Ke Devfest Bandung Lagi (DevFest ke-3 kali)
Phase 1 — Arc Ngebet
Ke Devfest Bandung Lagi (DevFest ke-3 kali)
Phase 1 — Arc Ngebet
Kita mulai dari Sept — Oct dimana aku mendapati sebuah email newslatter dari GDG Bandung perihal DevFest 2025 (isinya sih lgsg ngajak untuk beli tiket). yaudah karna emang udh di spal-spil sama bos|akang bandung Fannan-Bandung jadi langsung ku checkout lah tiket tersebut.
Phase 2 — Arc Doktrin Murid
Kalo di fase ini fokus utamanya adalah doktrin muridku sendiri untuk ikut ke Devfest tahun ini. Sangat simple ngebujuknya tuh, aku spill aja line up pemateri tahun lalu (Pak dika, Mas Aviv, Pak Eko Khannedy, Pak Erico Darmawan) alias mereka semua adalah idola-idola dari murid2 ku saat ini. Dan yak benar sekali 3 orang yang ku ajak ini langsung menawarkan diri mereka untuk ikut Devfest Bandung tahun ini bersamaku.
Tapi sayangnya terdapat subtitution peserta devfest dari muridku, dikarenakan agenda dadakannya (mana yang ga jadi ini flutter addict banget) “Sedihnyoo 😥😥.
Phase 3 — Arc Planning
Tibalah bulan November, tiket sudah diamankan dengan tipe tiket Early Bird — Alpha Release (pokoknya mah tiket paling murah dah), mulailah aku membuat plan kasar terlebih dahulu dengan sistem utama perjalanan kali ini adalah *Backpacker . *Ku susun rencana Trip to Devfest Bandung 2025 ini mulai dari alur/flow aktifitas nya terlebih dahulu (dan yang disepakati itu 2 Hari 1 Malam di Bandung).
Dengan flow seperti itu pastinya banyak aktifitas yang hanya berfokus pada hari H DevFest saja, maka dari itu aku mulai perlahan memberi tahu untuk tidak memikirkan liburan ketika mengikuti Devfest ini.
Rekap Plannya seperti ini
- Tiket Kereta Lokal : nyarter Cikarang — Purwakarta & Purwakarta — Bandung.
- Penginapan : Hotel 1 Pintu dengan fasilitas utama adalah
menampung 4 orang dalam 1 kamar. - Grab|Maxim|GoCar sebagai bahan pertimbangan transportasi selama dibandung.
- Makan : Nasgor Malam.
- Kopi
point coffe(agak mahal yee bagian ini, tp gpp biar seger selama devfest). - Barang bawaan yang harus muat 1 Tas Backpack kecil (ini Wajib banget)
Phase 4 — Arc Before Marineford
H-3 menuju Devfest, ternyata ada beberapa cobaan di diriku. Ada beberapa calon client (Aamiin jadi fulltime freelance sukses) yang harus banget bertemu di detik2 tersebut, ada juga salah beli tiket berangkat (alhamdulillah tidak terlalu fatal).
Tapi bisa berlalu dengan tidak adanya masalah yang gimana2. Tiket kereta Pergi — Pulang sudah terbeli, cukur rambut biar ganteng pun sudah, stater pack developer ke Devfest pun sudah (pake pakaian sekolahku sih hehe).


Ini OOTD di Devfest Bandung 2025
Phase 5 — Arc Wano Devfest
Pernah bayangin gak ikut acara komunitas yang ternyata ada 2000+ peserta yang hadir? yak itulah Devfest Bandung 2025 ini, 2000+ cuy para nakama tahun ini. Seperti min D. (mimin devfest) pernah bilang :
jangan pernah remehkan
D. Veloper.
Di arc ini memang yang paling panjang, paling capek, paling produktif, tapi paling singkat juga (loh gmn tuh ceritanya). Terpantau aku cuman bisa mengikut beberapa sesi saja 😵💫 cepet banget abis energinya, bingung.
Berikut rekap apa saja yang didapat dari Arc terseru, terdar — der — dor ini :
1 Detik berharga by Pak Eko K. Khannedy

#1Detik
Kalo kata pak Eko di materi ini tentang si 1 Detik :
1 detik lebih lama yang dirasakan sama pengguna website/aplikasi kita berpengaruh ke betah gaknya mereka pakai website kita
maka dari itu dari aku mengibaratkan respond time website kita udh kayak pedang yang lagi nangkring di leher kita.
