← Back to list

Ada Cinta yang Perlu di Usahakan dan Ada Cinta yang Perlu di Biarkan.

Catatan romantisasi kisah cinta dalam 27 tahun hidup.

Storia · 2025-07-28 06:29 · 52 claps · 4.7 min read
#love #contemplation #love-live #breakups #storytelling
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 💑 · Relationships 💭 · Philosophy of Spirit

Ada Cinta yang Perlu di Usahakan dan Ada Cinta yang Perlu di Biarkan.

Catatan romantisasi kisah cinta dalam 27 tahun hidup.

(doc pinterest)

(doc pinterest)

Setelah beberapa kali belum berhasil dalam percintaan, aku memilih untuk sendiri dulu saat ini, belajar untuk mengetahui sisi-sisi diri yang sekian lama dibiarkan begitu saja, yang tidak dirawat, yang tidak diramu, yang tidak disayang, yang hanya dibajak oleh paparan radiasi oleh aksi dari sebuah sistem media sosial dan aksi radikal dari trauma, dan juga berbagai paparan diri dalam lingkungan sekitar yang hinggap di bagian sel tubuh yang beberapa kali meproyeksi ketidakpercayaan, ketidakberdayaan, dan rasa rendah diri.

Bagiku, cinta adalah sebuah kata magic yang bisa membuatku mabuk kepayang, yang membuat aku menjadi ambisius menjadi sefrekuensi atau malah memporak-porakan aku sendiri. Tapi, selama ini, saat aku berpacaran, aku selalu menyukai pria pintar, banyak yang bilang Sapiosexual, dan aku tidak mudah untuk jatuh cinta genuinely. Lelaki yang pertama yang membuatku benar-benar merasakan cinta adalah dia yang pemain bass dan berkuliah di IT, pintar bukan main, dia manis, berkacamata. Dari dia aku belajar bahwa terkadang cinta perlu dibiarkan, karena, ketika aku membiarkan dan melepaskan dia begitu saja, waktu itu, hubungan kami menjadi lebih baik, lebih enak komunikasi, lebih nyaman. Dia mengajariku untuk memiliki mimpi dan ambisius terhadap hal itu, dilain sisi, dia yang mempertemukanku dengan sahabat-sahabatku sekarang, yang berinisial banyak, dia membuatku berani melangkah, berani untuk belajar, dan berani untuk memulai. Tapi, dilain sisi, aku belajar, cinta itu tidak untuk dikengkang, dari dia aku mempelajari bahwa; semua orang berhak atas hidupnya, berhak atas pilihanya, berhak atas dirinya sendiri. Itu benar adanya, ketika kita menjadi teman dengan batasan, malahan hubungan kita menjadi baik-baik saja, jujur aku tidak tahu dia sekarang dimana dan sedang apa juga, tapi terima kasih, dari sini aku belajar untuk berserah, melepaskan, dan membiarkan.

Lalu, cinta yang membuatku benar-benar sadar bahwa, cinta perlu di usahakan adalah pada dia laki-laki yang tinggi, keren, karismatik, manis, dan multitalent ini membuatku suka ketika ia bermain drama di pentas sekolah, bermain bass, dan juga futsal di sekolah, dia seperti passionate in his way. Dia lulusan teknik elektro, dia tipe lelaki yang bisa memenangkan semua hal, dia pandai, dia bisa semua olahraga, suaranya juga bagus, dia mampu menghadapiku melewati trauma-trauma itu dan menemaniku dalam kondisi titik terendah dan titik tertinggiku, keluarganya sangat hangat dan dekat, terima kasih ya untuk hal itu. Dengannya, aku belajar cinta perlu diusahakan karena, ketika kita berusaha satu-sama lain, kita lebih merasa cinta kita utuh. Kita sama-sama ambisius, tapi kita juga sadar kita punya sisi-sisi malas, sisi-sisi santai, sisi-sisi yang “yaudah lah”, sisi-sisi procatisnating, dan sisi-sisi yang lain. Kalau kata orang “kayak lem dan perangko” ada aku selalu ada dia, kita selalu bersama dalam waktu yang lama, dan itu membuatku belajar bahwa dalam usaha cinta ternyata bukan sekedar; “oke gaji dia angka sekian aku juga sekian” bukan juga “oke dia multitalenta, aku juga harus multi talenta” bukan juga “oke aku harus mengenalkan dia ke duniaku, dia saharusnya juga mengenalkanku, dong.” bukan juga “setara adalah SAMA”. Karena, pada akhirnya kita hanyalah manusia yang sedang berusaha dalam pencapaian dan usaha dalam peran kita masing-masing sebagai anak, saudara, pacar, pekerja, tetangga, rekan kerja, dan peran masyarakat. Aku sekarang tidak tahu keberadaan dia dimana, lagi apa, dan kerja dimana, bisa dibilang satu tahun ini adalah tahun paling lama aku tidak pernah bertemu dia, berkomunikasi, dan ngobrol, aku sedikit lupa suaranya. Karena sepertinya beberapa tahun lalu, aku selalu bertemu dan ngobrol sama dia juga. Hubungan yang aku buat denganya hubungan yang naik turun, rollercoaster seru, menyenangkan, satu frekuensi, tapi mungkin tidak untuk diulang lagi, karena mengeluarkan cukup energi untukku dan untukknya. Kalau di film hits sekarang, aku dan dia sudah sama-sama pernah jadi Sore dan Jonathan. Jadi, bagiku cukup, cukup untuk pernah saling membersamai satu sama lain, terlepas dari apapun hasil akhirnya aku belajar bahwa cinta memang perlu diusahakan dua arah, tidak dari laki-laki saja, tapi juga harus dari perempuan, maaf ya pernah membuat lelah, maaf atas ketidak utuhnya aku hadir dihubungan itu dulu, maaf aku terlalu banyak menuntut, maaf kalau ternyata hadirku membuatmu tidak selaras, bahagia, dan bersahaja. Namun, aku belajar bahwa, usaha bukan soal 50–50, tapi usaha adalah bagaimana kita mengerti batasan, penerimaan, pemahaman, dan cinta itu terus tumbuh, berubah, dan berbenah, usaha yang dimaksud adalah usaha untuk terus mengasihi, memahami, mengerti, dan berkesadaran secara utuh terhadap diri sendiri bahwa hubungan itu harus tau arahnya kemana, enggak di dalam kapal yang sama tapi arahnya berbeda, terombang-ambing di lautan gak tau bermuara dimana, gak tau berlabuh dimana. Memberikan ruang itu, untuk explore diri lebih dalam, membebaskan pilihan, membiarkan dia menekuni hobi, menemui orang baru, ternyata salah juga, karena dia bukan tipe orang yang bisa dibebaskan. Setelah menelaah, belajar banyak tentang diri, aku tidak akan pernah mengubah masa laluku, kamu akan tetap di sana, tetap di bagian dari diri aku, toh aku juga belajar banyak dari kamu, toh kamu juga membantu banyak dalam hidupku, jadi terima kasih banyak ya, atas cinta yang perlu diusahakan itu.

