satu titik di kamar 204
seperti letaknya di akhir kalimat, ia masih berusaha cari akhirannya sendiri
satu titik di kamar 204
Photo by Ringo Mar on Unsplash
ia kecil mungil seperti titik di akhir kalimat,
yang berharap ketika ia nanti jadi besar, segala ucapnya tidak pernah mengecilkan sekitarnya
ia tulus berdoa semoga yang lain selalu tinggi kokoh,
agar tidak pernah ditebang habis sampai sisa akarnya
katanya ketidaktahuan itu racun,
gagalkah sudah si satu titik penuh ketidaktahuan ini?
seperti letaknya di akhir kalimat, ia masih berusaha cari akhirannya sendiri
mungkin bukan di sini,
mungkin di tempat lain.
Tulisan ini dibuat saat merenung habis dipukuli realita (yang sejujurnya agak jahat, sih wkwk). Saat ini sudah tidak apa, sudah lama berlalu. Untungnya sudah menyadari juga bahwa menilai diri gagal terlalu awal itu jauh dari bijak. Memang masih belum yakin betul, tapi setidaknya sudah tidak segoyah dulu. Selagi masih ada bilik refleksi dan ruang berusaha, sisanya masih bisa diterima. Semoga semakin melangkah akan semakin paham apa yang ingin diajarkan kehidupan, tanpa prasangka buruk atas apa-apa yang sudah digariskan.
메타데이터
- post_id
- 2d91e5b6b594
- slug
- satu-titik-di-kamar-204-2d91e5b6b594
- url
- https://medium.com/@cindynf/satu-titik-di-kamar-204-2d91e5b6b594
- canonical_url
- https://medium.com/@cindynf/satu-titik-di-kamar-204-2d91e5b6b594
- author_url
- https://medium.com/@cindynf
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30