“Makanya guys jangan remehin 1 Detik itu ya!!” — Naufal 2025
CSS Bro by Pak SanD. Ka Galih
Nah ini dia, bapak para programmer, julukan dan murid-muridku ke pak dika. Beliau ini emang salah satu tujuan utama murid-murid ku jauh2 ke bandung, ngebolang dari cikarang, dan backpacker .
Gimana ga dapet julukan Bapak para programmer, video-video tutorial beliau banyak membantu para calon-calon developer handal pada masanya, bahkan hingga detik ini aku menuliskan artikel ini.
Dari sekian banyak orang yang terbantu dengan video2 pak sandika, salah satunya adalah diriku sendiri. Background awal ku itu Android Developer, terus melipir sebentar ke UI/UX, dan sekarang dapet rezeki ngajar Fullstack Web Developer 🤯. Sebuah loncatan yang jauh dari karir IT ku👍. Dan yang membantuku bisa keep up dengan tugas baru ku itu tiada lain tidak bukan video2 tutorial dari pak sandika, video Dasar-dasar Javascript beliau jadi bahan dasar ku untuk mengajar kelas X.
oke kita balik ke topik utama beliau di Devfest Bandung, CSS.

Sebagai GDE Web bagian Design, beliau benar2 mengulik CSS for Design Web, gmn enggak beliau seringkali nepok orang pake JS buat animasi, yang dimana kata beliau ngetik 1 baris code untuk animasi tapi manggil 1 kampung code2 lainnya.
Kalian bisa liat cuplikannnya dulu nih disini 👇👇
https://www.youtube.com/clip/UgkxT0xiFQDBiGhwzqhXpJaB-a_D7HQY2RoQ
Teaching Code in AI Era by Dosen-dosen expert nan Kece (Pak Erico, Pak Setia Budi, dan Bu Esther)
ini menarik nih, gimana tidak? dengan background ku yang saat ini adalah praktisi KBM a.k.a Guru pastinya mempunyai ikatan sendiri dengan topik ini, dan pastinya harus banget ku denger dengan seksama.
Pak Erico disini sangat menekankan kepada developer pemula, mahasiswa baru, ABG ABG IT enthusiast, dan semua pengguna internet untuk memanfaatkan AI untuk **belajar. “khusunya para mahasiswa ini, ketika dosen sedang menjelaskan cobalah untuk kritis terhadap pembahasan dosen tersebut, karena kadang kala dosen itu menyesatkan.” — Erico Darmawan (bukan aku yang ngomong ya 😅👍). kalian juga bisa menyederhanakan apa yang dosen jelaskan dengan AI, bisa juga kalian minta ai ini membuatkan sebuah quiz untuk bisa kalian pakai sebagai bahan latihan dari pembelajaran yang sudah kalian pelajari (dan bisa langsung terkoreksi/ada nilai akhirnya loohhh, dan masih banyak lagi manfaat AI untuk `belajar`** ini.
Pak Setia Budi sendiri disini sangat menyoroti penggunaan AI di industri. Beliau bilang di Industri ini mulai banyak nih yang makai AI di workflow kerja/produk mereka, ada yang memang sudah paham penggunaannya bagaimana, ada juga ya yang ingin follow the wave saat ini aja.
Karena gimana ga begitu, AI ini bukan cuman bisa melakukan **efisiensi anggaran **tapi juga bisa mengurangi cost waktu yang dipakai, khususnya untuk repetitive task .
Terakhir adalah jawaban dari Bu Esther, beilau adalah profesor di ITTS dan juga adalah seorang Google Developer Expert (GDE). Disini beliau menjelaskan bahwa sebagai programmer ataupun akademisi harus mengakui bahwa ai ini sudah lebih jago dari kita dalam menangani masalah-masalah teknis. begitu pula pandangan industri terhadap ai ini, beliau menceritakan sering kali ketika ada kerjasama dengan industry ditanyakan pertanyaan terkait “Solusi apa yang ai bisa bawa di industry?”, dan beliau disini sangat menekankan kepada mahasiswa maupun programmer untuk mengasah skill membaca masalah serta skill problem solving tentunya dengan bantuan sahabat kita “AI” ini.
