Perhutani dan Polsek Karangreja Kolaborasi Menanam, Pulihkan Lanskap Hutan Serang
Purwokerto, 18 Juni 2026 | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) terus mendorong upaya pemulihan kawasan hutan yang terdampak…
Perhutani dan Polsek Karangreja Kolaborasi Menanam, Pulihkan Lanskap Hutan Serang

Apel persiapan penanaman bersama Polsek Karangreja di Petak 58 RPH Serang (sumber: perhutanai.co.id)
Purwokerto, 18 Juni 2026 | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) terus mendorong upaya pemulihan kawasan hutan yang terdampak bencana alam melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengambilan 170 bibit salam di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang yang selanjutnya digunakan dalam penanaman bersama di lokasi bekas bencana alam pada Petak 58, Selasa (16/06). Kegiatan ini melibatkan Kepolisian Sektor (Polsek) Karangreja, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta unsur terkait lainnya.
Sebelum penanaman dilaksanakan, seluruh peserta mengikuti apel persiapan sebagai bentuk penyamaan persepsi mengenai tujuan kegiatan dan pentingnya menjaga keberlanjutan kawasan yang terdampak. Apel tersebut menjadi penegasan bahwa pemulihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Penanaman pohon di area bekas bencana, selain mengganti vegetasi yang hilang, upaya ini merupakan bagian dari langkah jangka panjang untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan. Lereng yang pernah mengalami gangguan alam umumnya lebih rentan terhadap erosi, penurunan kualitas tanah, hingga berkurangnya kemampuan lahan dalam menyerap air.
Pemilihan bibit salam juga memiliki nilai strategis. Selain termasuk jenis tanaman yang mampu tumbuh di wilayah pegunungan, pohon salam memiliki perakaran yang dapat membantu memperkuat struktur tanah. Dalam jangka panjang, vegetasi yang memadai dapat berkontribusi dalam menjaga kestabilan lahan serta mendukung keseimbangan ekosistem hutan.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, mengatakan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi hutan setelah kawasan mengalami gangguan akibat bencana alam.
“Pemulihan kawasan tidak cukup hanya dengan membersihkan lokasi yang terdampak. Hutan perlu dikembalikan fungsinya melalui penanaman dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Karena itu kami mengapresiasi dukungan dari Polsek Karangreja, Forkopimcam, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi hutan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan tumbuh tanaman serta manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan.
“Bibit yang ditanam hari ini merupakan investasi jangka panjang. Ketika tumbuh dengan baik, pohon-pohon tersebut akan membantu menjaga tata air, mengurangi risiko erosi, serta memperkuat ketahanan kawasan terhadap gangguan di kemudian hari,” tambahnya.
Perhutani memandang kolaborasi seperti ini sebagai modal penting dalam menjaga keberlanjutan hutan. Keterlibatan pihak-pihak menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik temu berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Kepala Polsek Karangreja, AKP Arisno, menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan yang memiliki dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial, tetapi juga lingkungan. Kawasan yang terjaga dengan baik akan membantu mengurangi risiko bencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Ia berharap sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman saja. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman tersebut dapat dirawat bersama sehingga tujuan pemulihan kawasan benar-benar tercapai,” pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti ketika kondisi darurat berakhir. Pemulihan pascabencana membutuhkan waktu yang lebih panjang dan perhatian yang berkelanjutan. Tidak sedikit kawasan yang berhasil ditanami kembali, namun memerlukan pengawasan serta pemeliharaan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. (*Mei)
메타데이터
- post_id
- 2e30ff54a8c5
- slug
- perhutani-dan-polsek-karangreja-kolaborasi-menanam-pulihkan-lanskap-hutan-serang-2e30ff54a8c5
- url
- https://medium.com/@hijau_lestari/perhutani-dan-polsek-karangreja-kolaborasi-menanam-pulihkan-lanskap-hutan-serang-2e30ff54a8c5
- canonical_url
- https://medium.com/@hijau_lestari/perhutani-dan-polsek-karangreja-kolaborasi-menanam-pulihkan-lanskap-hutan-serang-2e30ff54a8c5
- author_url
- https://medium.com/@hijau_lestari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 16:30:55