← Back to list

a Quiet Morning Journal

Pagi ini, setelah sunnah fajar selesai aku lakukan, hati ini tiba-tiba menyeruak, seakan menyuruhku bergegas membuka rentetan snapgram yang…

irmanaj · 2026-05-14 03:01 · 0 claps · 0.6 min read
#daily-life #journaling #morning-pages
Open on Medium ↗

a Quiet Morning Journal

Pagi ini, setelah sunnah fajar selesai aku lakukan, hati ini tiba-tiba menyeruak, seakan menyuruhku bergegas membuka rentetan snapgram yang sudah dua hari tidak kulihat.

Bulatan cerita pertama yang muncul adalah milik seorang selebgram sekaligus penulis muda, Dyssa namanya. Belum lama aku mengikuti laman Instagram-nya, namun tulisannya sudah cukup membuatku kagum. Salah satu karyanya yang berjudul Meluruhkan Pilu bercerita tentang perjalanan emosional seseorang dalam menghadapi cinta tak berbalas dan patah hati tentang proses menyembuhkan diri, merenungi hidup, lalu perlahan mengikhlaskan rasa pilu untuk bangkit kembali.

Di snapgram itu terdapat pemandangan pantai yang indah, dengan tulisan:

“Memaafkan orang yang merasa bersalah itu melegakan dia, memaafkan orang yang (tak) merasa bersalah itu melegakan kita.”

Dengan backsound lagu The One That Got Away milik Katy Perry, entah kenapa suasana pagi yang masih sejuk membuat hatiku begitu terbawa oleh kalimat itu.

Dalam benakku aku berkata, “Benar juga ya, Dys.”

Kadang, memaafkan bukan karena orangnya pantas dimaafkan, tetapi supaya hati kita sendiri bisa lebih tenang.


메타데이터
post_id
2f0553a56aec
slug
a-quiet-morning-journal-2f0553a56aec
url
https://medium.com/@irmanajwa/a-quiet-morning-journal-2f0553a56aec
canonical_url
https://medium.com/@irmanajwa/a-quiet-morning-journal-2f0553a56aec
author_url
https://medium.com/@irmanajwa
status
ok
fetched_at
2026-06-25 07:00:49