← Back to list

Februari yang Padat

#145: Menata irama

Ah. Syahrul Ansori · 2025-02-18 11:14 · 136 claps · 2.3 min read paywalled
#februari #menata-irama #islam-indonesia #khidmah-tulisan
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Februari yang Padat

#145: Menata irama

Photo by Rodion Kutsaiev on Unsplash

Photo by Rodion Kutsaiev on Unsplash

“Hidup itu memang tentang prioritas”

Kata banyak orang demikian, beberapa pekan tidak menulis di medium terasa ada yang kurang. Kendati demikian, saya tetap berusaha menulis setiap hari meski tidak via medium.

Beberapa minggu rasanya memang cukup padat, minggu pertama saya disibukkan dengan persiapan pelatihan jurnalistik, yang sempat tertunda. Kerja-kerja kepanitiaan selama seminggu menyita perhatian saya.

Usai pelatihan jurnalistik, persiapan keikutsertaan dalam LPDP juga menyita banyak waktu.

Toh, jenengan tetap menulis setiap hari!” Kata istri kepada saya, saat saya sambat kepadanya tentang lamanya tidak menulis di medium.

***Lanjutkan baca di sini.***

Munaqasah Al-Qur’an

Permulaan Februari, saya mendapatkan mandat untuk ikut menjadi penguji hafalan Al-Qur’an teman-teman Fathul Majid, meski saya bukan seorang hamil (penghafal) Al-Qur’an, saya cukup menikmati sampai sekarang sebagai penyimak.

Selama bulan ini, kegiatan di Kasiman banyak waktu untuk menyimak hafalannya teman-teman mahasiswa.

Pelatihan Jurnalistik, Kerja Sama LTN NU-Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Foto bersama

Foto bersama

Sebagai ketua LTN MWC NU Jatirogo, memiliki tanggung jawab moral terkait literasi yang ada di Jatirogo. Meski, tugas LTN NU bukan sekadar literasi saja, seperti pemberkasan dokumen, arsip, dan penerbitan. Sementara yang menjadi fokus selama setahun ini adalah mengajak para remaja Jatirogo untuk suka membaca dan menulis.

Kesempatan kerja sama yang ditawarkan oleh Dr. Kaswadi tempo hari, segera diesksekusi pada tanggal 8 Februari. Berbekal waktu seminggu, teman-teman pengurus LTN NU pantang untuk tidak siap khidmah.

Saya salut dengan mereka — pengurus LTN, meski hanya berempat termasuk saya. Pelatihan berjalan dengan lancar tanpa halangan berarti. Kendati demikian, tetap ada beberapa catatan evaluasi tentunya.

Khidmah NU Melalui Tulisan

Praktis, waktu saya lebih banyak tersita untuk menghidupi situs mwcnujatirogo dengan tulisan liputan kegiatan atau khazanah.

Meski kurang adanya dukungan dari kebanyakan pengurus MWCNU, saya pantang untuk berhenti. Selagi langkah dan gerakan saya tidak dibatasi, aman-aman saja bagi saya.

Kendati mempersiapkan berkas LPDP, saya tetap berusaha khidmah tulisan di situs MWC NU Jatirogo.

Duka di Malam Nisfu Syakban

Rencana ingin menulis tentang tradisi nisfu syakban yang ada di rumah belum terwujud, di hari yang sama Mbah Mudhofir — adik dari kakek istri — kembali ke rahmatullah pada malam itu.

Duka mendalam bagi saya — dan keluarga besar tentunya — membuat saya enggan untuk sekadar membuka medium.

Saya sempat melakukan kurasi dan penambahan pada tulisan obituarium, yang ditulis pengurus media center NU tentang Mbah Dhofir.

Menata Irama, Menulis di Medium dan Khidmah NU

Ini menjadi pekerjaan rumah saya, untuk bisa menata irama agar berimbang. Sejak menulis setiap hari di medium bulan September lalu, saya cukup kesulitan untuk membagi waktu untuk khidmah sebagai ketua LTN NU.

Semoga setelah ini, irama itu terwujud dan berimbang.

Termasuk dalam tulisan ini, saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman penulis yang telah mengirimkan tulisan di Islam Indonesia yang belum terpublikasi.

Saya segera kembali aktif insyaallah di medium. Doakan bisa istikamah.


메타데이터
post_id
2d5e756253f3
slug
februari-yang-padat-2d5e756253f3
url
https://medium.com/@syahrulansori/februari-yang-padat-2d5e756253f3
canonical_url
https://medium.com/@syahrulansori/februari-yang-padat-2d5e756253f3
author_url
https://medium.com/@syahrulansori
status
ok
fetched_at
2026-06-25 16:53:31