Wonder Women di IT (coba gmn itu ceritanya?) by Trio Macan (Kak Jessica, Kak Fini, Kak Qesi)
memang bagiku julukan trio macan ini yang paling tepat untuk menyatukan mereka. Kak Jess, kenal beliau di Devfest Bogor 2022 ngisi Materi tentang Web di Sore Hari yang dimana para peserta sudah lelah, ada yang lagi istirahat juga, ada juga yang udh habis energi belajarnya (tp memang dari pagi udh disuguhin banyak materi2 gokil jg, jadi dah pada dihabisin di sesi sebelumnya). Dengan situasi tersebut beliau masih gokil dan mau mengayomi para peserta yang menunggu sesi Web tersebut dengan sangat2 baik dan humble.
Kak Fini. Kalo yang ini mah artis ig ga sih?, beliau ini dlu sangat dikenal sebagai mentor UI/UX BWA awwalun gitu (menurut versi ku yak!), trs jg memang sering di mention di ig bwanya tentang edukasi2 gitu. dan dari situ ku follow di medsos + aktifitas UI/UX (pas awal2 tertarik ke UI/UX). Boom-nya 🤐 itu pas I/O Extended Bogor 2024 beliau masuk ke lineup speaker-nya, and boom beliau ini bikin warga bogor jadi ui/ux (lgsg banyak saingan gokil2 muncul ke permukaan).
Biasanya yang terakhir ini spesial gak sih? Kak Qesi, beliau yang sungguh beliau ini sudah kenal pada masa Google Developer Kejar 2019. Kita 1 grup diskusi barang mas azhar (kayaknya namanya itu, tp lupa spesifik), dan pertama kali kenal pas ada sesi mentoring Offline di Universitas Trilogi (univnya kak qesi saat itu — alumni disana jg beliau). Beliau kakak2 gokil klo ku bilang, gmn gak!! after GDK kak Qesi lgsg melejit dengan cepat -> #JuaraGCP organizer, Bangkit Academy Cloud Computing, join Tokped as a System Engineer, peaknya nih pas beliau resmi jadi GDE Cloud untuk Indonesia‼🫡. W for kak qesi.
Jadi walau sesi ini memang sangat2 ditunjukkan untuk perempuan, aku ikut sesi ini karena ingin melihat trio macan tampil and enjoy the session.
ini cuplikan singkat sesinya yak 👇 https://www.instagram.com/p/DRtIkuREyQH/
Phase 6 — Arc Kesimpulan
Sebuah event pastilah tidak sempurna, ketika evaluasi event sebelumnya sudah diperbaiki ternyata muncul evaluasi yang baru lagi. Begitu juga DevFest by GDG Bandung 2025 ini, can you remember pada awal bulan GDG Bandung mengumumkan akan mengadakan Devfest 2025 tiket sudah terjual lebih 1000++ tiket terjual, dan itu belum di spill lineup speaker2nya (+ we pay for this ticket), dan bahkan jumlah peserta pas saat tiket sudah di close itu 2000++. Wow, Amazing, beutiful 🤯🤯.
Kalian bisa juga nikmatin apa saja keseruan di DevFest Bandung 2025 di sosmed **@gdgbandung** dengan hastag #DevFestBandung2025 and #GDGBandung.
Atau bisa langsung nikmatin sesi2 gokil yang ku sebutkan di atas di YouTube-nya GDG BANDUNG : https://www.youtube.com/watch?v=iKamn7pIQD8&t=7770s
Sekian Terima Kasih
Naufal Ar Rafizi GURU IT
메타데이터
- post_id
- 2e4bede822e9
- slug
- ke-devfest-bandung-lagi-devfest-ke-3-kali-2e4bede822e9
- url
- https://medium.com/@naufalarrafizi/ke-devfest-bandung-lagi-devfest-ke-3-kali-2e4bede822e9
- canonical_url
- https://medium.com/@naufalarrafizi/ke-devfest-bandung-lagi-devfest-ke-3-kali-2e4bede822e9
- author_url
- https://medium.com/@naufalarrafizi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 11:05:15