikin aku lebih fokus. Karena aku beneran dengerin. Nggak tergoda scroll TikTok setiap dua menit. Nggak tiba-tiba ngecek harga sepatu diskon pas lagi adegan penting. Aku cuma duduk, atau jalan, atau kerja — dan cerita itu ngalir masuk lewat telinga tapi bisa sampai ke hati juga.

Dan satu hal yang aku pelajari dari semua ini adalah: cerita yang bagus nggak akan ribet soal format. Dia cuma pengen pesannya sampai ke kamu. Mau kamu baca lewat halaman kertas, lewat layar hape, atau lewat suara narator yang suaranya kayak madu. Yang penting kamu mau dengerin.

Mau cerita masuk lewat mata atau telinga, yang penting kamu masih kasih tempat buat cerita itu hidup di kepala kamu. Dan buatku, selama aku bisa ngerasa nyambung sama tokoh, menyelami dunia baru, dan kepikiran lama setelah ceritanya selesai karena begitu membekas, ya sama aja baca kok. Yang penting ceritanya nyampe. Titik.

Kalau kamu juga tim audiobook, mari tos pelan-pelan, biar nggak ganggu naratornya baca.


메타데이터
post_id
2d10a15a80ed
slug
audiobook-itu-baca-atau-enggak-2d10a15a80ed
url
https://medium.com/@skvyvox/audiobook-itu-baca-atau-enggak-2d10a15a80ed
canonical_url
https://medium.com/@skvyvox/audiobook-itu-baca-atau-enggak-2d10a15a80ed
author_url
https://medium.com/@skvyvox
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01