Dari dua lelaki itu, saya mengerti bahwa, cinta disatu orang atau dimasalalu tidak bisa diterapkan dicinta orang baru. Seperti yang aku mempelajari dari pertama, aku terapkan ke yang kedua, ternyata tidak berhasil. Dari sini aku sadar bahwasanya, setiap orang punya treat masing-masing, dan itu sama sekali tidak bisa disamakan. Bagaimana kita memperlakukan memang tidak akan pernah adil jika diliat dari satu kacamata, karena mungkin adil adalah SAMA, tapi adil bukanlah tentang SAMA, tapi adil adalah bagaimana kita menyesuaikan ingin & butuh untuk orang yang ada dihadapan kita. Kedua cinta yang dibiarkan dan diusahakan itu juga memberikan luka, memberikan sepercik trauma, dan memberikan bumbu-bumbu untuk berlangganan psikolog dan melukat, tapi itu bukan tanggung jawab mereka untuk ikut campur, itu salahku karena memberi mereka izin untuk menyakitiku, dan itu juga proyeksiku atas diriku sendiri. Terlepas dari itu, kini aku melihat mereka berdua dari jauh sudah bahagia dan sudah netral setelah ribuan hari kulewati sendiri, setelah perjalanan phowa bolak-balik Bali, melukat, dan menekuni dunia spiritual, tidak mudah. Banyak tidak konsisten dan banyak godaan untuk meromantisi masa lalu dengan linangan air mata, tapi bukan berarti aku menutup mata.

Setelah kontemplasi sambil minum tea, aku sadar, easy love mungkin akan bertemu denganku dan menggandeng tanganku, bisa-jadi dia sedang merencanakan diri untuk menjadi lebih baik. Selama 10 bulan terakhir, aku membatasi diriku tentang beberapa dunia yang sama sekali aku tidak ingin masuki lagi, tidak ingin aku datangi lagi, ya bisa datang, tapi tidak menetap, aku belejar bahwa meskipun cinta mudah, itu juga perlu diusahakan dengan cara kita dan cara Tuhan, dan dibiarkan, biarkan semesta, alam, malaikat, ruhaniah bekerja sesuai dengan caranya dan waktunya, tidak boleh dipaksa, tidak boleh diatur, karena kita hanya hamba yang menengadah dan harus berserah, meskipun usaha dan ikhtiar kita sudah melangit dan bersujud. Karena, sejatinya cinta paling tulus, adil, dan sejahtera adalah cinta ke Tuhan, karena, Tuhan tidak akan pernah lengah dan lepas dari hambanya, tapi mintalah yang besar, karena urusan kecil sudah pasti diatur, dan hambanya bukan kamu saja, jadi, jangan meminta tuhan bahwa kamu poros dunia, bukan. Biarkan itu bekerja dengan caraNya dan usahakan semampumu.

Juli 28' 2025 — Pare.


메타데이터
post_id
2e1767ce1ede
slug
ada-cinta-yang-perlu-di-usahakan-dan-ada-cinta-yang-perlu-di-biarkan-2e1767ce1ede
url
https://medium.com/@storiaapril/ada-cinta-yang-perlu-di-usahakan-dan-ada-cinta-yang-perlu-di-biarkan-2e1767ce1ede
canonical_url
https://medium.com/@storiaapril/ada-cinta-yang-perlu-di-usahakan-dan-ada-cinta-yang-perlu-di-biarkan-2e1767ce1ede
author_url
https://medium.com/@storiaapril
status
ok
fetched_at
2026-07-15 15:20:02