“Cepat Pulang”
Hari ini semua terasa biasa saja, setidaknya kelihatan begitu. Aku tetap melakukan hal-hal yang sama, tetap tersenyum kalau diajak bicara…
“Cepat Pulang”
Hari ini semua terasa biasa saja, setidaknya kelihatan begitu. Aku tetap melakukan hal-hal yang sama, tetap tersenyum kalau diajak bicara, berusaha terlihat biasa saja.
Tapi di sela itu, ada momen-momen kecil yang tiba-tiba terasa kosong. Waktu tanpa sadar aku mencari kamu di antara hal-hal yang biasanya kita lakukan, lalu ingat kalau kamu sedang jauh, di kota lain.
Aku sempat membuka kembali pesan kita, membaca ulang semua percakapan kita yang sebenarnya sudah ku hafal di luar kepala. Bukan karena baru, tapi karena itu satu-satunya cara yang terasa paling dekat denganmu saat ini.
Lucu ya, sesederhana tidak bisa bertemu saja bisa membuat rindu terasa sebesar ini. Aku bahkan tidak butuh banyak hal, hanya membayangkan berdiri di dekatmu, mendengar suaramu secara langsung, dan — kalau boleh jujur — memelukmu sebentar saja sudah cukup.
Mungkin memang tidak semua keinginan bisa langsung terjadi. Jadi untuk sekarang, aku hanya bisa menunggu sambil diam-diam berharap, semoga jarak tidak memisahkan kita dengan waktu yang lama.
메타데이터
- post_id
- 2edffd8020ca
- slug
- cepat-pulang-2edffd8020ca
- url
- https://medium.com/@sherinaryoelva/cepat-pulang-2edffd8020ca
- canonical_url
- https://medium.com/@sherinaryoelva/cepat-pulang-2edffd8020ca
- author_url
- https://medium.com/@sherinaryoelva
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 00:29:30